BUDAYA SEPAK TAKRAW

PERMAINAN SEPAK TAKRAW


  1. Pengertian Sepak Takraw

Ada beberapa pendapat para ahli dalam mendefinisikan sepak takraw diantaranya sanafiah (1992) ; mengatakan sepaktakraw adalah menyepak bola dengan samping kaki, sisi kaki bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain.  Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992).  Olahraga sepak takraw adalah transformasi dari permainan yang dalam bahasa Melayu disebut Sepak Raga (raga = keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di Filipina disebut Sipa, di Burma disebutChinlone, di Laos disebut Kator. Catatan sejarah terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah Melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459 - 1477).
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan. Transformasi permainan ini terjadi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton.
 Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World Championships, yang diadakan di Bangkok, Thailand. (23rd King's Cup SepakTakraw World Championship 2008: August 25-30th).
Sepak takraw adalah permainan tradisional dari Asia Tenggara / Rumpun Melayu (Indonesia, Malaysia,Thailand dan Philipina)  yang dikenal sebagai sepakraga mengalami metamorfosis atau telah dimodivikasi untuk dijadikan sebuah permianan yang kompetitif dan dimainkan oleh dua regu dengan dibatasi jaring/net.



  1. Sejarah Permainan Sepak Takraw

Setiap cabang olahraga yang terlahir di dunia ini tidak luput dari sejarah permainan olahraga tersebut, dan setiap negara di dunia memiliki olahraga permainan yang khas, baik itu olahraga ketangkasan,terukur ataupun olahraga yang lainnya.

Begitu halnya dengan cabang olahraga sepak takraw, dari berbagai versi mengatakan bahwa cabang olahraga sepak takraw berasal dari Asia Tenggara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Philipina. Adapun yang mengatakan bahwa sepak takraw itu merupakan budaya dari Melayu.

Olahraga sepaktakraw yang pada awalnya bermula dari permainan yang sangan sederhana dan sering disebut sebagai bola rotan tidak mempunyai peraturan permainan dan pertandingan yang sekomplit peraturan seperti sekarang

Negara Asia terutama Asia di wilayah Asia Tenggara telah mengenal permainan ini dengan nama sepakraga yang menggunakan bola rotan sudah sejak lama, akan tetapi di setiap negara-negara nama perminannya berbeda-beda, seperti Malaysia dengn nama Sepak Raga Jaring, Thailand dengan nama Takraw, di Philipina dengan nama Sipak.

Pada awalnya sepak takraw merupakan olahraga demonstrasi yang digunakan pada perayaan-perayaan hari tertentu seperti upacara adat, perkawinan, syukuran, khitanan dsb. Disamping itu juga olahrga ini sebagai rekreasi dalam mengisi waktu luang, namun yang dilakukan di Malaysia sekitar tahun 1946 yakni Sepak Jaring Laga di lingkungan masyarakat Malaysia. Hal ini menjadi pelopor dan sebagai titik awal perkembangan olahraga Sepaktakraw menjadi olahraga nasional Malaysia yang dipertandingkan.

Sejalan persamaan dan keinginan untuk mengembangkan olahraga ini maka dibentuklah kerjasama antara Malaysia dan Muangthai / Thailand  sehingga lahirlah cabang olahraga Sepak takraw. Nama ini merupakan perpaduan antara bahasa Malaysia dan bahasa Muangthai yaitu : yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992)). Perubahan olahrga sepak jaring raga ini menjadi sepaktakraw diresmikan pada tanggal 27 Maret 1965 di Stadion Nagara Kuala Lumput pada saat pesta olahraga Asia Tenggara. Pada saat Sea Games ini untuk pertama kalinya olahraga sepak takraw dipertandingkan dan Malaysia keluar sebagai juara untuk yang pertamakalinya, sedangkan pada Sea Games yang selanjutnya pada tahun 1967 Muangthai keluar sebagai juaranya. 

C.      Perkembangan Sepaktakraw di Indonesia

Olahraga sepaktakraw di Indonesia pada awalnya disebut sepakraga, sepaktago dsb, tergantung di daerah mana sepaktakraw dimainkan.

Pada abad XV tepatnya di Semenanjung Malaka dan daerah pesisir pantai lainnya, di Indonesia sudah berkembang suatu permainan yaitu sepak raga, namun  permainan ini cikal bakal permainan sepaktakraw atau bukan belum diketahui secara pasti. Namun apabila melihat jenis, karakter serta bentuk permainannya sepakraga ini bisa dijadikan sebagai cikal bakal permainan sepaktakraw yang sekarang ini kita kenal. Pengenalan permainan sepak takraw yang pertama kalinya di Indonesia adalah ketika tim Malaysia datang dan berkunjung ke Jakarta pada bulan September tahun 1970, kunjungan ini tidak sebatas di Jakarta akan tetapi sapai kepada daerah-daerah lain.

Kunjungan dari kedua negara ini telah mendorong Indonesia untuk berpartisipasi dalam setiap event sepaktakraw. Selanjutnya pada tahun 1974 atas prakarsa Dirjen Olahraga dan Pemuda khususnya dalam rangka pengembangan olaraga  permainan sepak takraw ini maka didatangkanlah seorang pelatih dari Malaysia untuk melatih calo-calon peltih di Indonesia.

Sebelum permainan sepak takraw dikenal oleh masyarakat Indonesia secara umum seperti sekarang, dahulu permainan ini sudah ada dan berkembanga di daerah-daerah sampai di desa-desa dengan sebutan sepakraga tujuan dari permainan ini yaitu untuk mendemonstrasikan/ memperlihatkan/ menunjukkan keterampilan atau kemahiran tubuh menguasai bola. Cara pelaksanaannya yaitu bola yang terbuat dari rotan dimainkan dengan seluruh anggota badan seperti kakim paha, dada, bahu, kepala dsb kecuali tangan.

Pada awalnya permainan sepaktakraw dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari rotan dengan tujuan memainkan bola selam mungkin tanpa jatuh ke tanah sehingga permainan ini sangat menarik dan cukup mengasyikan untuk dimainkan. Dari bentuk permainan ini merupakan permainan merupakan permainan yang berdifat demonstrasi, dengan lapangan yang digunakan yaitu sebuah lingkaran. Setiap pemain berdiri di lingkaran tersebut, salah satu pemain berdiri di tengah lingkaran berfungsi sebagai pengatur bola yang disebut janang, syarat janang ini haruslah seorang yang sangat mahir dalam menguasai dan memainkan bola karena fungsinya sebagai pengatur irama permainan dan pengmbalian bola sehingga permainan ini dapat dilihat sebagai permainan yang sangat menarik dan cantik. Disamping itu, permainan ini diperagakan hanya pada saat-saat tertentu atau pada saat ada acara atau keramaian.
Pada periode 1945 – 1986 ada kecendrungan pada periode ini sepak raga lebih digairahkan beberapa propinsi di SULSEL dan beberapa daerah di Sumatra tetap terpelihara. Pada tahun 1970 datang rombongan pemain sepakrakraw dari Malaysia dan beberapa bulan kemudian datang dari Singapura memperkenalkan sepak raga jaring.
Pemerintah dalam hal ini Ditjen Olahraga yang dipimpin oleh Mayjen Supardi, mengembangkan sepaktakraw dengan cikal bakal sepak raga. Pada tanggal 16 Maret 1970 didirikan Organisasi Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia  (PERSERASI) Ketua Umum Drs. Moh. Yunus Akbar, dan pada tangal 6-8 Oktober diadakan kongres I semacam munas yang dihadiri 24 PEMDA
Pada periode tahun 1987 salah satu putusan Kongres I 1986 ialah pemilihan pengurus besar yang baru yaitu Ir. H. Marjoeni. Dengan hasil keputusan antara lain adalah dirubahnya sebutan “Sepak raga” menjadi “Sepaktakraw

Perkembangan Sepak takraw di beberapa daerah di Indonesia
1.       Sulawesi Selatan

Di masyarakat Sulawesi Selatan permainan sepakraga ini merupakan permainan yang sangan populer dan merakyat. Pada waktu itu Sulawesi Selatan di kenal dengan nama kerajaan Bugis; permainan ini disukai dan digemari oleh para pemuda bangsawan bugis dan hal ini mendapat restu dari rajanya, selain itu juga permainan ini banyak dilakukan oleh para pedagang bugis yang bersandar di pelabuhan-pelabuhan. Didaerah ini permainan sepakraga dimainkan oleh beberapa orang dengan berbagai variasi gerakan tubuh. Pada zaman ini, permainan sepakraga mengindentifikasikan tingkat kematangan dan kecakapan seorang pemuda pemudi bugis, apabila sorang pemuda yang sudah mahir barmain sepakraga ini maka ia dianggap sebagai pemuda yang sudah cakap. Variasi permainan sendiri terutama dalam menunjukan kemahiran memainkan bola, seperti memainkan bola dengan sikap berdiri, sikap jongkok, sikap duduk, sikap tidur dsb. Di masyarakat mandar menyebut sepakraga dengan marragang (sepak ragang) yang dimainkan secara melingkar oleh para pemuda mandar, selain dimainkan secara berdiri,duduk,sikap jongkok bahkan para pemain juga menggunakan sarung.

