BUKU SAKU
PERMAINAN SEPAK TAKRAW
- Pengertian Sepak Takraw
Ada beberapa pendapat para ahli
dalam mendefinisikan sepak takraw diantaranya sanafiah (1992) ; mengatakan sepaktakraw adalah
menyepak bola dengan samping kaki, sisi
kaki bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain. Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak
dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara
mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan
(Depdikbud, 1992). Olahraga sepak takraw adalah transformasi dari permainan
yang dalam bahasa Melayu disebut Sepak Raga (raga =
keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di Filipina disebut Sipa,
di Burma disebutChinlone, di Laos disebut Kator. Catatan
sejarah terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah
Melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459 - 1477).
Pada permainan Sepak Raga para
pemain berdiri membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari
rotan. Transformasi permainan ini terjaidi pada era 1940-an ketika permainan
bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para
pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan
ganda badminton.
Dan pada masa sekarang
bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari
fiber. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World
Championships, yang diadakan di Bangkok, Thailand. (23rd King's Cup SepakTakraw
World Championship 2008: August 25-30th).
Sepak takraw adalah permainan
tradisional dari Asia Tenggara / Rumpun Melayu (Indonesia,Malaysia,Thailand dan
Philipina) yang dikenal sebagai
sepakraga mengalami metamorfosis atau telah dimodivikasi untuk dijadikan sebuah
permianan yang kompetitif dan dimainkan oleh dua regu dengan dibatasi
jaring/net.
- Sejarah Permainan Sepak Takraw
Setiap cabang olahraga yang terlahir di dunia
ini tidak luput dari sejarah permainan olahraga tersebut, dan setiap negara di
dunia memiliki olahraga permainan yang khas, baik itu olahraga
ketangkasan,terukur ataupun olahraga yang lainnya.
Begitu
halnya dengan cabang olahraga sepak takraw, dari berbagai versi mengatakan
bahwa cabang olahraga sepak takraw berasal dari Asia Tenggara yaitu Indonesia,
Thailand, Malaysia, dan Philipina. Adapun yang mengatakan bahwa sepak takraw
itu merupakan budaya dari Melayu.
Olahraga sepaktakraw yang pada awalnya bermula dari permainan
yang sangan sederhana dan sering disebut sebagai bola rotan tidak mempunyai
peraturan permainan dan pertandingan yang sekomplit peraturan seperti sekarang
Negara Asia terutama Asia di wilayah Asia Tenggara telah
mengenal permainan ini dengan nama sepakraga yang menggunakan bola rotan sudah
sejak lama, akan tetapi di setiap negara-negara nama perminannya berbeda-beda,
seperti Malaysia dengn nama Sepak Raga Jaring, Thailand dengan nama Takraw, di
Philipina dengan nama Sipak.
Pada awalnya sepak takraw merupakan olahraga demonstrasi yang
digunakan pada perayaan-perayaan hari tertentu seperti upacara adat,
perkawinan, syukuran, khitanan dsb. Disamping itu juga olahrga ini sebagai rekreasi
dalam mengisi waktu luang, namun yang dilakukan di Malaysia sekitar tahun 1946
yakni Sepak Jaring Laga di lingkungan masyarakat Malaysia. Hal ini menjadi
pelopor dan sebagai titik awal perkembangan olahraga Sepaktakraw menjadi
olahraga nasional Malaysia yang dipertandingkan.
Sejalan persamaan dan keinginan untuk mengembangkan olahraga ini
maka dibentuklah kerjasama antara Malaysia dan Muangthai / Thailand sehingga lahirlah cabang olahraga Sepak
takraw. Nama ini merupakan perpaduan antara bahasa Malaysia dan bahasa
Muangthai yaitu : yaitu sepak dan takraw. “Sepak”
berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di
depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau
barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992)). Perubahan olahrga sepak jaring raga ini menjadi
sepaktakraw diresmikan pada tanggal 27 Maret 1965 di Stadion Nagara Kuala
Lumput pada saat pesta olahraga Asia Tenggara. Pada saat Sea Games ini untuk
pertama kalinya olahraga sepak takraw dipertandingkan dan Malaysia keluar
sebagai juara untuk yang pertamakalinya, sedangkan pada Sea Games yang
selanjutnya pada tahun 1967 Muangthai keluar sebagai juaranya.
C.
Perkembangan Sepaktakraw
di Indonesia
Olahraga
sepaktakraw di Indonesia pada awalnya disebut sepakraga, sepaktago dsb,
tergantung di daerah mana sepaktakraw dimainkan.
Pada
abad XV tepatnya di Semenanjung Malaka dan daerah pesisir pantai lainnya, di
Indonesia sudah berkembang suatu permainan yaitu sepak raga, namun permainan ini cikal bakal permainan
sepaktakraw atau bukan belum diketahui secara pasti. Namun apabila melihat
jenis, karakter serta bentuk permainannya sepakraga ini bisa dijadikan sebagai
cikal bakal permainan sepaktakraw yang sekarang ini kita kenal. Pengenalan
permainan sepak takraw yang pertama kalinya di Indonesia adalah ketika tim
Malaysia datang dan berkunjung ke Jakarta pada bulan September tahun 1970,
kunjungan ini tidak sebatas di Jakarta akan tetapi sapai kepada daerah-daerah
lain.
Kunjungan
dari kedua negara ini telah mendorong Indonesia untuk berpartisipasi dalam
setiap event sepaktakraw. Selanjutnya pada tahun 1974 atas prakarsa Dirjen
Olahraga dan Pemuda khususnya dalam rangka pengembangan olaraga permainan
sepak takraw ini maka didatangkanlah seorang pelatih dari Malaysia untuk
melatih calo-calon peltih di Indonesia.
Sebelum
permainan sepak takraw dikenal oleh masyarakat Indonesia secara umum seperti
sekarang, dahulu permainan ini sudah ada dan berkembanga di daerah-daerah
sampai di desa-desa dengan sebutan sepakraga tujuan dari permainan ini yaitu
untuk mendemonstrasikan/ memperlihatkan/ menunjukkan keterampilan atau
kemahiran tubuh menguasai bola. Cara pelaksanaannya yaitu bola yang terbuat
dari rotan dimainkan dengan seluruh anggota badan seperti kakim paha, dada,
bahu, kepala dsb kecuali tangan.
