Visi Karakter Maritim Landasan Pendidikan Indonesia




Oleh: Febriyantoro, Publish on: 1 April 2014 00:00 wib
“Indonesia adalah negeri yang melimpah sumber daya alam dan sumberdaya manusia nya, mulai dari sabang hingga merauke, dari miangas sampai pulau rote” itu lah petikan bait yang sering kita dengar. Namun bait itu kini tak seindah dengan kenyataan yang ada di negeri ini. Negeri ini selalu merasa miskin, pesimis, dan terpuruk mental serta pikirannya. Sumberdaya manusia di negeri ini tak dapat merasakan kesetaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah tertuliskan di dalam alinea ke 4 Undang-Undang Dasar 1945. Ketidakadilan itu mulai dari perekonomian, kesehatan, kemakmuran hingga yang paling mendasar dalam kebutuhannya adalah sebuah pendidikan yang mampu membangun mental dan pikiran untuk dapat mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Pendidikan menjadi salah satu dasar pembentukan karakter manusia untuk dapat membangun diri menjadi pribadi bangsa yang tangguh dan mandiri. Namun seharusnya ketidak sanggupan pemerintah saat ini bukan untuk dikeluhkan, tetapi untuk renungan bagi kita semua agar dapat ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Letak geografis Indonesia harusnya menjadi dasar konsep pembangunan pendidikan di negeri ini, karena dengan melihat geografisnya maka kita akan sadar bagaimana seharusnya membangun pendidikan di Indonesia. Indonesia yang memiliki luas lautan 70% dari luas daratannya sudah seharusnya membangun mental dan pola pikir untuk kembali menjadi bangsa maritim. Dasar kesadaran ini yang seharusnya menjadi pondasi dalam membangun pendidikan di negeri ini. Hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 pada misi pembangunan nasional butir ke 7 yaitu mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan kedaulatan nasional. Maksud dari misi tersebut adalah untuk menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah agar pembangunan Indonesia berorientasi kelautan; meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia yang berwawasan kelautan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan; mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran; dan membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan.

Ketika pembangunan pendidikan sudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bangsa ini, maka bukan angka yang menjadi sudut pandang utama dalam pendidikan mulai dari usia dini hingga sampai di perguruan tinggi. Value yang terbangun adalah kompetensi dari proses pengembangan sumberdaya manusia sesuai dengan potensi dari masing-masing wilayah di Indonesia. Poros utama dalam membangun pendidikan di Indonesia harus dapat menciptakan sumberdaya manusia yang berkarakter dan bervisi maritim, sehingga anugrah yang telah diberikan kepada bangsa Indonesia ini dapat menjadi kekuatan dalam karakter masing-masing pribadi bangsa. Konsep dasar pembangunan pendidikan seperti ini yang dapat memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sesuai dengan alinea ke 4 Undang-Undang Dasar 1945.

Membangun pendidikan di Indonesia harus dimulai dengan pembangunan karakter dan visi maritim sebagai landasan utama dalam proses pengembangannya. Anak-anak usia dini sudah harus dapat mengenal identitas bangsa ini dan diberikan sebuah rangsangan objek sebagai proses pengenalnya. Ketika pribadi bangsa telah terbangun karakter dan pola pikirnya sejak dini, peningkatan pembangunan karakter sudah harus dilakukan dalam pengenalan letak geografis bangsa ini dan langsung berinteraksi dengan alam yang dapat merangsang pola pikirnya sebagai landasan dasar cita-citanya. Peningkatan pembangunan karakter dan pola pikir ini harus dapat berkembang dalam proses perjalanan membangun pendidikan di dalam diri masing-masing anak tersebut. Lautan di Indonesia ini dapat menjadi objek dasar pendidikan dalam pembentukan karakter dan pola pikir dari masing-masing pribadi bangsa sehingga dapat melakukan pengembangan potensi wilayahnya. Konsep pembangunan pendidikan seperti ini harus dapat memberikan sebuah kebebasan dalam pengembangan diri sesuai dengan bakat dan minat dari masing-masing pribadi bangsa yang disesuaikan dengan potensi wilayahnya. Proses nya harus dalam metode belajar, berbagi dan bergerak bersama, sehingga ketika dalam porses pengembangan masing-masing pribadi dapat gotong royong mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Membangunan pendidikan Indonesia memang tidak semudah dalam penerapannya, jika tidak melihat apa yang dimiliki oleh negeri ini. Kemudahan dalam membangun pendidikan akan datang jika kita sadar dimana dan apa yang ada disekitar negeri ini. Ketika kemudahan itu datang, kita harus tangguh dan bijaksana dalam penerapannya. Pembangunan karakter dan pola pikir yang akan membangun mental dan pikiran dalam pribadi bangsa ini agar dapat menjaga kedaulatannya. Mental dan pikiran ini harus memiliki visi dalam pengembangannya agar tercipta pembangunan yang sesuai dengan landasan utama negeri ini. Membangun pendidikan melalui karakter, visi yang dirangkum dalam Pendidikan maritim untuk bangsa Indonesia akan mengembalikan jati diri bangsa ini untuk dapat berdaulat adil dan makmur.

Komentar