Gambar.1. Ilustrasi permainan sepak raga jaman dahulu
Sumber : anonim 2014

Agar lebih menarik permainan sepakraga ini sering di iringi dengan bunyi-bunyian gendang dan alat musik tradisional lainnya, kemudian para pemain mengiringi irama musik tersebut dengan gerakan-gerakan memainkan bola seolah-olah bola rotan ini ikut menari di udara sehingga dapat menambah keindahan permainan sepakraga.
2.       Sumatra Barat

Pada jaman kerajaan dulu, kebanyakan mata pencaharian masyarakat Sumatra Barat atau yang lebih dikenal dengan Minangkabau adalah bertani dan berladang. Hampir sepanjang kehidupan mereka dihabiskan dengan bercocok tanam sehingga tidak banyak bentuk variasi kehidupan yang mereka rasakan yang pada akhirnya timbul kejenuhan pada mereka.
Dalam mengisi aktivitas rekreasi di keramaian orang ini mereka bergembira sambil bermain sepakraga; permainan ini dilakukan oleh para pemuda, orang dewasa. Alat yang digunakan pertama kalinya yaitu sebuah bola yang terbuat dari rotan.
Permainan sepakraga di Minangkabau dikenal dengan sebutan Sepakrago atau Barago yang berasal dari kata Rago yaitu bola rotan, sepak yaitu cara memainkan bola tersebut dengan ditendang-tendang atau dipantulkan tan jatuh ke tanah.
Pada dasarnya cara permainan sepakrago ini sama dengan permainan sepakraga pada umumnya, perbedaanya hanya penentuan pemenang dimana ditentukan dengan lamanya waktu yang digunakan. Pemain yang paling lama memainkan bola tanpa jatuh ke tanah maka ditetapkan sebagai pemenang.

3.       Kalimantan

Didaerah Kalimantan khusunya di daerah Kandangan olaahraga sepaktakraw ini telah dikenal sebelum perang dunia pertama, akan tetapi karena situasi dan sesuatu hal yang belum mengizinkan menyebabkan permainan ini belum dikenal secara luar. Pada saat ini permainan sepakraga di Kandangan disebut sebagai Bola Rotan. Permaiana ini diadakan apabila ada upacara adat, pesta perkawinan, syukuran dsb. Permainan ini bertujuan untuk memeriahkan dan meramaikan acara-acara tersebut.
Permainan di daerah ini sedikit lebih maju apabila dbandingkan dengan daerah lainnya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peraturan tertentu yang menjadi pegangan dalam menetukan suatu pemenang, adapaun peraturannya antara lain :
a.      alat-alat dan perlngkapan

bola yang digunakan adalah bola yang terbuat dari rotan yang dianyam dengan seni anyaman sehingga berbentuk bulat  adapun ukurannya adalah : diameter 15 cm dengan 2 ons. Perlengkapan yang digunakan adalah kelapian yang terbuat dari kelopak pinang yang dipasang pada kaki sebelah dalam untuk digunakan menyepak bola.

b.      lapangan, waktu dan pemain

lapangan  permainan ini berupa lapangan rumput/kering terbuka dengan ukuran panjang 15 m, lebar 15 m dengan sasaran tendangan dipancang ditengah-tengah (pusat). Permainan ini dimainkan oleh dua regu dan masing-masing regunya terdiri dari 10 orang.
c . sistem penilaian

Formasi pemain membentuk lingkaran mengelilinga tiang bambu yang diletakan ditengah-tengah, selanjutnya permainan diawali dengan warm up/pemanasan yaitu dengan menyepak bola rotan dari satu pemain dengan pemain lain yang setelah itu setiap regu menunjukan keahliannya guna mengimbangi dan mengatasi atraksi lawannya sehingga terjadilah gaya-gaya memainkan bola rotan yang mengagumkan.
d. Perkembangan Sepak Takraw Internasional (Dunia)

Pada tahun 1965 Sepak Takraw merupakan satu cabang olahraga  yang dipertandingkan Pesta Olahraga South Asia Peninsulars Games ( SEAP GAMES ) yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali yang diikuti oleh Laos, Thailand, Singapura dan Malaysia. Pada tahun 1977 jumlah Negara yang mengikuti SEAP Games diperluas dengan Negara Asia lainnya, yaitu, Indonesia, Brunei dan Philifina; dan nama SEAP Games diubah menjadi South Asian Games ( SEA GAMES).
Pada tingkat internasional Sepak Takraw dipertandingkan pada kejuaraan : SEA Games, ASIAN Games, World Sepak Takraw Championship, World Woman Sepak Takraw Championship, World Youth Sepak Takraw Championship, King`s Cup Thailand, Merdeka Games, Arafura Games, Anniversary Cup dan POM asia tenggara.
Pada tahun 1982 dibentuk organisasi sepak takraw negara-negara Asia yang di sebut ASTAF (Asian Sepak Takraw Federation) yang beranggotakan 14 negara asia yaitu, Malaysia, Indonesia, brunei Darussalam, India, Korea, Myanmar, china , Philipina, Jepang, Laos, Srilanka, vietnam thailand dan Singapura
Pada Tanggal 5 maret 1992 diresmikan konstitusi organisasi sepak takraw Internasional dengan Nama “ISTAF” International Sepak Takraw Federation, yang awalnya beranggotakan 16 Negara yaitu Amerika dan finlandia dengan 14 Negara anggota ASTAF
Sepak takraw di masing-masing negara pengembang diberi nama yang beraneka ragam diantaranya:
1.      Di singapura dikenal dengan nama bola sepak raga
2.      Malaysia dikenal dengan nama Sepak takraw jaring
3.      Burnei dikenal dengan nama sepak raga jala
4.      Indonesia dikenal sepak ragang  (Sulawesi)
5.      China dengan nama teng chew
6.      Burma atau myanmar dengan nama ching loong
7.      Ceylon atau sayland dengan nama Raga
8.      Laos terkenal dengan nama Kator
9.      Philipina dikenal dengan sebutan sipa
10.  Thailan dengan sebutan Takraw
11.  ASTAF menyepakati dengan nama SEPAK TAKRAW sampai sekarang.
Turnamen Sepak takraw pada tingkat Internasional dipertandingkan di SEA GAMES, ASIAN GAMES, Word Sepak takraw Championship, Word women sepaktakraw  International  Championship, Youth sepak takraw international chamnpionship,king’s CUP thailand, merdeka Games, Arafura Games, Anniversary CUP dan POM Asia Tenggara.
e  Perkembangan sepak takraw sekarang
Sepak takraw adalah olahraga beregu yang jenis permainannya bisa dilakukan oleh 2 orang atau 3 orang dan 5 orang dalam satu timnya. Jenis permainan sepaktakraw yang terdiri dari 2 orang dalam satu timnya disebut double event takraw, 3 orang dalam satu timnya disebut jenis permainan regu takraw dengan sebutak pemainnya yaitu apit kiri, apit kanan dan tekong. Apit kiri dan apit kanan adalah sebutan untuk pemain yang posisinya berada disebelah kiri dan kanan serta dekat dengan net, sedangkan tekong yaitu sebutan untuk pemain yang posisinya berada ditengah dan bertugas sebagai server yaitu orang yang melakukan servis. Permainan takraw yang dimainkan oleh 5 orang dalam satu timnya disbut hoop yaitu memasukan bola takraw kedalam keranjang yang digantung pada ketinggian tertenu dengan menggunkan kaki, paha, bahu, sampai kepalah kecuali tangan.
Permainan Sepak Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan. Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak Takraw terjadi sangat pesat sekali. Hal ini dapat dilihat mulai tahun 1983, seluruh daerah di Indonesia sudah memiliki Pengurus daerah (Pengda) atau sekarang bernama Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI). Permainan Sepak Takraw secara internasional telah membentuk induk organisasi tingkat asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional sekarang ini sangat hebat. Tidak hanya negara-negara Asia Tenggara yang mengembangkan olahraga ini, tapi hampir seluruh bangsa di dunia ini mengembangkan permainan Sepak Takraw, seperti Amerika, Australia, dan sebagainya
f.  Perkembangan permainan Sepak Takraw