Pada
awalnya permainan sepaktakraw dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat
dari rotan dengan tujuan memainkan bola selam mungkin tanpa jatuh ke tanah
sehingga permainan ini sangat menarik dan cukup mengasyikan untuk dimainkan.
Dari bentuk permainan ini merupakan permainan merupakan permainan yang berdifat
demonstrasi, dengan lapangan yang digunakan yaitu sebuah lingkaran. Setiap
pemain berdiri di lingkaran tersebut, salah satu pemain berdiri di tengah
lingkaran berfungsi sebagai pengatur bola yang disebut janang, syarat janang
ini haruslah seorang yang sangat mahir dalam menguasai dan memainkan bola
karena fungsinya sebagai pengatur irama permainan dan pengmbalian bola sehingga
permainan ini dapat dilihat sebagai permainan yang sangat menarik dan cantik.
Disamping itu, permainan ini diperagakan hanya pada saat-saat tertentu atau
pada saat ada acara atau keramaian.
Pada periode 1945 – 1986 ada kecendrungan
pada periode ini sepak raga lebih digairahkan beberapa propinsi di SULSEL dan
beberapa daerah di Sumatra tetap terpelihara. Pada tahun 1970 datang rombongan
pemain sepakrakraw dari Malaysia dan beberapa bulan kemudian datang dari
Singapura memperkenalkan sepak raga jaring.
Pemerintah dalam hal ini
Ditjen Olahraga yang dipimpin
oleh Mayjen Supardi, mengembangkan sepaktakraw dengan cikal bakal sepak raga.
Pada tanggal 16 Maret 1970 didirikan organisasi Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia
(PERSERASI) dengan Ketua Umum Drs. Moh. Yunus Akbar, dan pada tangal 6-8
Oktober diadakan kongres I semacam munas yang dihadiri 24 PEMDA
Pada periode tahun
1987 salah satu putusan Kongres I 1986 ialah pemilihan pengurus besar yang baru
yaitu Ir. H. Marjoeni. Dengan hasil keputusan antara lain adalah dirubahnya
sebutan “Sepak raga” menjadi “Sepaktakraw
Perkembangan Sepak takraw di beberapa daerah di Indonesia
1.
Sulawesi Selatan
Di masyarakat Sulawesi Selatan permainan sepakraga ini merupakan
permainan yang sangan populer dan merakyat. Pada waktu itu Sulawesi Selatan di
kenal dengan nama kerajaan Bugis; permainan ini disukai dan digemari oleh para
pemuda bangsawan bugis dan hal ini mendapat restu dari rajanya, selain itu juga
permainan ini banyak dilakukan oleh para pedagang bugis yang bersandar di
pelabuhan-pelabuhan. Didaerah ini permainan sepakraga dimainkan oleh beberapa
orang dengan berbagai variasi gerakan tubuh. Pada zaman ini, permainan
sepakraga mengindentifikasikan tingkat kematangan dan kecakapan seorang pemuda
pemudi bugis, apabila sorang pemuda yang sudah mahir barmain sepakraga ini maka
ia dianggap sebagai pemuda yang sudah cakap. Variasi permainan sendiri terutama
dalam menunjukan kemahiran memainkan bola, seperti memainkan bola dengan sikap
berdiri, sikap jongkok, sikap duduk, sikap tidur dsb. Di masyarakat mandar
menyebut sepakraga dengan marragang (sepak ragang) yang dimainkan secara
melingkar oleh para pemuda mandar, selain dimainkan secara berdiri,duduk,sikap
jongkok bahkan para pemain juga menggunakan sarung.
Agar lebih menarik
permainan sepakraga ini sering di iringi dengan bunyi-bunyian gendang dan alat
musik tradisional lainnya, kemudian para pemain mengiringi irama musik tersebut
dengan gerakan-gerakan memainkan bola seolah-olah bola rotan ini ikut menari di
udara sehingga dapat menambah keindahan permainan sepakraga.
2.
Sumatra Barat
Pada jaman kerajaan dulu, kebanyakan mata pencaharian masyarakat
Sumatra Barat atau yang lebih dikenal dengan Minangkabau adalah bertani dan
berladang. Hampir sepanjang kehidupan mereka dihabiskan dengan bercocok tanam
sehingga tidak banyak bentuk variasi kehidupan yang mereka rasakan yang pada
akhirnya timbul kejenuhan pada mereka.
Dalam mengisi aktivitas rekreasi di keramaian orang ini mereka
bergembira sambil bermain sepakraga; permainan ini dilakukan oleh para pemuda,
orang dewasa. Alat yang digunakan pertama kalinya yaitu sebuah bola yang
terbuat dari rotan.
Permainan sepakraga di Minangkabau dikenal dengan sebutan
Sepakrago atau Barago yang berasal dari kata Rago yaitu bola rotan, sepak yaitu
cara memainkan bola tersebut dengan ditendang-tendang atau dipantulkan tan
jatuh ke tanah.
Pada dasarnya cara permainan sepakrago ini sama dengan permainan
sepakraga pada umumnya, perbedaanya hanya penentuan pemenang dimana ditentukan
dengan lamanya waktu yang digunakan. Pemain yang paling lama memainkan bola tanpa
jatuh ke tanah maka ditetapkan sebagai pemenang.
3.
Kalimantan
Didaerah Kalimantan khusunya di daerah Kandangan olaahraga
sepaktakraw ini telah dikenal sebelum perang dunia pertama, akan tetapi karena
situasi dan sesuatu hal yang belum mengizinkan menyebabkan permainan ini belum
dikenal secara luar. Pada saat ini permainan sepakraga di Kandangan disebut
sebagai Bola Rotan. Permaiana ini diadakan apabila ada upacara adat, pesta
perkawinan, syukuran dsb. Permainan ini bertujuan untuk memeriahkan dan meramaikan
acara-acara tersebut.
