BISMILLAHI RAHMANI RAHIM
Lahir pada tanggal 12 Juli 1982 (sesuai Ijazah) di Paayumang Desa Balanipa Kecamatan Tinambung kala itu ( sekarang Kecamatan Balanipa) Kabupaten Polewali Mamasa Sekarang Kabupaten POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT. Saya (Rahman) lahir dari keluarga yang kurang mampu ( pas-pasan) dari Ayah bernama Sumaali dan Ibu bernama Saenab, anak bungsu dari empat bersaudara. Masa kecil saya tidak jauh beda dengan layaknya anak -anak jaman sekarang yaitu menghabiskan waktu untuk bermain, paling yang membedakan hanya bentuk permainannya. anak-anak sekarang permainannya sudah sangat canggih dibanding masa kanak-kanak saya dulu yang hanya bermain dengan permainan tradisional, gasing, kelereng dan wayangan (tau-tau) dalam bahasa Mandar serta petak umpet yang sering dilakukan ketika ada acara (nikahan atau syukuran) tapi tidak mengurangi keceriaan kami dalam bermain.
Masa Kanak-Kanak
Rahman itu nama yang diberikan kedua orang tua saya, mungkin karena nama adalah sebuah do'a bukan seperti orang-orang sering katakan 'apalah arti sebuah nama' harapan pemberian nama tersebut agar anaknya kelak bisa jadi orang yang penyayang dan pengasih sesuai arti dari namaya tersebut.
Masa Kanak-Kanak
Pada masa kecil juga (tahun 1986) sering ikut orang tua ketempat tante (segerang Desa Ugi Baru Kecamatan Wonomulyo) untuk memotong padi (massangking) pada saat musim panen, pekerjaan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan makanan (beras) dan juga untuk dijadikan simpanan/cadangan kebutuhan. Sekitar Tahun 1987-1988, kami sekeluarga hijrah ke kalimantan tepatnya Kalimantan Timur di sebuah daerah terpencil yang bernama perupuk desa Tanjung manis kecamatan sangkulirang Kabupaten Kutai pada saat itu.
Hijranya kami sekeluarga mengikuti saudara ibu yang lebih dulu menetap dan sudah berkeluarga serta memiliki lahan perkebunan kelapa serta pisang yang lumayan luas, hijranya kami juga adalah untuk merubah nasib di daerah orang. Di Perupuk inilah kami sekeluarga mulai membuka lahan untuk perkebunan (kelapa dan pisang) berbeda dengan keluarga yang sudah lebih dulu membuka lahan kami baru memulai kecuali kakak tertua yaitu jauhar (bapak Junai) sudah memiliki lahan perkebunan namun tidak terurus secara baik.
Setelah kehadiran saya,bapak dan ibu kebun pisang mulai dirawat serta lahan mulai dibersihkan, rumah yang tadinya hanya dijadikan wadah untuk menyimpan hasil panen jagung perlahan di perbaiki dan dijadikan tempat berteduh kami sekeluarga. Hasil panen jagung pada saat itu hanya bisa digunakan sebagai makanan ternak (ayam) karena sudah berulat. selain itu kami jadikan sebagai umpan untuk burung tekukur yang populasinya masih banyak terlebih setelah dilakukan pembakaran lahan.
oh iya ditempat baru ini pula saya mulai berkenalan dengan anak-anak asli (putra daerah, urang kutai) dan anak-anak pendatang yang lahir di Perupuk, namun komunikasi tidak berjalan bagus karena terkendala perbedaan bahasa, saya yang tidak bisa menggunakan bahasa lndonesia apalagi bahasa kutai hanya menggunakan bahasa isyarat, ya maklum karena dalam keluarga tidak pernah berbahasa Nasional (bahasa Indonesia).
Seiring berjalannya waktu saya mulai berdaptasi baik terhadap alam sekitar atau pun dengan bahasa yang digunakan masyarakat perupuk pada umumnya ( bahasa Kutai yang menggunakan bahasa melayu, bahasa bugis, serta bahasa mandar dalam keluarga sudah barang tentu fasih menggunakannya) . Namun bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Bugis dan Kutai bahkan sesama orang mandar pun menggunakan bahasa Bugis, sehingga saya juga bisa berbahasa bugis, sedikit.
Masa Sekolah
Daerah Perupuk yang masuk dalam administrasi desa Tanjung Manis kala itu sangat memperihatinkan dalam bidang pendidikan, karena fasilitas pendidikan berupa sekolah belum begitu layak dan anak-anak seusia kami banyak yang tidak tamat sekolah karena posisi sekolah jauh dari pemukiman kami jaraknya sekitar 5 KM dengan akses jalan yang kurang memadai kanan kiri jalan setapak adalah hutan belukar.