Bentuk Permainan Sepak Takraw Sepak Takraw adalah suatu permainan yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan (takraw), dimainkan di atas lapangan yang datar berukuran panjang 13,40 m dan lebar 6,10 m. Ditengah-tengah dibatasi oleh jaring/net seperti permainan Bulutangkis. Pemainnya terdiri dari dua pihak yang berhadapan, masing-masing terdiri dari 3 (tiga) orang. Dalam permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah
Definisi permainan Sepak Takraw sebagaimana tersebut di atas adalah Sepak Takraw Kompetisi. Sepak Takraw Kompetisi ini dipertandingkan dalam 3 nomor, yaitu : Tim, Regu dan Double-event (ketiga nomor ini akan dijelaskan pada bab selanjutnya. Pada tahun 2002 dikembangkan nomor Sepak Takraw baru yang disebut Sepak Takraw Lingkaran (Circle-game), yaitu sepak takraw yang dimainkan di lapangan berbentuk lingkaran, masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain, regu tersebut memainkan bola dengan cara mengoper ke teman secara berhadapan dengan nomor yang saling berurutan, dengan operan sesuai tingkat kesulitannya (tingkat kesulitan tinggi nilai 3, tingkat kesulitran rendah nilai 1. Permainan ini di batasi oleh waktu selama 10 menit untuk masing-masing babak. Regu yang memenangkan perlombaan adalah regu yang paling banyak mengumpulkan nilai selama waktu 10 menit tersebut.
Pada tahun 2006 Sepak Takraw Lingkaran digantikan dengan nomor baru yaitu : Hoop-Takraw,bentuk permainan nomor ini hampir sama dengan sepak takraw Lingkaran (circle-game), tetapi pemain yang 5 orang tersebut harus memasukkan bola ke atas “Ring berdiameter 1 meter (bulatan besi) yang dipasang dengan tali setinggi 4,50 meter untuk puetri dan 4,75 meter untuk putera di tengah bulatan pemain
Pemain berusaha memasukkan bola ke ring sebanyak-banyaknya dengan pukulan yang telah ditentukan dalam waktu 30 menit (bentuk permainan nomor ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bab berikutnya. Ada nomor Sepak Takraw kompetisi yang baru diperkenalkan mulai tahun 2005 yang dikenal dengan nama “Double-event”, nomor ini dimainkan oleh 2 orang dalam satu regunya. Aturan permainannya sama dengan Sepak Takraw kompetisi, hanya pemain yang servis tidak dari daerah circle (tempat tekong biasa servis), tetapi dari garis belakang (base-line) dengan bola dilambungkan sendiri dan disepak melewati net. Nomor double-event ini akan dibahas lebih lanjut pada bab V halaman 56. . Permainan Sepak Takraw kompetisi dasarnya adalah dari permainan Sepak Raga yang dimodifikasi untuk menjadi suatu bentuk permainan yang dipertandingkan. Sedangkan permainan Sepak Takraw lingkaran (Circle-game) adalah kembali kepada bentuk sepak raga yang awalnya muncul secara tradisional yang diperlombakan. Seperti kita ketahui permainan Sepak raga merupakan olahraga tradisional , yaitu suatu permainan rakyat sejak dulu yang terdapat dan populer di beberapa daerah di Indonesia dan Semenanjung Malaka mulai dari Myanmar sampai perbatasan Singapura. Permainan ini sangat digemari masyarakat bahkan di Malaysia termasuk olahraga wajib di sekolah. Permainan Sepak raga di Indonesia dan Malaysia, awalnya dimainkan oleh beberapa orang ( 6-9 orang) dalam suatu lingkaran yang disebut permainan Sepak raga bulatan. Pada tahun 1945 di Malaysia permainan Sepak raga bulatan kemudian dimodifikasi menjadi bentuk permainan yang dimainkan di atas lapangan empat persegi panjang dan di tengah-tengahnya dipasang jaring yang dikenal dengan nama : Sepak raga Jaring . Olahrtaga ini juga berkembang di laos, Thailand dan Singapura










BAB II
ATURAN PERMAINAN
a.      Proses permainan

Seperti halnya dengan permainan atau cabang olahraga yang lainnya sepak takraw juga mempunyai aturan dalam bermain.
Aturan permainan sepaktakraw dari tahun ke tahun mengalami perubahan.
Permainan sepak takraw adalah jenis olahraga yang dalam permainannya menggunakan kaki untuk menendang dan menahan bola, kepala untuk menyundul,serta paha untuk menahan bola takraw. Dalam permainan sepak takraw hanya boleh 3 kali sentuh baik  dilakukan satu orang pemain ataupun di oper keteman yang lain, untuk sentuhan yang ketiga harus dikembalikan ke lapangan lawan dengan melewatkan bola tersebut di atas net, agar tidak jatuh di lapangan sendiri, sehingga dalam permainan ini dibutuhkan ketangkasan dan kelincahan para pemain untuk memainkan bola.
Setiap regu dalam permainan sepak takraw terdiri atas tiga orang pemain, yaitu tekong, apit kiri dan apit kanan atau istilah lain (striker/penyemes dan Feeder/pengumpan).  Tekong bertugas melakukan service atau melambungkan bola ke daerah lapangan lawan. Service dilakukan dengan cara apit kiri atau apit kanan yang bertugas melambungkan bola kepada tekong untuk diservice
Sebelum melakukan pertandingan terlebih dahulu dilakukan pemilihan tempat atau bola dengan cara diundi dengan melempar koin, regu yang menang undian berhak memilih tempat atau bola untuk melakukan service terlebih dahulu. 
Setelah dilakukan pengundian, kedua regu harus memasuki lapangan pertandingan untuk mengambil posisi masing-masing untuk memulai pertandingan.
Sebelum melakukan service setiap regu diberikan kesempatan untuk melakukan pemanasan selama kurang lebih dua menit. Dalam pemanasan ini hanya lima orang pemain yang diperbolehkan bergerak bebas di lapangan selama pemanasan berlangsung. 
b.     Official (petugas pertandingan)
Suatu pertandingan harus dipimpin technikal sebagai berikut :
2 orang Technical Delegotate
6 orang juri (dewan hakim)
1 orang Official Refree
2 orang wasit (wasit utama dan wasit dua)
6 orang penjaga garis samping dan belakang
Sebelum memulai pertandingan wasit yang memimpin mengecek kesiapan pemain, lines man (penjaga Garis) dan lapangan. Wasit yang memimpin suatu pertandingan sepak takraw  ada wasit utama yang memimpin jalannya pertandingan dengan duduk di lebih tinggi dari pada net, untuk memantau atau melihat pemain yang melakukan pelanggaran (menyentuh net). Wasit didampingi juga asisten wasit yang bertugas membantu wasit utama memantau pelanggaran yang dilakukan oleh para pemain.
c.      Lapangan Permainan Sepak Takraw

Permainan Sepak Takraw menggunakan lapangan yang sama ukurannya dengan lapangan badminton, dengan ukuran :
Ø   Panjang Lapangan: 13,42 meter.
Ø   Lebar Lapangan : 6,10 meter.
Ø   Garis Batas: adalah garis (lines) yang lebarnya + 5 cm.
Ø Lingkaran Tengah: Ditengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan permulaan (service). dengan garis tengah lingkaran 61 cm.
Ø   Garis seperempat lingkaran: Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90 cm.
Tiang: Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Ø   Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.Jaring (net):
Gambar 2. Lapangan Sepak Takraw
                Sumber: Iyarkus


Ø  Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jarring 1,55 dari tanah atau lantai.

d.      Bola Takraw



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkJxesUxlwBf2kzf9gn4PKVmfx-2Nit068YhrroDZqGiMsJ7u0_ezl2l5UC5hVCKiLSEtIzLHhv_vvpXAfjLLbcGZi5-RHGcXXnIoM2JzlWZJH3F-UDUwMfNvD8U7B855F9GCNgFJZLTU/s200/takraw.jpg



Gambar 3. Bola Takraw

Bola yang digunakan dalam permainan sepak takraw Terbuat dari plastik dimana awalnya adalah terbuat dari rotan,  merek bola yang sering digunakan adalah Marathon (buatan Thailan) dan Gajah Mas (buatan Malaysia) dengan no T 201 untuk putra dan T201j untuk putri.  Ukuran bola takraw adalah sebagai berikut;
  1. Bola berbentuk bulat, dibuat dari rotan atau plastik (synthetic fibre).
  2. berat bola untuk putra 170-180 gram 
  3. berat bola untuk putri 150-160 gram
  4. lingkaran keliling bola untuk putra 42-44 cm
  5. lingkaran keliling bola untuk putri 43-45 cm.
  6. bola terdiri dari 9-11 strains (anyaman). dan mempunyai 12 lubang.

e.      Kesalahan-kesalahan dalam permainan Sepak Takraw
Kesalahan Pihak Penyepak (Melakukan Service) Bola

 Apabila sebagai pelambung masih memainkan bola,  melemparkan bola pada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
   Apabila mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
Gambar. 4. Kesalahan posisi kaki pada saat Servis
  Tekong melompat saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjank garis lingkaran servis.
Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.

  Bola menyetuh salah seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
   Bola jatuh diluar lapangan.
    Bola tidak melewati net.
Kesalahan Pihak Penerima Service
Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras  atau membuat keributan).
●  Kesalahan kedua Pihak

    Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
    Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
   Ada pemain yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh Ball”
     Memainkan bola lebih dari tiga kali.
     Bola mengenai tangan.
   Menahan atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
    Bola mengenai loteng atau pembetas lainnya.
Gambar.5. Kesalahan Pemain menyentuh jaring Net

f.         Posisi Pemain Selama Service

Bagi regu yang mendapat giliran untuk melakukan service harus memperhatikan posisi masing-masing pemain, tekong berdiri dalam lingkaran yang berada di tengah-tengah sisi belakang lapangan, dan apit kiri dan apit kanan berdiri pada lingkaran yang terdapat disudut kiri dan kanan yang berada di samping tiang net dengan ketentuan tidak boleh menyentuh net dan keluar dari garis sebelum bola melewati jaring/net .  Saat permainan dimulai, semua pemain dari kedua regu harus berada pada lapangan dan menempati posisinya masing-masing. Tekong berdiri dengan salah satu kaki berada dalam lingkaran service
Pemain apit Kanan dan apit kiri berdiri pada tempatnya masing-masing, sedangkan pemain lawan diberikan kebebasan untuk bergerak dilapangan sendiri.