Permainan di daerah ini sedikit lebih maju apabila dbandingkan
dengan daerah lainnya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peraturan tertentu
yang menjadi pegangan dalam menetukan suatu pemenang, adapaun peraturannya
antara lain :
1.
alat-alat dan perlngkapan
bola
yang digunakan adalah bola yang terbuat dari rotan yang dianyam dengan seni
anyaman sehingga berbentuk bulat adapun
ukurannya adalah : diameter 15 cm dengan 2 ons. Perlengkapan yang digunakan adalah
kelapian yang terbuat dari kelopak pinang yang dipasang pada kaki sebelah dalam
untuk digunakan menyepak bola.
2.
lapangan, waktu dan
pemain
lapangan permainan ini berupa lapangan rumput/kering
terbuka dengan ukuran panjang 15 m, lebar 15 m dengan sasaran tendangan dipancang
ditengah-tengah (pusat). Permainan ini dimainkan oleh dua regu dan
masing-masing regunya terdiri dari 10 orang.
3 . sistem penilaian
Formasi pemain membentuk lingkaran mengelilinga tiang bambu yang
diletakan ditengah-tengah, selanjutnya permainan diawali dengan warm up/pemanasan
yaitu dengan menyepak bola rotan dari satu pemain dengan pemain lain yang
setelah itu setiap regu menunjukan keahliannya guna mengimbangi dan mengatasi
atraksi lawannya sehingga terjadilah gaya-gaya memainkan bola rotan yang
mengagumkan.
c. Perkembangan Sepak Takraw Internasional (Dunia)
Pada tahun 1965
Sepak Takraw merupakan satu cabang olahraga yang dipertandingkan Pesta Olahraga South Asia
Peninsulars Games ( SEAP GAMES ) yang
diselenggarakan setiap 2 tahun sekali yang diikuti oleh Laos, Thailand,
Singapura dan Malaysia. Pada tahun 1977 jumlah Negara yang mengikuti SEAP Games
diperluas dengan Negara Asia lainnya, yaitu, Indonesia, Brunei dan Philifina;
dan nama SEAP Games diubah menjadi South Asian Games ( SEA GAMES).
Pada tingkat
internasional Sepak Takraw dipertandingkan pada kejuaraan : SEA Games, ASIAN
Games, World Sepak Takraw Championship, World Woman Sepak Takraw Championship,
World Youth Sepak Takraw Championship, King`s Cup Thailand, Merdeka Games,
Arafura Games, Anniversary Cup dan POM asia tenggara.
Dalam musyawarah yang diadakan
Federasi Sepak Takraw Asia (ASTAF) pada tahun 1965 di Malaysia disepakati nama
Sepak raga Jaring diganti namanya menjadi permainan Sepak Takraw. Sepak berasal
dari bahasa Malaysia yang artinya memukul dengan kaki (menendang) dan Takraw
dari bahasa Thailand (Takraw = bola yang terbuat dari rotan). Dan untuk
federasi sepak takraw dunia disebut ISTAF , kejuaraan dunia disebut dengan
ISTAF super series.
d. Perkembangan sepak takraw sekarang
Sepak takraw adalah olahraga beregu yang jenis permainannya bisa
dilakukan oleh 2 orang atau 3 orang dan 5 orang dalam satu timnya. Jenis
permainan sepaktakraw yang terdiri dari 2 orang dalam satu timnya disebut
double event takraw, 3 orang dalam satu timnya disebut jenis permainan regu
takraw dengan sebutak pemainnya yaitu apit kiri, apit kanan dan tekong. Apit
kiri dan apit kanan adalah sebutan untuk pemain yang posisinya berada disebelah
kiri dan kanan serta dekat dengan net, sedangkan tekong yaitu sebutan untuk
pemain yang posisinya berada ditengah dan bertugas sebagai server yaitu orang
yang melakukan servis. Permainan takraw yang dimainkan oleh 5 orang dalam satu
timnya disbut hoop yaitu memasukan bola takraw kedalam keranjang yang digantung
pada ketinggian tertenu dengan menggunkan kaki, paha, bahu, sampai kepalah
kecuali tangan.
Permainan Sepak Takraw sampai
sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang belum
memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan. Permainan
Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke bawah. Hal ini
disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit lebih
besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak Takraw
sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak Takraw
terjadi sangat pesat sekali. Hal ini dapat dilihat mulai tahun 1983, seluruh
daerah di Indonesia sudah memiliki Pengurus daerah (Pengda) atau sekarang
bernama Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia
(PSTI). Permainan Sepak Takraw secara internasional telah membentuk induk
organisasi tingkat asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional
sekarang ini sangat hebat. Tidak hanya negara-negara Asia Tenggara yang
mengembangkan olahraga ini, tapi hampir seluruh bangsa di dunia ini
mengembangkan permainan Sepak Takraw, seperti Amerika, Australia, dan
sebagainya
e. Perkembangan permainan Sepak Takraw
Bentuk
Permainan Sepak Takraw Sepak Takraw adalah suatu permainan yang menggunakan
bola yang terbuat dari rotan (takraw), dimainkan di atas lapangan yang datar
berukuran panjang 13,40 m dan lebar 6,10 m. Ditengah-tengah dibatasi oleh
jaring/net seperti permainan Bulutangkis. Pemainnya terdiri dari dua pihak yang
berhadapan, masing-masing terdiri dari 3 (tiga) orang. Dalam permainan ini yang
dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali tangan. Tujuan dari
setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di
lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain
salah
Definisi permainan Sepak Takraw sebagaimana
tersebut di atas adalah Sepak Takraw Kompetisi. Sepak Takraw Kompetisi ini
dipertandingkan dalam 3 nomor, yaitu : Tim, Regu dan Double-event (ketiga nomor
ini akan dijelaskan pada bab selanjutnya. Pada tahun 2002 dikembangkan nomor
Sepak Takraw baru yang disebut Sepak Takraw Lingkaran (Circle-game), yaitu
sepak takraw yang dimainkan di lapangan berbentuk lingkaran, masing-masing regu
terdiri dari 5 orang pemain, regu tersebut memainkan bola dengan cara mengoper
ke teman secara berhadapan dengan nomor yang saling berurutan, dengan operan
sesuai tingkat kesulitannya (tingkat kesulitan tinggi nilai 3, tingkat
kesulitran rendah nilai 1. Permainan ini di batasi oleh waktu selama 10 menit
untuk masing-masing babak. Regu yang memenangkan perlombaan adalah regu yang
paling banyak mengumpulkan nilai selama waktu 10 menit tersebut.
