Hari ini selasa 3 Juni 2014 sekitar jam 07.00 Wite sebuah insiden terjadi pada buah hati kami tercinta Muhammad Dakiyy Dayana Putra yaitu putra pertama kami. Kejadian yang di alami adalah ketika ibunya hendak berangkat kerja tidak lupa untuk memberikan bekal berupa ASI pada Dzakiyy panggailan anak kami. ketika sedang menyusui sang Ibu melihat Kuku anaknya panjang.
Sambil menyusui istri menyuruh saya untuk memotong kuku si Dzakiyy agar tidak berontak/bergerak yang akan menyusahkan saya dalam memotong kukunya. Saya bangkit dari tempat tidur dan mencari gunting kuku/pemotong kuku,setelah mendapatkan pemotong tersebut yang diberikan oleh kakak ipar saya (Weni).
Kuku jari tangan kiri ang lebih dulu saya potong satu persatu, jari kelingking,jari manis,jari tengah serta telunjuk sudah saya potong semua tinggal ibu jarinya aja yang belum,ketika saya memulai memotong kuku ibu jari, agak susah memang memasukan alat pemotong kuku ke bagian ibu jarinya tersebut, setelah berusaha memasukan akhirnya saya mulai menekan pemotong kuku tersebut, beberapa saat saya menekan namun tidak terpotong juga,setelah saya perhatikan dan tiba-tiba anak saya yang sedang minum ASI menangis saya liat lagi ibu jarinya ternyata daging ujung jarinya kemakan oleh alat pemotong tadi sehingga ibu jarinya mengeluarkan darah.
Kami berdua panik karena Dzakiyy menangis kencang/keras saya berusaha menenangkan,namun karena ibunya yang sedang menimangnya dibawa keluar rumah, di saat mendengar tangisan Dzakiyy orang rumah semua keruang tamu, termasuk mertua saya dan kakak ipar yang masih tertidur ikut bangun. Mertua saya marah kenapa motong kuku pagi-pagi, meski kakak ipar saya mengatakan tidak apa-apa tapi ibu mertua masih marah ya mungkin karena sangat sayang sama cucunya. dan itu bisa di maklumi. saya juga sebagai bapak tidak mungkin sengaja melakukan tersebut dan lain kali harus berhati-hati, ini adalah musibah karena kurang hati-hati
Sambil menyusui istri menyuruh saya untuk memotong kuku si Dzakiyy agar tidak berontak/bergerak yang akan menyusahkan saya dalam memotong kukunya. Saya bangkit dari tempat tidur dan mencari gunting kuku/pemotong kuku,setelah mendapatkan pemotong tersebut yang diberikan oleh kakak ipar saya (Weni).
| Muhammad Dzakiyy Dayana Putra |
Kami berdua panik karena Dzakiyy menangis kencang/keras saya berusaha menenangkan,namun karena ibunya yang sedang menimangnya dibawa keluar rumah, di saat mendengar tangisan Dzakiyy orang rumah semua keruang tamu, termasuk mertua saya dan kakak ipar yang masih tertidur ikut bangun. Mertua saya marah kenapa motong kuku pagi-pagi, meski kakak ipar saya mengatakan tidak apa-apa tapi ibu mertua masih marah ya mungkin karena sangat sayang sama cucunya. dan itu bisa di maklumi. saya juga sebagai bapak tidak mungkin sengaja melakukan tersebut dan lain kali harus berhati-hati, ini adalah musibah karena kurang hati-hati
Komentar
Posting Komentar