           Gambar.6 Posisi Pemain Pada Saat melakukan servic   

g. Pinalty (hukuman)

Pemain yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari wasit apabila :
Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan yang diambil.
Menghubungi wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil. Meninggakan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan. Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan keras. Berkelakuan tidak sopan selama permainan. Apabila hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain maka wasit menggunakan kartu sebagai berikut:
1. Kartu Kuning
Sebagai tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib seperti yang diatas.
2. Kartu Merah 
Apabila pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama. Sikap kasar dan tidak sopan seperti memukul, menendang, meludah dan lain-lain.



h. Sistem perhitungan angka

Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir  set pertama atau kedua termasuk Tie Break.
Apabila masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
Sistem perhitungan angka menggunakan Relly Poin dengan setiap regu melakukan service sebanyak tiga kali kemudian pindah service
Pergantian pemain :1.   
1.  Setiap “Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
2.   Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
3. Setiap regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah melakukan pergantian pemain satu
4. Pemain yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.

      
















 BAB III

TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK TAKRAW

Teknik Dasar Permainan Sepak Takraw Belajar Bermain Sepak Takraw Pendahuluan Permainan Sepak Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan. Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak Takraw terjadi sangat pesat sekali.  
Dalam permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah
Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan yang baik. Kemampuan yang sangat penting dan sangat perlu adalah kemampuan dasar bermain sepaktakraw. Menurut Ratinus Darwis dan Penghulu Basa, (1992: 15). Tanpa menguasai kemampuan dasar atau teknik dasar, maka permainan sepaktakraw tidak dapat dimainkan dengan baik. Agar dapat melatih penguasaan teknik dan taktik permainan sepaktakraw harus berpedoman pada gerakangerakan yang mudah ke sulit. Menurut Sudrajat Prawirasaputra (2000: 24) teknik sepaktakraw meliputi sepakan,
yaitu: sepaksila, sepakkuda, sepakbadek, sepakcungkil, heading (sundulan kepala), memaha, mendada, menapak, sepakmula (servis), smash, dan blocking”. Menurut Ratinus
Darwis dan Penghulu Basa (1992: 15) ”teknik dasar sepaktakraw terdiri dari: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil, menapak, sepakbadek, heading, mendada, menahan, membahu”.
Sedangkan menurut Slamet S.R. (1994: 153-155) Teknik dasar sepaktakraw antara lain: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil, sepaktelapak kaki, lemparan sepakmula.
Menurut Sulaiman (2004: 18) untuk dapat bermain sepaktakraw yang baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan dasar bermain yang baik. kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan dasar bermain sepaktakraw.
a. Teknik dasar dalam permainan sepaktakraw antara lain :
1) Sepak sila
2) Sepak kura atau Sepak kuda
3) Sepak badek atau Sepak simpuh
4) Teknik memaha atau main menggunakan paha
Teknik dasar bermain diatas antara satu dengan lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Tanpa menguasai teknik dasar sepaktakraw permainan ini tidak dapat dimainkan dengan baik. Teknik dasar dimiliki dengan baik jika berlatih dengan baik.
Namun tidak berararti bahwa prestasi sepaktakraw itu hanya ditentukan oleh pemilik teknik dasar yang baik saja, faktor-faktor lainpun banyak lagi yang menunjang peningkatan prestasi, misalnya : fisik, mental, taktik dan strategi, dan yang lainnya.

1) Teknik Dasar Sepak sila
Menurut Sulaiman (2004: 18), sepaksila adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam. Sepaksila digunakan untuk menerima dan menguasai bola, mengumpan untuk serangan smash dan untuk menyelamatkanserangan lawan.
Teknik melakukan Sepaksila :
a) Berdiri dengan dua kaki terbuka berjarak selebar bahu.
b) Jarak badan terhadap bola kurang lebih sejauh separuh panjang lengan, jadi badan lebih dekat terhadap bola karena kaki pemukul berada dengan posisi seperti orang bersila (ditekuk).
c) Kaki sepak digerakkan melipat setinggi lutut kaki tumpu.
d) Bola dikenai atau bersentuh dengan bagian dalam kaki sepak pada bagian bawah bola.
e) Kaki tumpu agak ditekuk sedikit dan badan dibungkukan sedikit.
f) Kedua tangan dibuka dan di bengkokan pada siku untuk menjaga
keseimbangan.
g) Pergelangan kaki sepak pada waktu menyepak dikencangkan.
h) Bola disepak ke atas lurus melewati kepala.

Gambar.7. Teknik Dasar Sepak Sila
·           Fungsi Sepak Sila:
1.     Sebagai sepakan sajian awal (servis) atau sepak mula.
2.     Untuk menerima smes dan langsung di lambungkan dan di arhkan kepada apit kiri atau   apit kanan.
3.     Untuk menyuguhkan umpan kepada smesser
2)Teknik Sepak kura atau Sepak kuda
Menurut Sulaiman (2004: 19), sepak kura atau sepakkuda adalah sepakan atau menyepak dengan menggunakan punggung kaki. Sepak kura atau sepak kuda digunakan untuk memainkan bola yang datangnya rendah dan kencang (keras) atau menyelamatkan bola dari serangan lawan, untuk bertahan atau menguasai
bola dalam usaha menyelamatkan bola dari serangan lawan supaya tidak jatuh.
Teknik melakukan Sepak kura Atau Sepak kuda :
a) Berdiri dengan kedua kaki terbuka selebar bahu.
b) Jarak badan terhadap bola kurang lebih sejauh panjang lengan, karena kaki pemukul pada posisi punggung kaki, sehingga cenderung kaki agak lurus.
c) Lutut kaki sepak dibengkokkan sedikit sambil ujung jari kaki mengarah ke lantai, kaki tendang diangkat ke arah bola yang datang.
d) Bola disentuh pada bagian bawahnya, dengan bagian atas kaki (punggung kaki).
e) Badan dibungkukkan sedikit, kaki tumpu agak ditekuk.
f) Kedua tangan dibuka dan dibengkokkan pada siku untuk menjaga
keseimbangan.
g) Bola disepak ke atas setinggi lutut.
Fungsi sepak kuda adalah sebagai sepakan smes yaitu dengan cara melakukan gulingan badan (seperti salto)dan sentakkan kaki pada waktu melakukan sepakkan.
3)Teknik Sepak badek atau Sepak simpuh
Menurut Sulaiman (2004: 22), sepak badek atau sepak simpuh adalah menyepak bola dengan kaki bagian luar atau samping luar. Disebut juga sepaksimpuh karena menyepak bola sama seperti sikap bersimpuh. Sepakbadek digunakan untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan, menyelamatkan bola dari smash
lawan dan untuk mengontrol atau menguasai bola dalam usaha penyelamatan.
Teknik melakukan Sepak badek atau Sepak simpuh :
a) Berdiri dengan kedua kaki terbuka dengan jaraknya selebar bahu.
b) Kaki yang digunakan untuk badek digerakkan keluar, berputar pada paha dengan menghadapkan samping luar kaki ke arah bola.
c) Tinggi gerakan kaki tidak melebihi lutut.
d) Bola disentuh pada bagian bawahnya dengan menggunakan sisi luar kaki.
e) Untuk keseimbangan, badan dicondongkan sedikit ke arah berlawanan dari kaki yang digunakan (kalau kaki kiri yang digunakan badan condongkan ke kanan dan sebaliknya).
f) Untuk keseimbangan, kedua tangan dibuka dan dibengkokkan pada siku.
g) Lutut sedikit ditekuk, dan pandangan ke arah bola.
4)Teknik Memaha
Gambar.8. Cara memaha

Menurut Sulaiman (2004: 23), memaha adalah memainkan bola dengan paha dalam usaha mengontrol bola. Memaha dapat digunakan untuk menahan dan menerima bola dari serangan lawan, atau untuk membentuk dan menyusun serangan.
Teknik melakukan Memaha :
a) Berdiri dengan kedua kaki selebar bahu.
b) Kaki diangkat keatas dengan cara lutut ditekuk dan paha tidak melebihi tinggi pinggang (sesuaikan dengan datangnya bola).
c) Kaki tumpu ditekuk sedikit dan berat badan ada pada kaki tumpu.
d) Kedua tangan terbuka untuk menjaga keseimbangan.
e) Bola dikenakan pada paha di atas lutut, agar bola yang datang dapat memantul. Perkenaan pada baha tepat di tengah paha, tidak pada pangkal paha atau pada ujung paha (lutut).
f) Bola yang dikontrol diarahkan lururs ke atas agar dapat dikuasai lebih lanjut.
5) Teknik Mendada
            Mendada adalah memainkan bola dengan menggunakan dada, mendada dapat digunakan untuk mengontrol bola, adapun cara untuk menggunakan dada untuk mengontrol bola adalah sebagai berikut:
a. Berdiri dengan kedua kaki, dengan salah satu kaki berada di
 belakang, badan dilentikan sedikit ke belakang.
b. Pandangan ke arah datangnya bola.
c. Perkenaan bola di usahakan mengenai bagian tengah dada
d. Kedua lengan tangan terbuka untuk menjaga keseimbangan

e. Bola yang diterima diusahakan bergerak ke atas untuk dapat di kontrol lebih lanjut.