Pada tahun
2006 Sepak Takraw Lingkaran digantikan dengan nomor baru yaitu : Hoop-Takraw,bentuk
permainan nomor ini hampir sama dengan sepak takraw Lingkaran (circle-game),
tetapi pemain yang 5 orang tersebut harus memasukkan bola ke atas “Ring
berdiameter 1 meter (bulatan besi) yang dipasang dengan tali setinggi 4,50
meter untuk puetri dan 4,75 meter untuk putera di tengah bulatan pemain
Pemain
berusaha memasukkan bola ke ring sebanyak-banyaknya dengan pukulan yang telah
ditentukan dalam waktu 30 menit (bentuk permainan nomor ini akan dijelaskan
lebih lanjut pada bab berikutnya. Ada nomor Sepak Takraw kompetisi yang baru
diperkenalkan mulai tahun 2005 yang dikenal dengan nama “Double-event”, nomor
ini dimainkan oleh 2 orang dalam satu regunya. Aturan permainannya sama dengan
Sepak Takraw kompetisi, hanya pemain yang servis tidak dari daerah circle
(tempat tekong biasa servis), tetapi dari garis belakang (base-line) dengan
bola dilambungkan sendiri dan disepak melewati net. Nomor double-event ini akan
dibahas lebih lanjut pada bab V halaman 56. . Permainan Sepak Takraw kompetisi
dasarnya adalah dari permainan Sepak Raga yang dimodifikasi untuk menjadi suatu
bentuk permainan yang dipertandingkan. Sedangkan permainan Sepak Takraw
lingkaran (Circle-game) adalah kembali kepada bentuk sepak raga yang awalnya
muncul secara tradisional yang diperlombakan. Seperti kita ketahui permainan
Sepak raga merupakan olahraga tradisional , yaitu suatu permainan rakyat sejak
dulu yang terdapat dan populer di beberapa daerah di Indonesia dan Semenanjung
Malaka mulai dari Myanmar sampai perbatasan Singapura. Permainan ini sangat
digemari masyarakat bahkan di Malaysia termasuk olahraga wajib di sekolah.
Permainan Sepak raga di Indonesia dan Malaysia, awalnya dimainkan oleh beberapa
orang ( 6-9 orang) dalam suatu lingkaran yang disebut permainan Sepak raga
bulatan. Pada tahun 1945 di Malaysia permainan Sepak raga bulatan kemudian
dimodifikasi menjadi bentuk permainan yang dimainkan di atas lapangan empat
persegi panjang dan di tengah-tengahnya dipasang jaring yang dikenal dengan
nama : Sepak raga Jaring . Olahrtaga ini juga berkembang di laos, Thailand dan
Singapura
BAB II
ATURAN PERMAINAN
1)
Proses permainan
Seperti
halnya dengan permainan atau cabang olahraga yang lainnya sepak takraw juga
mempunyai aturan dalam bermain.
Aturan permainan
sepaktakraw dari tahun ke tahun mengalami perubahan.
Permainan
sepak takraw adalah jenis olahraga yang dalam permainannya menggunakan kaki
untuk menendang dan menahan bola, kepala untuk menyundul,serta paha untuk
menahan bola takraw. Dalam permainan sepak takraw hanya boleh 3 kali sentuh
baik dilakukan satu orang pemain ataupun
di oper keteman yang lain, untuk sentuhan yang ketiga harus dikembalikan ke
lapangan lawan dengan melewatkan bola tersebut di atas net, agar tidak jatuh di
lapangan sendiri, sehingga dalam permainan ini dibutuhkan ketangkasan dan
kelincahan para pemain untuk memainkan bola.
Setiap
regu dalam permainan sepak takraw terdiri atas tiga orang pemain, yaitu tekong,
apit kiri dan apit kanan atau istilah lain (striker/penyemes dan
Feeder/pengumpan). Tekong bertugas
melakukan service atau melambungkan bola ke daerah lapangan lawan. Service
dilakukan dengan cara apit kiri atau apit kanan yang bertugas melambungkan bola
kepada tekong untuk diservice
Sebelum
melakukan pertandingan terlebih dahulu dilakukan pemilihan tempat atau bola
dengan cara diundi dengan melempar koin, regu yang menang undian berhak memilih
tempat atau bola untuk melakukan service terlebih dahulu.
Setelah
dilakukan pengundian, kedua regu harus memasuki lapangan pertandingan untuk
mengambil posisi masing-masing untuk memulai pertandingan.
Sebelum
melakukan service setiap regu diberikan kesempatan untuk melakukan pemanasan
selama kurang lebih dua menit. Dalam pemanasan ini hanya lima orang pemain yang
diperbolehkan bergerak bebas di lapangan selama pemanasan berlangsung.
b. Official (petugas pertandingan)
Suatu pertandingan
harus dipimpin technikal sebagai berikut :
2 orang Technical Delegotate
6 orang juri (dewan hakim)
1 orang Official Refree
2 orang wasit (wasit utama dan
wasit dua)
6 orang penjaga garis samping
dan belakang
Sebelum
memulai pertandingan wasit yang memimpin mengecek kesiapan pemain, lines man (penjaga
Garis) dan lapangan. Wasit yang memimpin suatu pertandingan sepak takraw ada wasit utama yang memimpin jalannya
pertandingan dengan duduk di lebih tinggi dari pada net, untuk memantau atau
melihat pemain yang melakukan pelanggaran (menyentuh net). Wasit didampingi
juga asisten wasit yang bertugas membantu wasit utama memantau pelanggaran yang
dilakukan oleh para pemain.
c. Lapangan Permainan Sepak
Takraw
Permainan
Sepak Takraw menggunakan lapangan yang sama ukurannya dengan lapangan
badminton, dengan ukuran :
Ø
Panjang Lapangan: 13,42 meter.
