Hari ini tanggal 14 Mei 2014 saya ke kantor Bupati Kutai Timur untuk mengecek proposal permohonan bantuan untuk penimbunan Sekolah Dasar Islam DDI Sangatta yang sempat saya antar dua hari sebelumnya. hari itu saya ingin mengantarkan langsung ke Bupati Kutai Timur Bapak Isran Noor, namun karena bertepatan dengan waktu istirahat saya tidak sempat bertemu beliau. Namun di sarankan oleh portir Bupati untuk memasukan proposal tersebut ke ADC Bupati, hal itu saya lakukan untuk kesekian kalinya. karena sebelumnya saya sudah tiga kali memasukan surat prmohonan bantuan untuk SDI DDI yang sering terendam banjir pada saat hujan,hasilnya tidak ada di tanggapi oleh DPU Kutim. Disposisi dari wakil bupati dua kali tidak ada hasil, DPU kutim hanya mengatakan akan mempelajari disposisi tersebut, dan mengatakan itu bukan wewenang kami.
Untuk ketiga kalinya Disposisi Wakil Bupati di Tujukan ke DPU Kutim, tapi berkasnya saya ambil dan saya berinisiatif untuk menghadap asisten IV bidang kesra (Bapak Mugeni) saya menceritakan kronologis tiga buah proposal sebelumnya yang tidak mendapat tanggapan dari DPU Kutim. Setelah mempelajari penyampaian saya bapak Mugeni mengatakan apa yang dibutuhkan sekarang, saya menyampaikan kami butuh timbunan, bapak mugeni menimpali berpa ret, saya katakan sekitar 30 ret, kemudian bapak Mugeni mengatakan saya menyumbang 15 ret, tapi bukan uang Negara itu uang pribadi saya, Itung-itung buat amal, jadi karena saya masih sibuk minggu depan kamu temuin saya.
Belum sempat saya meninggalkan ruangan beliau, mengatakan tidak usah minggu depan, hari ini jam empat temuin saya karena saya masih ada kesibukan. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya. Pada Saat itu ada Bapak walikota sangatta Utara ( gelar Pak Didik Camat sangatta Utara ) yang berada dalam ruangan bapak Mugeni, sebenarnya saya ingin menyodorkan proposal tersebut siapa tau mau menyumbang satu atau dua sak semen, namun karena sedang menerima telpon niat saya urungkan dan meninggalkan ruangan tersebut. saya menuju sekretariat CSR untuk menunggu sampai tiba waktunya pukul empat. Di CSR saya membuka wordpress lalu menuliskan apa yang saya lakukan dalam mencari bantuan untuk Sekolah. Di CSR juga saya menodong senior supaya mau menyumbang meski umpamanya setenga sak semen akhirnya salah satu senior memberikan sumbangan Rp.50.000, senior yang satunya merupakan kasubag di pemerintahan kabupaten Kutai Timur yang belum memberikan hanya mengatakan tenang aja sambil berlalu pergi, meski saya selalu menggodanya agar memberikan sumbangan tapi ternyata Imannya cukup kuat untuk sementara tidak memberikan bantuan. hanya teori-teori yang beliau berikan, meski hanya teori saya anggap itu sumbangan jangka panjang. sedangkan yang dibutuhkan adalah sesuatu yang bisa menyelesaikan rendaman air di kelas
Komentar
Posting Komentar