Gambar. 9.  beberapa tehnik dalam permainan sepak takraw
Sumber: Makalah sepak takraw hidayatul Ashar SMKN 2 Raha



6) Membahu
            Membahu adalah memainkan bola dengan bagian badan antara batas lengan dan leher, dalam usaha mempertahankan serangan dari pihak lawan. Membahu digunakan untuk bertahan dari serangan lawan secara mendadak (tiba-tiba) dimana pihak pemain bertahan dalam keadaan terdesak dan dalam posisi yang kurang baik.
Tehnik Membahu
a. Berdiri dengan kedua kaki terbuka dengan jarak selebar bahu
b. Bahu digerakan ke atas saat bola datang
c. Pandangan terfokus ke arah datangnya bola
d. Bola disentuh pada bagian bawah
e. Bola digerakan ke atas untuk gerakan lanjutan

Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk memainkan sepaktakraw dengan baik, dalam pengertian mampu memperagakan teknik-tekniknya dengan baik, keterampilan dasar merupakan landasan yang harus dibina sejak awal. Rangkaian latihannya secara bertahap dalam tata urut yang logis menuju pembelajaran teknik-teknik dasar sepaktakraw. Karena peragaan satu teknik dasar suatu cabang olahraga, seperti dalam sepaktakraw misalnya, didukung oleh kombinasi beberapa
keterampilan dasar. Selain itu untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, di samping harus memiliki kondisi fisik prima, keterampilan teknik dan taktik perlu juga dikuasai secara baik juga. Selain teknik dasar juga ada teknik khusus dalam sepaktakraw.
b. Teknik Khusus dalam permainan sepaktakraw
Selain teknik dasar dalam permainan sepaktakraw seorang pemain juga harus mempunyai atau menguasai teknik khusus. Tanpa memiliki teknik khusus itu, permainan sepaktakraw tidak bisa dilakukan dengan baik dan sempurna. Teknik khusus tidak lain adalah cara bermain sepaktakraw. Teknik khusus sangat berperan
didalam sebuah permainan karena setelah bola dikuasai apa yang harus dilakukan untuk membuat serangan dan serangan itu dapat menghasilkan angka atau poin. Kemampuan atau ketrampilan yang dimaksud dengan teknik khusus dalam permainan sepaktakraw di atas adalah:
1) Sepak mula (servis).
2) Menerima sepakmula (servis).
3) Mengumpan.
4) Smash.
5) Block/ menahan.
5. Macam-macam smesh
Serangan atau smes adalah pukulan bola yang keras dan tajam kearah bidang lapangan lawan. Smes dalam permainan sepak takraw merupakan teknik yang paling penting dan harus dikuasai oleh seorang pemain, karena dengan smes ini angka dapat lengan mudah diperoleh oleh regu yang bertanding dan dapat memenangkan suatu pertandingan dengan mudah (Sulaiman, 2008 : 36). Smes dalam sepak takraw dapat dilakukan dengan kepala, bagian punggung kaki, kaki bagian luar, kaki bagian dalam, dan telapak kaki. Macam-macam teknik smes
dengan kaki yaitu: smes kedeng, smes gunting, smesh gulung (salto).
Gambar.10. Macam-macam Smash
Smes dalam sepak takraw merupakan teknik lanjutan yang harus dikuasai oleh semua pemain, terutama pemain pada posisi apit baik apit kanan maupun apit kiri. Smes dalam sepak takraw memiliki tingkat kesulitan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan teknik yang lain. Smes adalah salah satu teknik serangan yang sangat penting dan merupakan rangkaian gerak yang sangat menentukan dalam permainan sepak takraw. Jenis smes yang dikenal dalam sepak takraw ada dua; yaitu smes gulung dan smes kedeng.
Smes gulung adalah jenis smes dalam sepak takraw yang paling sering dilakukan oleh pemain yang profesional, karena dalam smes gulung memiliki kelebihan dibanding jenis smes yang lain dalam hal kerasnya hasil sepakan dalam gerakan smes ini. Namun kekurangannya, jenis smes gulung memiliki tingkat kompleksitas gerak yang lebih tinggi dan lebih sulit diterapkan pada level massal atau dasar bagi anak-anak sekolah maupun atlet pemula di klub-klub sepak takraw yang baru. Smes kedeng adalah jenis smes yang juga sering ditemukan dalam sepak takraw. Kelebihan jenis smes ini adalah mudah dilakukan oleh pemain bila dibandingkan jenis smes yang pertama di atas. Keterampilan olahraga termasuk keterampilan smes kedeng dalam sepak takraw hanya akan dikuasai dengan baik hanya dengan melakukan latihan yang teratur dan menganut program latihan yang jelas dan terukur.
Gambar.11. Smash Gulung
Unsur kondisi fisik yang dominan dalam melakukan smes diantaranya adalah unsur kecepatan dan ketepatan. Untuk melakukan latihan kecepatan maka hendaknya latihan dilakukan secara tetap dengan kekuatan penuh sehingga akan menjadikan hasil gerak smes yang keras dan pada akhirnya karena gerakan dilakukan secara tetap maka keterampilan motorik yang didapat menjadi otomatisasi gerakan. Untuk melakukan latihan ketepatan maka latihan hendaknya dilakukan secara bertahap dan berganti-ganti. Ini dilakukan dengan tujuan untuk merangsang motorik terbentuk dalam kondisi yang berubah atau berbeda-beda. Seorang pemain yang telah melakukan gerakan tertentu dalam cabang olahraga akan memperoleh informasi tentang beberapa aspek mengenai gerak yang dilakukan melalui beberapa saluran informasi. Mohamad Annas / Journal of Physical Education, Health and Sport 1 (1) (2014) 37
Bentuk informasi gerak tersebut sudah terkandung dalam respon tertentu. Respon atau pelaksanaan dan hasil yang diperoleh merupakan sumber dari umpan balik. Informasi akan terwujud dalam berbagai bentuk. Dengan menggunakan metode bertahap maka keterampilan gerak yang diperoleh tidak hanya berlaku pada satu keadaan atau satu kondisi saja, melainkan dapat ditampilkan pada berbagai situasi yang berbeda-beda. Keterampilan gerak tersebut diperoleh karena telah dikondisikannya pada situasi dan kondisi yang berbeda sehingga sensomotorik yang ada pada seseorang terbentuk sama kuatnya untuk membaca situasi dan kondisi yang berbeda pula. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam suatu gerakan kadangkala diketahui secara jelas, tetapi ada yang sukar dikenal dan karenanya harus belajar untuk mengevaluasi informasi dan aspek yang terdapat didalamnya. Untuk mengetahui benar salahnya suatu gerakan dibutuhkan rujukan tentang gerakan yang benar. Umpan balik pada dasarnya merupakan suatu informasi yang diperoleh dengan membandingkan rujukan gerak yang telah dipelajari dengan apa yang baru dilakukan. Itu sebabnya proses deteksi kesalahan sendiri akan menumbuhkan sensomotorik yang kuat bagi seseorang untuk melakukan gerakan pada berbagai situasi yang berbeda. Smes kedeng dalam sepaktakraw merupakan penggabungan komponen kecepatan dan ketepatan, maka timbul permasalahan dalam menerapkan model latihan yang tepat.
Latihan menurut Suharno HP. (1985:7) adalah “proses penyempurnaan atau pendewasaan atlet secara sadar untuk mencapai prestasi maksimal dengan diberi beban fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang waktunya”. Ini berarti bahwa untuk dapat meningkatkan dan menyempurnakan kemampuan keterampilan seorang atlet ataupun keterampilan seorang siswa dalam melakukan gerakan smes termasuk didalamnya smes kedeng, beban latihan atau beban kerja harus disusun berdasarkan prinsip-prinsip di atas seperti harus teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang.
Latihan smes kedeng dengan pendekatan area yang bertahap pada dasarnya juga merupakan aplikasi dari prinsip latihan di atas. Dalam penelitian ini latihan smes kedeng dilakukan dengan mengadopsi salah satu prinsip latihan di atas, bahwa latihan yang baik salah satu prinsip latihannya adalah dengan memberikan beban kerja latihan yang bertahap, dari yang mudah dan beranjak ke tahap yang lebih sulit atau lebih kompleks. Latihan smes kedeng dalam penelitian ini telah didesain berdasarkan prinsip latihan di atas. Peneliti telah memberikan desain latihan smes kedeng sedemikian rupa agar latihan smes kedeng ini betul-betul sesuai dengan prinsip latihan yang memberikan beban kerja dari yang mudah ke yang lebih sulit, seperti memanipulasi area target dari area atau target yang lebih luas berubah dengan memberikan area yang lebih sempit secara berjenjang sesuai dengan manipulatif yang disengaja oleh peneliti.
Bukti bahwa dalam penelitian ini prinsip latihannya telah mengadopsi prinsip latihan seperti yang dikemukakan Suharno HP adalah, target atau area smes yang dipasang di atas net didesain agar latihan-latihan pada periode awal lebih mudah dibandingkan dengan latihan-latihan pada periode berikutnya. Dalam penelitian ini latihan dilakukan selama 16 pertemuan ditambah 2 pertemuan yang digunakan untuk pre test dan post test. Dari 16 kali pertemuan ini terbagi dalam 4 periode latihan. Masing-masing periode dilakukan selama 4 kali pertemuan. Dalam periode pertama, latihan smes kedeng dilakukan dengan durasi 4 pertemuan dan didesain siswa melakukan smes kedeng dengan area target seluas 60cm (tinggi) x 6,1m (panjang) yang dibuat di atas permukaan bibir net. Pada periode kedua, target yang berupa area di atas net kita persempit (kita turunkan) luasnya menjadi 50cm (tinggi) x 6,1m (panjang), periode ke tiga, latihan kita tingkat kesulitannya dengan menurunkan kembali luas area yang menjadi target latihan menjadi 40 cm (tinggi) x 6,1m (panjang) dengan durasi yang masih sama yaitu 4 kali pertemuan, dan yang terakhir pada periode latihan yang keempat, durasi latihan tetap 4 kali pertemuan dengan meninggikan lagi tingkat kesulitannya dengan jalan memberikan target area latihan menjadi 30cm (tinggi) x 6,1m (panjang). Manipulatif seperti inilah yang sengaja dilakukan peneliti untuk memberikan beban latihan berjenjang meningkat tingkat kesulitannya dengan tujuan akhirnya adalah untuk membiasakan siswa atau anak coba untuk merespon gerakan pada kondisi yang berbeda. Mohamad Annas / Journal of Physical Education, Health and Sport 1 (1) (2014) 38
Smes kedeng adalah pukulan smes yang dilakukan dengan menjulurkan kaki ke atas mengejar bola, tidak dilakukan dengan putaran badan (salto) di udara. Smes kedeng dilakukan dengan memukul bola dengan kaki kanan ataupun kiri. Cara melakukan smes kedeng:
Sikap awal berdiri membelakangi net, awalan harus dilakukan dengan cepat dengan cara melangkah atau lari kecil menuju arah
datangnya bola,kemudian menolak ke atas dengan bertumpu pada salah satu kaki terlebih dahulu, kemudian segera diikuti dengan merendahkan badan dengan jalan menekuk lutut agak ke bawah, tolakan kaki tumpu ke atas secara eksplosif dengan
bantuan lengan, luruskan tungkai serta putar badan (pinggul, punggung, bahu) ke arah dalam kemudian lakukan smesh kedeng dengan putaran pinggul dan punggung.Gerakan ikutan dimulai dari tungkai, tungkai, punggung, bahu dan lengan secara bersamaan berputar ke arah luar, kemudian tungkai ditarik ke bawah dan mendarat dengan ke dua kaki.
Kesalahan umum dalam melakukan smes kedeng meliputi: ketepatan antara datangnya bola dengan lompatan, penempatan bola tidak di atas bahu kiri atau kanan sementara pemain tidak memiliki fleksibilitas yang baik pada tungkai akibatnya smes bola bisa mengenai kepala sendiri, pemain terlambat mendaratkan
Gambar .12. Smes Kedeng
(Sumber, Sudrajat Prawirasaputra, 2000 : 30)