Salah satu Gedung Sekolah yang ada pada saat itu sekitar tahun 1989 berada di Lumut dengan ruang yang tidak begitu luas dengan kondisi yang kurang bagus (tidak layak dijadikan ruang belajar). Saat itu saya di masukan oleh kakak untuk belajar di situ (sekolah) namun karena pelajaran yang diberikan hanya menggambar,maka saya merasa jenuh karena saya tidak memiliki minat yang berkaitan dengan seni menggambar. Selain keadaan sekolah yang tidak layak disekitar sekolah juga masih rimbun semak belukar.
Tahun 1990 orang tua dan kakak perempuan saya kembali ke Sulawesi ( pada saat itu masih bernama Dusun Paayumang Desa Balanipa Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali mamasa) Dusun Paayumang Desa Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar nama Sekarang. Tahun ajaran 1990/91 saya di masukan sekolah oleh bapak di SDN.No. 019 Balanipa yang berada di seberang rumah dan tidak butuh waktu lama untuk menjangkaunya tidak seperti di tempat saya di Perupuk Desa Tanjung Manis dulu.
Masa- masa SD
Di bangku kelas I Sekolah Dasar dalam satu kelas terdiri dari 20 orang siswa terdapat 2 siswa yang tinggal kelas (Arifuddin alias Ateng dan Almrhum Jasman) dengan guru kelas Bu Rosmiati. Pembelajaran dimulai dengan belajar mengenal huruf dengan menyebutkan bentuknya, selanjutnya belajar mengenal angka, serta berhitung. Semester pertama sudah dilaksanakan dan saya mendapatkan nilai yang memuaskan dengan peringkat I, begitupun dengan semester ke-2 masih peringkat I.
Di bangku kelas II- Kelas IV saya selalu memperoleh peringkat I dengan dibayangi selalu teman karib yang bernama Nasriadi di posisi peringkat ke II, selanjutnya posisi peringkat III Nurhana, salah seorang anak yang orang tuanya sebagai seorang guru di peringkat ke IV. Pada semester II kelas IV peringkat saya turun ke posisi ke-II di posisi pertama di raih oleh Nasriadi, karena pada saat itu saya ingin mengikuti kakak untuk kembali ke perupuk, namun tidak di ijinkan sehingga saya malas masuk sekolah dan akhirnya peringkat turun.
Masa SMP
Setelah kehadiran saya,bapak dan ibu kebun pisang mulai dirawat serta lahan mulai dibersihkan, rumah yang tadinya hanya dijadikan wadah untuk menyimpan hasil panen jagung perlahan di perbaiki dan dijadikan tempat berteduh kami sekeluarga. Hasil panen jagung pada saat itu hanya bisa digunakan sebagai makanan ternak (ayam) karena sudah berulat. selain itu kami jadikan sebagai umpan untuk burung tekukur yang populasinya masih banyak terlebih setelah dilakukan pembakaran lahan.
oh iya ditempat baru ini pula saya mulai berkenalan dengan anak-anak asli (putra daerah, urang kutai) dan anak-anak pendatang yang lahir di Perupuk, namun komunikasi tidak berjalan bagus karena terkendala perbedaan bahasa, saya yang tidak bisa menggunakan bahasa lndonesia apalagi bahasa kutai hanya menggunakan bahasa isyarat, ya maklum karena dalam keluarga tidak pernah berbahasa Nasional (bahasa Indonesia).
Seiring berjalannya waktu saya mulai berdaptasi baik terhadap alam sekitar atau pun dengan bahasa yang digunakan masyarakat perupuk pada umumnya ( bahasa Kutai yang menggunakan bahasa melayu, bahasa bugis, serta bahasa mandar dalam keluarga sudah barang tentu fasih menggunakannya) . Namun bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Bugis dan Kutai bahkan sesama orang mandar pun menggunakan bahasa Bugis, sehingga saya juga bisa berbahasa bugis, sedikit.
Masa Sekolah
Daerah Perupuk yang masuk dalam administrasi desa Tanjung Manis kala itu sangat memperihatinkan dalam bidang pendidikan, karena fasilitas pendidikan berupa sekolah belum begitu layak dan anak-anak seusia kami banyak yang tidak tamat sekolah karena posisi sekolah jauh dari pemukiman kami jaraknya sekitar 5 KM dengan akses jalan yang kurang memadai kanan kiri jalan setapak adalah hutan belukar.
