KONI KUTAI TIMUR; TUMPANG TINDIH PENYELENGGARAAN EVEN OLAHRAGA

Ketua KONI Kutai Timur  bersama Orang Tua Siswa
Kamis,04 Desember 2014 kira-kira pukul 15.00 Wite disela-sela diskusi ketua KONI Kutai timur Harpandi bersama Sekretaris Ismaun membahas masalah rencana kegiatan serta membahas masalah Pekan Olahraga Pelajar Kalimantan Timur (PORPPROV) dan PON Remaja I di Surabaya tahun 2014. 

Topik pembicaraan adalah tidak adanya kordinasi antara Dinas Pendidikan, DISPORAPAR dengan pihak KONI dalam hal penyelenggaraan even olahraga. Harpandi mengatakan bahwa hal ini akan membuat carut marut dunia olahraga karena tumpang tindih kewenangan  dan ini harus dikomunikasikan sehingga kedepannya tidak terjadi ego sektoral (masing-masing lembaga) yang diharapkan adalah kolaborasi dan komunikasi yang efektif demi kemajuan olahraga Kutai Timur. 

Diskusi yang berjalan santai itu, terhenti dikarenakan ada tamu yang medatangi kantor KONI, tamu tersebut merupakan salah satu orang tua siswa asal Rantau Pulung yang anaknya mewakili KALTIM di PON Remaja di Surabaya Cabang Atletik ( Tolak Peluru) . Kedatangan Orang tua siswa tersebut untuk meminta surat dispensasi bagi anaknya sebagai syarat administrasi untuk tidak mengikuti Ujian Semester dikarenakan mengikuti PON Remaja I di Surabaya. Ketua KONI dan Sekretarisnya kaget karena tiba-tiba datang untuk meminta surat dispensasi sedangkan yang membawa anak tersebut adalah Provinsi melalui Dinas Pemuda Olahraga bukan KONI, namun orang tua siswa tersebut disarankan untuk berkordinasi dengan DISPORAPAR Kutai Timur untuk mendapatkan informasi lebih akurat.

Kejadian tersebut membuat Ketua KONI Harpandi akan melakukan komunikasi terhadap dinas-dinas yang memiliki agenda-agenda kegiatan keolahragaan sehingga terjadi sinkronisasi kegiatan antar lembaga penyelenggara dan tidak terjadi kesalahfahaman antar lembaga.





Komentar