Gambar.13. Smes Kedeng

            Smash Telapak kaki
Smesh telapak kaki dapat ilakukan dengan atau tanpa awalan. Tolakan dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu kaki tumpu dan kaki lainnya melakukan smesh. Sikap badan di atas setelah melakukan tolakan secara eksplosif, badan tetap tegak lurus dan kaki yang hendak melakukan smesh dengan cepat menjemput bola, lalu dengan telapak kaki yang dibantu dengan lecutan pergelangan kaki, bola di sepak

Gambar.14. Smesh dengan Telapak Kaki

Agar mendapatkan smesh yang maksimal dan akurat serta tajam, awalan, tolakan, sikap posisi badan saat melayang di atas dan sikap badan saat mendarat sangat penting untuk diperhatikan pada saat berlatih.



5.     Heading ( Sundulan Kepala )
Heading atau menyundul bola dengan kepala dapat digunakan untuk bertahan, mengoper kepada teman dan melakukan smash kepertahanan lawan.
Walaupun permainan sepak takraw  pada dasarnya dimainkan dengan menggunakan kaki, tetapi bola-bola yang tinggi merupakan taktik yang berguna dalam situasi yang berbeda (Iyakrus, 2012)
a. Menyundul Bola Tanpa Menggunakan Awalan
Menyundul bola tanpa awalan dapat digunakan untuk menahan bola, mengumpan kepada teman, melakukan smash dengan kepala. Pemain mengambil sikap berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu dan kedua lutut ditekuk, kedua lengan menghadap ke depan dengan siku ditekuk untuk menjaga keseimbangan badan, dan pada saat mengontrol bola dengan dahi, dahi menghadap ke atas dengan sudut 90 derajat.
Saat kontrol dan mengoper bola gerakan dimulai dengan lecutan atau meluruskan kedua lutut, hingga badan dan kepala terangkat ke atas untuk dapat melambungkan bola ke atas.
b. Menyundul Bola dengan Awalan
Menyundul bola dengan melompat dapat dilakukan dengan atau tanpa awalan. Menyundul bola dengan melompat dalam permainan sepak takraw, biasanya dilakukan untuk smash ke daerah pertahanan lawan.
Sikap dasar dan pelaksanaan heading :
1.     Berdiri pada kedua kaki menghadap kedatangan bola.
2.  Heading bisa di lakukan dengan dahi samping kanan/kiri kepala,dan belakang kepala.
3.  Bola datang setinggi kepala, maka kepala menyambutnya dengan suatu gerakan kaki atau dan kepala guna membantu tenaga pantulan atau arah yang di perlukan.
4.     Bola berkecepatan tinggi cukup di sambut dengan kepala dan mengarahkannya.
5.   Benturan bola pada kepala cukup keras,sehingga si pemain harus memperhitungkan akan ‘risiko’ yang akan di rasakannya.
6.    Fungsi heading ini sebagai alat pembendung (blocking) atau smes juga di gunakan sebagai umpan.
  
Gambar.15. Menyundul bola

7.  Sepak Mula/service
                Dalam permainan sepak takraw  ada yang dikatakan sepak mula atau sevice yang dilakukan oleh setiap regu, pemain yang melakukan service/sepak mula dinamakan tekong yangberdiri dilingkaran tengah sedangkan yang berada di setiap sudut depan net berdiri di dalam garis d sebut apit kanan dan apit kiri.
            Service atau sepak mula merupakan awal dari permainan sepak takraw, sepak mula dilakukan oleh tekong yang di arahkan ke areal lapangan lawan dengan cara bola melewati net/menyebrang kelapangan lawan. Menurut  M.Suhud, (1990)  sepak mula merupakan cara kerja yang sangat penting karena poin atau angka dapat diperoleh  oleh regu yang melakukan service / sepak mula. Kegagalan atau kesalahan dalam melakukan service berarti hilangnya kesempatan regu itu untuk mendapatkan poin. Tekong harus mendapatkan sasaran yang lemah dan sukar untuk menerima bahkan mengontrolnya serta tidak bisa dikembalikan oleh lawan

            Dalam permainan sepak takraw juga dikenal beberapa jenis service yaitu service atas dan service bawah.
a. Service Bawah
Service bawah dilakukan dengan cara berdiri dengan salah satu kaki di dalam lingkaran sebagai tumpuan sedangkan kaki yang satunya berada di samping belakang sebagai awalan.
Salah satu lengan menunjukan permintaan bola yang akan dilambungkan oleh apit sebagai pelambung,
perkenaan dengan bola saat melakukan servis dengan menggunakan  kaki bagian dalam
Bola ditendang saat ketinggian bola setinggi bahu
Setelah melakukan sepakan, gerakan badan mengikuti  lanjutan gerakan sepak mula.
b. Servis Atas
Servis atas terdiri servis yang menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan servis dengan menggunakan telapak kaki.
Servis atas dilakukan dengan gerakan sebagai berikut;
1.      Saat awalan
Saat akan melakukan servis, terlebih dahulu pemain yang hendak melakukan berdiri di dalam lingkaran dengan salah satu kaki sebagai tumpuan dan kaki yang satunya sebagai awalam berada di luar lingkaran bagian belakang, serta tangan di arahkan ke arah pelambung sebagai tanda permintaan bola
2.      Saat tolakan
Saat bola melambung pada titik ketinggian yang diinginkan, tolakan tungkai diangkat lurus ke atas dan dilakukan secara eksplosif (cepat dan kuat) dibantu dengan gerakan lengan ke samping badan.
3.      Saat perkenaan bola dengan kaki
Pada saat melakukan servis atas, perkenaan kaki dengan bola dapat dilakukan dengan kaki bagian dalam, punggung kaki atau telapak kaki.
4.      Saat kaki mendarat
Setelah melakukan servis, badan mengikuti gerak lanjutan tungkai dan kaki mendarat dengan mengeper.