Ø
Lebar Lapangan : 6,10 meter.
Ø
Garis Batas: adalah garis (lines) yang lebarnya + 5 cm.
Ø Lingkaran
Tengah: Ditengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan
permulaan (service). dengan garis tengah lingkaran 61 cm.
Ø
Garis seperempat lingkaran: Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat
garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang
melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90
cm.
Tiang: Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Tiang: Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Ø
Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.Jaring
(net):
Ø
Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran
lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari
6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang
diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jarring 1,55 dari
tanah atau lantai.
Gambar ii. Lapangan Sepak
Takraw
Ø Bola Takraw
Gambar 3. Bola Takraw
Bola
yang digunakan dalam permainan sepak takraw Terbuat dari plastik dimana awalnya
adalah terbuat dari rotan, merek bola
yang sering digunakan adalah Marathon (buatan Thailan) dan Gajah Mas (buatan
Malaysia) dengan no T 201 untuk putra dan T201j untuk putri. Ukuran bola
takraw adalah sebagai berikut;
- Bola berbentuk bulat, dibuat dari rotan atau plastik (synthetic fibre).
- berat bola untuk putra 170-180 gram
- berat bola untuk putri 150-160 gram
- lingkaran keliling bola untuk putra 42-44 cm
- lingkaran keliling bola untuk putri 43-45 cm.
- bola terdiri dari 9-11 strains (anyaman). dan mempunyai 12 lubang.
2)
Kesalahan-kesalahan dalam permainan Sepak Takraw
● Kesalahan Pihak Penyepak (Melakukan Service) Bola
Apabila
sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri,
memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
Apabila mengangkat kaki, menginjak
garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
Tekong melompat
saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau
menginjank garis lingkaran servis.
Tekong tidak menyepak bola
yang dilambungkan kepadanya.
Bola menyetuh salah
seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
Bola jatuh
diluar lapangan.
Bola
tidak melewati net.
● Kesalahan
Pihak Penerima Service
Berusaha
mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara
keras atau membuat keributan).
● Kesalahan
kedua Pihak
Ada pemain yang mengambil bola dilapangan
lawan.
Menginjak dan melewati satu telapak
kaki garis tengah.
Ada pemain
yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada
saat ”The Follow Trugh Ball”
Memainkan
bola lebih dari tiga kali.
Bola
mengenai tangan.
Menahan atau menjepit bola antara
lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
Bola mengenai loteng atau pembetas
lainnya.
3) Posisi Pemain Selama Service
Bagi
regu yang mendapat giliran untuk melakukan service harus memperhatikan posisi
masing-masing pemain, tekong berdiri dalam lingkaran yang berada di
tengah-tengah sisi belakang lapangan, dan apit kiri dan apit kanan berdiri pada
lingkaran yang terdapat disudut kiri dan kanan yang berada di samping tiang net
dengan ketentuan tidak boleh menyentuh net dan keluar dari garis sebelum bola
melewati jaring/net . Saat
permainan dimulai, semua pemain dari kedua regu harus berada pada lapangan dan
menempati posisinya masing-masing. Tekong berdiri dengan salah satu kaki berada
dalam lingkaran service
Pemain apit Kanan dan apit kiri berdiri pada
tempatnya masing-masing, sedangkan pemain lawan diberikan kebebasan untuk
bergerak dilapangan sendiri.
Gambar.1. Posisi Pemain Pada Saat
melakukan servic
Sumber:
4. Pinalty
(hukuman)
Pemain
yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari
wasit apabila :
Memperlihatkan
sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan
yang diambil.
Menghubungi
wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil. Meninggakan lapangan permainan
tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan. Memberikan bola kepada pihak
lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan keras. Berkelakuan tidak sopan selama
permainan. Apabila
hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain maka wasit menggunakan kartu
sebagai berikut:
Kartu Kuning
Sebagai
tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib
seperti yang diatas.
Kartu Merah
Apabila
pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama. Sikap kasar dan tidak sopan
seperti memukul, menendang, meludah dan lain-lain.
5.
Sistem perhitungan
angka
Apabila
penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus
melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
Angka
kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20,
pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25
poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
Memberikan
kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir set pertama atau
kedua termasuk Tie Break.
Apabila
masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set
“Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan
pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
Sistem
perhitungan angka menggunakan Relly Poin dengan setiap regu melakukan service
sebanyak tiga kali kemudian pindah service
Pergantian
pemain :1.
1. Setiap
“Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu
pertandingan.
2. Pergantian
pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau
pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
3. Setiap
regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah
melakukan pergantian pemain satu
4. Pemain
yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian
pemain sebelumnya.
BAB III
TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK TAKRAW
Teknik Dasar
Permainan Sepak Takraw Belajar Bermain Sepak Takraw Pendahuluan Permainan Sepak
Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang
belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan.
Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke
bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau
sakit lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan
Sepak Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan
Sepak Takraw terjadi sangat pesat sekali.
Dalam
permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali
tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa
sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat
pelanggaran atau bermain salah
Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik,
seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan yang baik.
Kemampuan yang sangat penting dan sangat perlu adalah kemampuan dasar bermain
sepaktakraw. Menurut Ratinus Darwis dan Penghulu Basa, (1992: 15). Tanpa
menguasai kemampuan dasar atau teknik dasar, maka permainan sepaktakraw tidak
dapat dimainkan dengan baik. Agar dapat melatih penguasaan teknik dan taktik
permainan sepaktakraw harus berpedoman pada gerakangerakan yang mudah ke sulit.