Salah satu Gedung Sekolah yang ada pada saat itu sekitar tahun 1989 berada di Lumut dengan ruang yang tidak begitu luas dengan kondisi yang kurang bagus (tidak layak dijadikan ruang belajar). Saat itu saya di masukan oleh kakak untuk belajar di situ (sekolah) namun karena pelajaran yang diberikan hanya menggambar,maka saya merasa jenuh karena saya tidak memiliki minat yang berkaitan dengan seni menggambar. Selain keadaan sekolah yang tidak layak disekitar sekolah juga masih rimbun semak belukar.
Tahun 1990 orang tua dan kakak perempuan saya kembali ke Sulawesi ( pada saat itu masih bernama Dusun Paayumang Desa Balanipa Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali mamasa) Dusun Paayumang Desa Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar nama Sekarang. Tahun ajaran 1990/91 saya di masukan sekolah oleh bapak di SDN.No. 019 Balanipa yang berada di seberang rumah dan tidak butuh waktu lama untuk menjangkaunya tidak seperti di tempat saya di Perupuk Desa Tanjung Manis dulu.
Masa- masa SD
Di bangku kelas I Sekolah Dasar dalam satu kelas terdiri dari 20 orang siswa terdapat 2 siswa yang tinggal kelas (Arifuddin alias Ateng dan Almrhum Jasman) dengan guru kelas Bu Rosmiati. Pembelajaran dimulai dengan belajar mengenal huruf dengan menyebutkan bentuknya, selanjutnya belajar mengenal angka, serta berhitung. Semester pertama sudah dilaksanakan dan saya mendapatkan nilai yang memuaskan dengan peringkat I, begitupun dengan semester ke-2 masih peringkat I.
Di bangku kelas II- Kelas IV saya selalu memperoleh peringkat I dengan dibayangi selalu teman karib yang bernama Nasriadi di posisi peringkat ke II, selanjutnya posisi peringkat III Nurhana, salah seorang anak yang orang tuanya sebagai seorang guru di peringkat ke IV. Pada semester II kelas IV peringkat saya turun ke posisi ke-II di posisi pertama di raih oleh Nasriadi, karena pada saat itu saya ingin mengikuti kakak untuk kembali ke perupuk, namun tidak di ijinkan sehingga saya malas masuk sekolah dan akhirnya peringkat turun.
Masa SMP
Setelah tamat Sekolah Dasar tahun 1996, melanjutkan sekolah ketingkat SMP, awalnya ingin masuk ke Madrasa Tsanawiah Negeri Tinambung, namun karena akan membutuhkan biaya transportasi jadinya lanjut ke SMP Negeri 5 Tinambung yang berlokasi di Desa Karama sekitar 2 KM jaraknya dari rumah, sehingga bisa jalan kaki pergi ke sekolah.
DATA PRIBADI
Nama : Rahman,S.Kel, ME
Tempat & tanggal Lahir : Polewali Mandar, 12 Juli 1982
Alamat : Jalan Kalimutu Gg.Kelengkeng II RT.055 Sangatta Utara
HP : 085299456007
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Menikah degan Putriani pada Tanggal 25 Juni 2013
Anak : 2 Putra .Muhammad Dzakiyy Dayana Putra dan
Muhammad Syaheer Rajendra Putra
Hoby : Sepak Bola
PENDIDIKAN FORMAL
SDN 019 Balanipa 1996
SMP N 5 Karama 1999
SMAN 1 Tinambung 2002
STAIN PARE-PARE 2005
STIPER Kutim 2012
Pasca Sarjana IAIN Samarinda 2018
PENGALAMAN ORGANISASI
Ketua HMI Cabang Sangatta 2012/2013
Ketua Himitekindo Wilayah VI 2010-2012
Ketua Badan Pengawas HIMITEKINDO 2010-2012
Ketua HMJ Kelautan STIPER 2009-2010
Ketua PSTI Kutai Timur Periode 2015-2019
Sekretaris LSM Penjara Kutai Timur
Ketua Perisai Cabang Kutai Timur 2019-2022
Ketua Bidang Binpres KONI Kutim Periode 2019-2024
PENGALAMAN KERJA
Guru SMP Muhammadiyah 2 Sangatta 2008-2014
Kepala Sekolah SD Islam DDI Sangatta 2013- 2016
Panwascam PILEG,PILPRES Tahun 2014Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Pemkab Kutim 2014-2018
Dosen Ekonomi Syariah STIE Sangatta 2021

Komentar
Posting Komentar