     
Gambar.16.Posisi Tekong, Pelambung, serta servis atas menggunakan telapak kaki
8.  Bentuk- bentuk tehnik Pertahanan
Bertahan dalam suatu permainan merupakan teknik yang sama pentingnya dengan kemampuan  menyerang. Pertahanan yang efektif mampu meredam suatu serangan yang dapat diukur dengan dua aspek. Yaitu, terjadinya pertambahan angka, serta terjadinya penyelamatan bola secara signifikan ( lebih banyak yang diselamatkan daripada yang lepas). Ini bisa terjadi ketika pemain memiliki penguasaan bola yang bagus (menguasai teknik dasar permainan sepak takraw dengan baik) dengan cara berlatih secara serius dan rutin.  Suatu pertahanan yang baik dan produktif bisa melumpuhkan semangat tanding lawan karena semua servis lawan dapat dipatahkan dan dikembalikan.
Menurut Iyakrus, (2012). Bentuk tehnik bertahan ada lima macam, yaitu, block (membendung), heading, memaha, mendada dan membahu, yang secara terelaborasi dapat diuraikan sebagai berikut:
a.  Block
            Block atau menahan adalah salah satu dari beberapa cara gerak kerja bertahan. Block yang baik dapat menahan bola smash dan kembali ke lapangan lawan. Kegagalan block berarti smash lawan berhasil dan bola akan mati di lapangan pihak yang bertahan yang berarti poin atau angka untuk lawan atau perpindahan servis (jika menggunakan aturan lama, karena aturan sekarang satu tim mendapat giliran servis sebanyak tiga kali sebelum pindah servis)atau sebaliknya.. Block dapat dilakukan dengan menggunakan Tungkai kaki atau punggung badan.
Gambar 17. Jenis-jenis Block
Tehnik block, Bergerak ke dekat net bersamaan dengan pemain lawan yang akan melakukan smash, yang perlu diperhatikan ketika akan melakukan block yaitu melihat arah pergerakan bola sehingga mengetahui pemain mana yang akan melakukan smash.  Ketika pemain lawan melakukan smash, pemain yang akan melakukan blokcking  melakukan lompatan tinggi sambil meluruskan dan membentangkan tungkai ke atas net .Block dapat dilakukan dengan awalan ataupun tanpa awalan.
Pada saat melakukan block, tungkai digerakkan untuk membendung atau menahan bola,agar bola yang di smash dapat ditahan.  Perkenaan saat melakukan block dapat dilakukan dengan kaki, betis bagian samping dan paha bagian samping  dapat pula dilakukan dengan menggunakan punggung badan.
Gambar.18. Block menggunakan tungkai
Gambar.19. block dengan punggung
b.  Heading
            Para pemain tidak bisa menghindari penggunaan kepala dalam permainan sepak takraw, oleh karena itu penguasaan bola dengan menyundul harus dimiliki oleh setiap pemain. Menyundul bola dapat dilkukan dengan sikap berdiri di tempat atau melompat di tempat, melompat sendiri dapat dilakukan dengan awalan ataupun tanpa menggunakan awalan
9.  Sistem perhitungan angka
Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir  set pertama atau kedua termasuk Tie Break.
Apabila masing-masing regu memenangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
Sistem perhitungan angka menggunakan Relly Poin
Pergantian pemain :1.   
1.      Setiap “Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
2.      Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.3
3.      Setiap regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah melakukan pergantian pemain kali.4.   Pemain yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.
8.    Posisi pemain pada saat service
Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran service. Kedua apit ketika melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
Gambar.20. Posisi Pemain Ketika melakukan servis
Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri. Posisi pemain ketika lawan melakukan servis ,seperti yang terdapat pada gambar di bawaah ini.
Gambar21. Posisi pemain, ketika lawan melakukan servis


BAB IV
PERATURAN PERMAINAN ISTAF TAHUN 2011

            Setelah bertransformasi permainan sepak takraw  yang terjadi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton. Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber
Aturan permainan sepak takrawpun dari waktu kewaktu mengalami perubahan dan pembaharuan, baik nomor yang diperlombakan , penghitungan angka maupun aturan servis.
 Berikut ini akan dipaparkan mengenai aturan permainan sepak takraw secara internasional (ISTAF, 2011) baik nomor yang diperlombakan, aturan penghitungan angka, pakaian, hukuman, pergantian pemain, pemakaian kostum dll.
a. Pertandingan Nomor Regu
1. Lapangan
* Untuk pertandingan nomor regu  menggunakan lapangan sepak takraw yang berukuran panjang 13,4 m dan lebar 6,1 m, tinggi 8 m (di ukur dari permukaan tanah, untuk indor) memiiki ruang bebas 3 m dari tepi lapangan. 
* Garis tepi dan garis belakang dengan lebar tidak lebih dari 0,04 m diukur ke arah dalam dari garis tepi terlar ukuran lapangan.
* Garis tengah selebar 0,02 m di ukur melintasi tengah lapangan dari kedua sisi, membagi lapangan menjadi 2 bagian yang sama besar.
* setiap sudut depan lapangan dibuat seperempat lingkaran dengan lebar garis  0,03 m dengan jari-jari lingkaran 0,9 M diukur dari luar.
* Lingkaran servis dengan jari-jari 0,3 m diukur dari kedua bagian lapangan titik pusat lingkaran berjarak 2,45 m dari garis belakang dan 3,05 m dari garis tepi lebar garis lingkaran tersebut 4 cm diukur ke arah luar dari sisi luar jari-jari.

Gambar 22. Lapangan Sepak tkaraw

2. Tiang Net

Permainan sepak takraw juga menggunakan net tinggi tiang net yang digunakan
* Untuk pemain putra tinggi net 1,55 m dan putri 1,45 m yang diukur dari lantai dan harus cukup kuat untuk menahan regangan dari Net. Bahan Pembuatnya harus cukup kuat dan memiliki jari-jari tidak lebih dari 0,04 m atau 1,5 inci

*Tiang Net didirikan 0,3 m di luar batas garis tepi dan segaris dengan garis tengah

3. Net

* Net yang digunakan dalam pertandingan sepak takraw terbuat dari tali nilon dengan kualitas baik dengan kisi-kisi 0,06 m hingga 0,08m
* Lebar Net 0,7 m yang diukur dari atas ke bawah panjang Net tidak kurang dari 6,1 m (diukur dari tiang ke tiang)
*Net diberikan plester pembatas dengan lebar 0,05 m yang berada dikedua sisi.
* Di kedua sisi atas dan bawah juga diberi kelim selebar 0,05 m dan diselipi tali atau nilon berkualitas baik sebagai pengikat  ketiang.
* Tinggi bagian tengah atas Net untuk putra 1,52 m dan 1,42m untuk putri diukur dari dasar lantai.




4. Bola Sepak Takraw
*
* Bola yang digunakan berdasarkan peraturan ISTAF 2011 yaitu harus berbentuk bulat, terbuat dari satu lapisan anyaman serta sintetis atau terbuat dari bahan lain yang disetujui ISTAF serta memiliki 12 lubang (Standar ISTAF)
* Keliling bola tidak boleh kurang dari 41 cm bagi putra dan tidak lebih dari 43 cm serta tidak kurang dari 42 cm dan tidak lebih dari 44 cm untuk bola putri.
* Berat bola yang dipergunakan dalam permainan sepak takraw berkisar antara 170-180 gram untuk putra  serta berat bola untuk putri berkisar antara 150-160 gr
* Bola yang digunakan boleh berwarna warni ataupun satu warna saja, yang terpenting warnanya tidak mengganggu performa pemain.
* Seluruh turnamen resmi yang mendapatkan ijin dari ISTAF harus menggunakan bola standar ISTAF.

5. Pemain

* Pertandingan sepak takraw dimainkan oleh dua “REGU” yang masing-masing terdiri atas 3 pemain.
* Satu pemain berada di dekat bagian belakang, dan disebut “tekong” (server)
* Dua Pemain yang lainnya berada di depan, dekat NET, satu pemain berada di sebelah kiri tekong disebut’ Apit Kiri” dan yang berada disebelah kanan tekong disebut “Apit Kanan”


Selain pertandingan regu ada juga pertandingan Tim
* Pertandingan Regu
Setiap” Regu” terdiri atas minimal 3 Pemain dan    maksimal 5 pemain (3 pemain inti dan 2 pemain Pengganti) seluruh pemain harus didaftarkan seluruhnya
  sebelum pertandingan regu dimulai. Saat ”pertandingan” regu dimulai tiap “regu” harus memiliki setidaknya 3 pemain harus terdaftar untuk berada di lapangan. Regu yang memiliki kurang dari 3 pemain tidak diperbolehkan mengikuti pertandingan dan  dianggap kalah 3 set langsung dengan skor 0-15.