Menurut Sudrajat Prawirasaputra (2000: 24) teknik sepaktakraw meliputi sepakan,
yaitu: sepaksila, sepakkuda, sepakbadek,
sepakcungkil, heading (sundulan kepala), memaha, mendada, menapak, sepakmula
(servis), smash, dan blocking”. Menurut Ratinus
Darwis dan Penghulu Basa (1992:
15) ”teknik dasar sepaktakraw terdiri dari: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil,
menapak, sepakbadek, heading, mendada, menahan, membahu”.
Sedangkan menurut Slamet S.R. (1994: 153-155)
Teknik dasar sepaktakraw antara lain: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil,
sepaktelapak kaki, lemparan sepakmula.
Menurut Sulaiman (2004: 18) untuk dapat
bermain sepaktakraw yang baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan
atau keterampilan dasar bermain yang baik. kemampuan yang dimaksud adalah
kemampuan dasar bermain sepaktakraw.
a. Teknik dasar dalam permainan sepaktakraw
antara lain :
1) Sepak sila
2) Sepak kura atau Sepak kuda
3) Sepak badek atau Sepak simpuh
4) Teknik memaha atau main menggunakan paha
Teknik dasar bermain diatas antara satu
dengan lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Tanpa menguasai
teknik dasar sepaktakraw permainan ini tidak dapat dimainkan dengan baik.
Teknik dasar dimiliki dengan baik jika berlatih dengan baik.
Namun tidak berararti bahwa prestasi
sepaktakraw itu hanya ditentukan oleh pemilik teknik dasar yang baik saja,
faktor-faktor lainpun banyak lagi yang menunjang peningkatan prestasi, misalnya
: fisik, mental, taktik dan strategi, dan yang lainnya.
1) Teknik
Dasar Sepaksila
Menurut Sulaiman (2004: 18), sepaksila adalah
menyepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam. Sepaksila digunakan untuk
menerima dan menguasai bola, mengumpan untuk serangan smash dan untuk
menyelamatkanserangan lawan.
Teknik melakukan Sepaksila :
a) Berdiri dengan dua kaki terbuka berjarak
selebar bahu.
b) Jarak badan terhadap bola kurang lebih
sejauh separuh panjang lengan, jadi badan lebih dekat terhadap bola karena kaki
pemukul berada dengan posisi seperti orang bersila (ditekuk).
c) Kaki sepak digerakkan melipat setinggi
lutut kaki tumpu.
d) Bola dikenai atau bersentuh dengan bagian
dalam kaki sepak pada bagian bawah bola.
e) Kaki tumpu agak ditekuk sedikit dan badan
dibungkukan sedikit.
f) Kedua tangan dibuka dan di bengkokan pada
siku untuk menjaga
keseimbangan.
g) Pergelangan kaki sepak pada waktu menyepak
dikencangkan.
h) Bola disepak ke atas lurus melewati
kepala.
· Fungsi
Sepak Sila:
1.
Sebagai sepakan sajian awal (servis) atau sepak mula.
2.
Untuk menerima smes dan langsung di lambungkan dan di arhkan kepada apit kiri
atau apit kanan.
3.
Untuk menyuguhkan umpan kepada smesser
2)Teknik
Sepak kura atau Sepak kuda
Menurut Sulaiman (2004: 19), sepak kura atau
sepakkuda adalah sepakan atau menyepak dengan menggunakan punggung kaki. Sepak
kura atau sepak kuda digunakan untuk memainkan bola yang datangnya rendah dan
kencang (keras) atau menyelamatkan bola dari serangan lawan, untuk bertahan
atau menguasai
bola dalam usaha menyelamatkan bola dari
serangan lawan supaya tidak jatuh.
Teknik melakukan Sepak kura Atau Sepak kuda :
a) Berdiri dengan kedua kaki terbuka selebar
bahu.
b) Jarak badan terhadap bola kurang lebih sejauh
panjang lengan, karena kaki pemukul pada posisi punggung kaki, sehingga
cenderung kaki agak lurus.
c) Lutut kaki sepak dibengkokkan sedikit sambil
ujung jari kaki mengarah ke lantai, kaki tendang diangkat ke arah bola yang
datang.
d) Bola disentuh pada bagian bawahnya, dengan
bagian atas kaki (punggung kaki).
e) Badan dibungkukkan sedikit, kaki tumpu
agak ditekuk.
f) Kedua tangan dibuka dan dibengkokkan pada
siku untuk menjaga
keseimbangan.
g) Bola disepak ke atas setinggi lutut.
Fungsi
sepak kuda adalah sebagai sepakan smes yaitu dengan cara melakukan gulingan
badan (seperti salto)dan sentakkan kaki pada waktu melakukan sepakkan.
3)Teknik
Sepak badek atau Sepak simpuh
Menurut Sulaiman (2004: 22), sepakbadek atau
sepaksimpuh adalah menyepak bola dengan kaki bagian luar atau samping luar.
Disebut juga sepaksimpuh karena menyepak bola sama seperti sikap bersimpuh.
Sepakbadek digunakan untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan,
menyelamatkan bola dari smash
lawan dan untuk mengontrol atau menguasai bola dalam usaha
penyelamatan.
Teknik melakukan Sepak badek atau Sepak simpuh
:
a) Berdiri dengan kedua kaki terbuka dengan
jaraknya selebar bahu.
b) Kaki yang digunakan untuk badek digerakkan
keluar, berputar pada paha dengan menghadapkan samping luar kaki ke arah bola.
c) Tinggi gerakan kaki tidak melebihi lutut.
d) Bola disentuh pada bagian bawahnya dengan
menggunakan sisi luar kaki.
e) Untuk keseimbangan, badan dicondongkan sedikit
ke arah berlawanan dari kaki yang digunakan (kalau kaki kiri yang digunakan
badan condongkan ke kanan dan sebaliknya).
f) Untuk keseimbangan, kedua tangan dibuka
dan dibengkokkan pada siku.
g) Lutut sedikit ditekuk, dan pandangan ke
arah bola.
