Harapan Itu Tak Sempurna

Mendikbud Muh.Nuh Bersma Sekda kutim Ismunandar

Kutai Timur untuk ke dua kalinya melaksanakan diklat Implementasi Kurikulum 2013, Diklat pertama dilakukan pertengahan tahun 2013 dihadiri oleh sekretaris kementerian pendidikan dan kebudayaan Prof.Alqof, namun kali ini diklat yang diselengarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur kerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tanggal 29 Mei-2 Juni 2014 dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muh.Nuh. Kehadiran bapak Menteri selain membuka Diklat Implementasi Kurikulum 2013 tahap ke 2 juga untuk meresmikan SMU 2 dan SMK 2 Sangatta Utara.

Kehadiran Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI, saya coba untuk menyampaikan kondisi Sekolah Dasar Islam DDI Sangatta Utara yang sangat membutuhkan bantuan untuk menanggulangi genangan air yang merendam ruang kelas ketika hujan mengguyur Sangatta. 

Undangan untuk menghadiri diklat yang saya terima kembali jam 11.00 wite diralat dan dimajukan jadi jam 08.30 wite, saking antusiasnya saya berangkat lebih awal dengan harapan bisa bertemu dengan bapak menteri dan menceritakan serta memperlihatkan foto-foto kondisi SDI DDI sekarang yang sangat memperihatinkan, tujuan sebenarnya supaya mendapatkan perhatian yang serius serta bisa dibantu oleh pihak DIKNAS Kutai Timur.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya Menteri beserta rombongan datang juga dengan kontrol pihak kepolisian Kutai Timur, saya mencoba menunggu di depan gedung serba guna bukit pelangi namun pihak Dinas Pendidikan Kutai Timur menyuruh saya masuk ruang. Karena saya berpakaian PGRI akhirnya saya mengikuti perintah pihak DIKNAS Kutai Timur. 

Sebelum masuk ruang tempat acara berlangsung Bapak Menteri beserta rombongan yang di dampingi oleh kantor Kutai Timur Bapak Ismunandar yang merupakan SEKDA Kutai Timur, kesempatan ini coba saya gunakan, namun pengamanan juga sangat ketat jadi saya tidak bisa masuk ketemu pak menteri cuman bisa mengambil gambar dari jauh .

Keinginan untuk bertemu dengan Mendikbud guna menyampaikan uneg-uneg bagaiman susahnya mendapatkan bantuan untuk merehab dan memperbaiki bangunan sekolah yang berada di jantung kota Sangatta Ibu Kota Kutai Timur yang kaya akan Sumber Daya Alamnya. Waktu menunjukan jam 12 .30 Wite namun pak Menteri belum juga selesai menyampaikan sambutan pada Implementasi Kurikulum 2013 di Kutai Timur serta peresmian SMU dan SMK 2.

Niat yang saya tanamkan dari awal untuk berbicara langsung dengan pak Menteri tetap akan saya lanjutkan meski harus bersabar menunggu lama, akhirnya setelah menunggu sekitar 30 menit, Bapak Menteri mengakhiri sambutan dan memukul gong tanda peresmian Penerimaan Siswa baru untuk Tahun pelajaran 2014/2015 di Kutai Timur, namun saya harus bersabar lagi karena kerumunan para guru yang ingin berfoto sama pak Menteri  menghalangi langkah saya untuk bertemu pak menteri untuk memperlihatkan foto kondisi SDI DDI Sangatta.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya kesempatan itu hadir, dengan ucapan 'Mohon ijin Pak Menteri (sambil berjabat tangan)saya ingin memperlihatkan foto kondisi sekolah swasta yang saya pimpin (sambil memegang Camera canon yang berisi Foto Sekolah yang tergenang air). Pak Menteri melirik sebentar sambil berkata "nanti sampaikan saja" sambil beliau berlalu karena di tunggu untuk makan siang di kantor Bupati.

Saya tidak begitu faham maksud dari pak Menteri namun yang saya ketahui bahwa harapan untuk mendapatkan respon atas Uneg-uneg tersebut tidak bisa terselesaikan dan saya harus berfikir mengenai langkah selanjutnnya untuk menyelesaikan permasalahan SDI DDI Sangatta agar tetap Eksis dan lebih Maju kedepannya.Amin Ya Rabbal Alamin

Komentar