4)Teknik
Memaha
Menurut Sulaiman (2004: 23), memaha adalah
memainkan bola dengan paha dalam usaha mengontrol bola. Memaha dapat digunakan untuk
menahan dan menerima bola dari serangan lawan, atau untuk membentuk dan
menyusun serangan.
Teknik melakukan Memaha :
a) Berdiri dengan kedua kaki selebar bahu.
b) Kaki diangkat keatas dengan cara lutut
ditekuk dan paha tidak melebihi tinggi pinggang (sesuaikan dengan datangnya
bola).
c) Kaki tumpu ditekuk sedikit dan berat badan
ada pada kaki tumpu.
d) Kedua tangan terbuka untuk menjaga
keseimbangan.
e) Bola dikenakan pada paha di atas lutut,
agar bola yang datang dapat memantul. Perkenaan pada baha tepat di tengah paha,
tidak pada pangkal paha atau pada ujung paha (lutut).
f) Bola yang dikontrol diarahkan lururs ke
atas agar dapat dikuasai lebih lanjut.
Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan
bahwa untuk memainkan sepaktakraw dengan baik, dalam pengertian mampu
memperagakan teknik-tekniknya dengan baik, keterampilan dasar merupakan landasan
yang harus dibina sejak awal. Rangkaian latihannya secara bertahap dalam tata
urut yang logis menuju pembelajaran teknik-teknik dasar sepaktakraw. Karena
peragaan satu teknik dasar suatu cabang olahraga, seperti dalam sepaktakraw
misalnya, didukung oleh kombinasi beberapa
keterampilan dasar. Selain itu untuk dapat
bermain sepaktakraw dengan baik, di samping harus memiliki kondisi fisik prima,
keterampilan teknik dan taktik perlu juga dikuasai secara baik juga. Selain
teknik dasar juga ada teknik khusus dalam sepaktakraw.
b. Teknik Khusus dalam permainan sepaktakraw
Selain teknik dasar dalam permainan sepaktakraw
seorang pemain juga harus mempunyai atau menguasai teknik khusus. Tanpa
memiliki teknik khusus itu, permainan sepaktakraw tidak bisa dilakukan dengan
baik dan sempurna. Teknik khusus tidak lain adalah cara bermain sepaktakraw.
Teknik khusus sangat berperan
didalam sebuah permainan karena setelah bola
dikuasai apa yang harus dilakukan untuk membuat serangan dan serangan itu dapat
menghasilkan angka atau poin. Kemampuan atau ketrampilan yang dimaksud dengan
teknik khusus dalam permainan sepaktakraw di atas adalah:
1) Sepak mula (servis).
2) Menerima sepakmula (servis).
3) Mengumpan.
4) Smash.
5) Block/
menahan.
5. Smes
Smes dalam
sepak takraw merupakan teknik lanjutan yang harus dikuasai oleh semua pemain,
terutama pemain pada posisi apit baik apit kanan maupun apit kiri. Smes dalam
sepak takraw memiliki tingkat kesulitan yang relatif lebih tinggi dibandingkan
dengan teknik yang lain. Smes adalah salah satu teknik serangan yang sangat
penting dan merupakan rangkaian gerak yang sangat menentukan dalam permainan
sepak takraw. Jenis smes yang dikenal dalam sepak takraw ada dua; yaitu smes
gulung dan smes kedeng.
Smes gulung
adalah jenis smes dalam sepak takraw yang paling sering dilakukan oleh pemain
yang profesional, karena dalam smes gulung memiliki kelebihan dibanding jenis
smes yang lain dalam hal kerasnya hasil sepakan dalam gerakan smes ini. Namun
kekurangannya, jenis smes gulung memiliki tingkat kompleksitas gerak yang lebih
tinggi dan lebih sulit diterapkan pada level massal atau dasar bagi anak-anak
sekolah maupun atlet pemula di klub-klub sepak takraw yang baru. Smes kedeng
adalah jenis smes yang juga sering ditemukan dalam sepak takraw. Kelebihan
jenis smes ini adalah mudah dilakukan oleh pemain bila dibandingkan jenis smes
yang pertama di atas. Keterampilan olahraga termasuk keterampilan smes kedeng
dalam sepak takraw hanya akan dikuasai dengan baik hanya dengan melakukan
latihan yang teratur dan menganut program latihan yang jelas dan terukur.
Unsur
kondisi fisik yang dominan dalam melakukan smes diantaranya adalah unsur
kecepatan dan ketepatan. Untuk melakukan latihan kecepatan maka hendaknya
latihan dilakukan secara tetap dengan kekuatan penuh sehingga akan menjadikan
hasil gerak smes yang keras dan pada akhirnya karena gerakan dilakukan secara
tetap maka keterampilan motorik yang didapat menjadi otomatisasi gerakan. Untuk
melakukan latihan ketepatan maka latihan hendaknya dilakukan secara bertahap
dan berganti-ganti. Ini dilakukan dengan tujuan untuk merangsang motorik
terbentuk dalam kondisi yang berubah atau berbeda-beda. Seorang pemain yang telah
melakukan gerakan tertentu dalam cabang olahraga akan memperoleh informasi
tentang beberapa aspek mengenai gerak yang dilakukan melalui beberapa saluran
informasi. Mohamad Annas / Journal of Physical Education, Health and Sport 1
(1) (2014) 37
Bentuk informasi
gerak tersebut sudah terkandung dalam respon tertentu. Respon atau pelaksanaan
dan hasil yang diperoleh merupakan sumber dari umpan balik. Informasi akan
terwujud dalam berbagai bentuk. Dengan menggunakan metode bertahap maka
keterampilan gerak yang diperoleh tidak hanya berlaku pada satu keadaan atau
satu kondisi saja, melainkan dapat ditampilkan pada berbagai situasi yang
berbeda-beda. Keterampilan gerak tersebut diperoleh karena telah
dikondisikannya pada situasi dan kondisi yang berbeda sehingga sensomotorik
yang ada pada seseorang terbentuk sama kuatnya untuk membaca situasi dan
kondisi yang berbeda pula. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam suatu gerakan
kadangkala diketahui secara jelas, tetapi ada yang sukar dikenal dan karenanya
harus belajar untuk mengevaluasi informasi dan aspek yang terdapat didalamnya.
Untuk mengetahui benar salahnya suatu gerakan dibutuhkan rujukan tentang
gerakan yang benar. Umpan balik pada dasarnya merupakan suatu informasi yang
diperoleh dengan membandingkan rujukan gerak yang telah dipelajari dengan apa
yang baru dilakukan. Itu sebabnya proses deteksi kesalahan sendiri akan
menumbuhkan sensomotorik yang kuat bagi seseorang untuk melakukan gerakan pada
berbagai situasi yang berbeda. Smes kedeng dalam sepaktakraw merupakan
penggabungan komponen kecepatan dan ketepatan, maka timbul permasalahan dalam
menerapkan model latihan yang tepat.
Latihan
menurut Suharno HP. (1985:7) adalah “proses penyempurnaan atau pendewasaan
atlet secara sadar untuk mencapai prestasi maksimal dengan diberi beban fisik
dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang waktunya”. Ini
berarti bahwa untuk dapat meningkatkan dan menyempurnakan kemampuan
keterampilan seorang atlet ataupun keterampilan seorang siswa dalam melakukan gerakan
smes termasuk didalamnya smes kedeng, beban latihan atau beban kerja harus
disusun berdasarkan prinsip-prinsip di atas seperti harus teratur, terarah,
meningkat dan berulang-ulang.
Latihan
smes kedeng dengan pendekatan area yang bertahap pada dasarnya juga merupakan
aplikasi dari prinsip latihan di atas. Dalam penelitian ini latihan smes kedeng
dilakukan dengan mengadopsi salah satu prinsip latihan di atas, bahwa latihan
yang baik salah satu prinsip latihannya adalah dengan memberikan beban kerja latihan
yang bertahap, dari yang mudah dan beranjak ke tahap yang lebih sulit atau
lebih kompleks. Latihan smes kedeng dalam penelitian ini telah didesain
berdasarkan prinsip latihan di atas. Peneliti telah memberikan desain latihan
smes kedeng sedemikian rupa agar latihan smes kedeng ini betul-betul sesuai
dengan prinsip latihan yang memberikan beban kerja dari yang mudah ke yang
lebih sulit, seperti memanipulasi area target dari area atau target yang lebih
luas berubah dengan memberikan area yang lebih sempit secara berjenjang sesuai
dengan manipulatif yang disengaja oleh peneliti.
Bukti bahwa
dalam penelitian ini prinsip latihannya telah mengadopsi prinsip latihan
seperti yang dikemukakan Suharno HP adalah, target atau area smes yang dipasang
di atas net didesain agar latihan-latihan pada periode awal lebih mudah
dibandingkan dengan latihan-latihan pada periode berikutnya. Dalam penelitian
ini latihan dilakukan selama 16 pertemuan ditambah 2 pertemuan yang digunakan
untuk pre test dan post test. Dari 16 kali pertemuan ini terbagi dalam 4
periode latihan. Masing-masing periode dilakukan selama 4 kali pertemuan. Dalam
periode pertama, latihan smes kedeng dilakukan dengan durasi 4 pertemuan dan
didesain siswa melakukan smes kedeng dengan area target seluas 60cm (tinggi) x
6,1m (panjang) yang dibuat di atas permukaan bibir net. Pada periode kedua,
target yang berupa area di atas net kita persempit (kita turunkan) luasnya
menjadi 50cm (tinggi) x 6,1m (panjang), periode ke tiga, latihan kita tingkat
kesulitannya dengan menurunkan kembali luas area yang menjadi target latihan
menjadi 40cm (tinggi) x 6,1m (panjang) dengan durasi yang masih sama yaitu 4
kali pertemuan, dan yang terakhir pada periode latihan yang keempat, durasi
latihan tetap 4 kali pertemuan dengan meninggikan lagi tingkat kesulitannya
dengan jalan memberikan target area latihan menjadi 30cm (tinggi) x 6,1m
(panjang). Manipulatif seperti inilah yang sengaja dilakukan peneliti untuk
memberikan beban latihan berjenjang meningkat tingkat kesulitannya dengan tujuan
akhirnya adalah untuk membiasakan siswa atau anak coba untuk merespon gerakan
pada kondisi yang berbeda. Mohamad Annas / Journal of Physical Education, Health and Sport 1
(1) (2014) 38
6. Heading ( Sundulan Kepala )
Sikap
dasar dan pelaksanaan heading :
1.
Berdiri pada kedua kaki menghadap kedatangan bola.
2.
Heading bisa di lakukan dengan dahi samping kanan/kiri kepala,dan belakang
kepala.
3.
Bola datang setinggi kepala, maka kepala menyambutnya dengan suatu gerakan kaki
atau dan kepala guna membantu tenaga pantulan atau arah yang di perlukan.
4.
Bola berkecepatan tinggi cukup di sambut dengan kepala dan mengarahkannya.
5.
Benturan bola pada kepala cukup keras,sehingga si pemain harus memperhitungkan
akan ‘risiko’ yang akan di rasakannya.
6. Fungsi
heading ini sebagai alat pembendung (blocking) atau smes juga di gunakan
sebagai umpan.
7. Sistem perhitungan angka
Apabila
penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus
melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
Angka
kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20,
pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25
poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
Memberikan
kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir set pertama atau
kedua termasuk Tie Break.
Apabila
masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set
“Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan
pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
Sistem
perhitungan angka menggunakan Relly Poin
Pergantian
pemain :1.
1. Setiap
“Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu
pertandingan.
2. Pergantian
pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau
pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.3
3. Setiap
regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah
melakukan pergantian pemain kali.4. Pemain yang mendapat kartu
merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.
8.
Posisi pemain pada saat service
Sebelum
permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam
posisi siap bermain.
Dalam
melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran
service.
Kedua
apit kita melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
Lawan
atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri.
PEMBINAAN
PRESTASI



TERIMAKASIH ATAS INFONYA ,,,
BalasHapushttps://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/
sippp
BalasHapus