* Pertandingan Tim
Setiap Tim harus memiliki 9 pemain atau 3 Regu yang terdiri dari masing-masing 3 pemain dengan 3 atau lebih pemain cadangan (maksimal 15 pemain dalam satu Tim) namun yang terdaftar sebelum pertandingan dimulai hanya 12 orang pemain.  Sebelum pertandingan Tim dimulai, setiap tim harus memiliki 9 pemain yang berada di lapangan. Tim yang memiliki kurang dari 9 pemain tidak diperbolehkan mengikuti “pertandingan” dan setiap pertandingan dinyatakan kalah 2 set langsung dengan skor 0-15.

* Pakaian Pemain
           
            Semua atribut atau perlengkapan yang dikenakan pemain harus sesuai untuk permainan Sepak Takraw dengan tetap memperhatikan Keselamatan pemain. Kostum pemain harus kontras atau berbeda warna antara regu satu dan regu yang lainnya agar tidak terjadi pertentangan ke dua regu yang bertanding. Setiap regu harus memiliki dua stel baju tanding satu berwarna terang dan satunya berwarna gelap. untuk menghindari terjadinya kesamaan kostum tuan rumah harus mengganti kostum dan apabila dimainkan di tempat yang netral, maka regu yang pertama disebut nama regunya harus mengganti kostum.

Dalam Permainan Sepak Takraw Pakaian yang harus digunakan adalah pakaian seragam berbahan kaos, celana kaos pendek, baju titak terlalu besar agar tidak menyentuh NET yang dapat mengakibatkan fouls/kesalahan atau batal karena semua yang dikenakan oleh pemain dianggap sebagai bagian dari tubuh pemain. Baju yang dipakai harus dimasukan ke dalam celana sehingga mengurangi resiko menyentuh NET. Baju dan celana yang digunakan oleh pemain harus memiliki nomor yang jelas. Setiap pemain hanya boleh menggunakan satu nomor tetap selama pertandingan. Nomor punggung yang diperbolehkan digunakan yaitu dari 1-36 dan jika memungkinkan nomor dada juga dipasang dengan tingggi 10 cm. Tinggi ukuran nomor punggung tidak boleh kurang dari 19 cm.

Permainan Sepak takraw menggunakan sepatu yang beralaskan karet tanpa tumit serta memakai kaos kaki, pemain diperbolehkan memakai celana kaos panjang dan atribut lain seperti pengikat kepala,bandana,pelindung pergelangan kaki, lutut dan pergelangan tangan ketika cuaca dingin. Setiap regu harus memiliki kapten dan harus memakai ban kapten.  Para pemain bisa menggunakan atribut lain yang tidak disebutkan secara spesifik  setelah mendapat isin dari komisi Teknik ISTAF.


* Pergantian Pemain

   Dalam pertandingan TIM seorang pemain tidak boleh bermain lebih dari satu regu, pergantian pemain dapat dilakukan kapan saja, namun tidak boleh melakukan pergantian pemain lebih dari dua kali dalam satu set pertandingan oleh manajer atau pelatih yang diajukan kepada wasit official pada saat bola mati.

Setiap regu boleh mendaftarkan maksimal 2 pemain cadangan dalam satu set pertandingan. Setiap ‘Regu’ boleh melakukan pertandingan yang cedera asalkan belum dilakukan pergantian pemain sebelumnya, jika sudah dilakukan pergantian sebelumnya. Maka pertandingan tidak bisa dilanjutkan dan dianggap kalah dengan skor yang terahir diperoleh dan kemenangan oleh pihak lawan dengan skor 15 (untuk 2 set awal) atau 15  (untuk set penentuan) atau berapapun skor akhir dari pertandingan apakah saat terjadi long set.

Permainan sepak takraw juga mengenal yang namanya kartu merah dan kuning, jika salah satu regu pemainnya mendapatkan kartu merah, maka diperbolehkan melakukan pergantian selama belum ada pergantian sebelumnya.

* Time Out

Time Out dilakukan selama satu menit untuk setiap set yang dilakukan ketika bola mati. Pada saat Time Out semua pemain berada di Luar lapangan berada di garis belakang lapangan, yang boleh berada di belakang garis lapangan pada saat time out hanya 5 orang yaitu 3 orang pemain dan 2 lagi pelatih dan manger yang memakai kostum yang berbeda dengan pemain.

*  Penghentian Permainan

Wasit berhak dan bisa melakukan penghentian pertandingan jika ada gangguan atau salah satu pemain  mengalami cedera dan harus segera mendapatkan pertolongan. Time Out cedera hanya diperbolehkan selama 5 menit setiap regu. Pemain yang cedera hanya diberikan 5 menit untuk Time Out Cedera, Jika setelah 5 menit pemain yang cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan dia harus diganti, namun jika sudah dilakukan pergantian sebelumnya maka regu tersebut dinyatakan kalah.

Jika terjadi gangguan atau hal lainnya, hanya oficial reffree yang boleh menghentikan pertandingan dengan persetujuan panitia pertandingan. Tidak satupun pemain yang boleh meninggalkan lapangan, minum dan mendapat arahan  jika permainan di hentikan.

*  Disiplin

Permainan sepak takraw selain memperhatikan keahlian/ penguasaan teknik permainan serta penggunaan seragam yang sesuai aturan para pemain dan juga para manager dan pelatih diharuskan mematuhi semua aturan pertandingan.

Dalam hal melakukan protes permainan sepak takraw hanya memperbolehkan kapten regu untuk melakukan protes dan mendekati wasit pada saat pertandingan dihentikan untuk mendapatkan penjelasan wasit tentang keputusan yang diambil oleh sang pemimpin pertandingan, begitu pula untuk menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemain lawan.

Pemain dan tim official ataupun pelatih tidak boleh membantah keputusan wasit dalam pertandingan ataupun melakukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya pertandingan, karena akan dianggap melakukan pelanggaran disiplin yang serius.

*  Hukuman

Pelanggaran dalam aturan permainan sepak takraw akan mendapatkan hukuman.
1.      Pemain akan mendapatkan kartu kuning ataupun sebatas peringatan jika melakukan pelanggaran sebagai berikut:
a.       Pemain berlaku tidak sportif ; yaitu memperlihatkan sikap atau tindakan yang dapat dianggap pelanggaran norma etika olahraga pada saat pertandingan
b.      Menentang keputusan wasit baik dengan kata-kata maupun perbuatan/tindakan
c.       Menunda permainan dengan sengaja
d.      Tanpa izin dari wasit meninggalkan lapangan pertandingan
e.       Melakukan pelanggaran secara terus menerus



2.      Pemain diberikan kartu Merah
Bagi pemain yang mendapatkan kartu merah diminta segera meninggalkan lapangan pertandingan jika melakukan pelanggaran sebagai berikut;
a.       Pemain melakukan pelanggaran berat (membentak dan memukul wasit)
b.      Pemain melakukan tindakan yang disengaja untuk mencederai lawan.
c.       Meludahi lawan atau orang lain.
d.      Pemain menggunakan kata-kata atau isyarat yang bersifat menyerang atau menghina dan melecehkan lawan atau wasit
e.       Menerima kartu kuning kedua.

3.      Hukuman atau sanksi pemain yang mendapatkan kartu kuning.
a.       Pemain mendapatkan kartu kuning pertama hanya diberikan teguran atau peringatan biasa
b.      Pemain yang mendapatkan  kartu kuning di dua pertandingan berbeda namun dalam turnamen yang sama, akan mendapatkan sanksi larangan bermain satu kali.
c.       Pemain yang telah menjalani hukuman karena mendapat kartu kuning ke dua dan mendapatkan kartu kuning yang ke-3 dalam turnmen yang sama akan mendapatkan sanksi larangan bermain untuk dua pertandingan ditambah denda
d.      Pemain yang mendapatkan kartu kuning ke empat setelah menjalani hukuman larangan bermain 2 kali, karena sebelumnya mendapatkan 3 kartu kuning, dalam turnamen yang sama.
Sanksi yang diberikan kepada  pemain tersebut adalah larangan mengikuti dua pertandingan berikutnya dan pertandingan lain dalam rangkaian turnamen. Sanksi tersebut diberikan oleh badan pengawas sepak takraw hingga komite disiplin bersidang untuk keputusan akhir dari masalah tersebut.
e.       Pemain yang mendapatkan dua kartu kuning dalam pertandingan yang sama akan dikenakan sanksi larangan bertanding dua kalipertandingan dan denda $ 100 yang harus dibayar oleh club ataupun yang diwakili oleh pemain tersebut dalam turnamen. Pemain akan mendapatkan kartu merah ketika melakukan pelanggaran yang ke tiga pada pertandingan yang lain dalam turnamen yang sama.
f.        Pemain yang mendapatkan kartu merah, akan dikeluarkan dari pertandingan dan langsung dilarang mengikuti pertandingan selanjutnya dan pertandingan lain yang berada dalam satu rangkaian turnamen, sanksi itu diberikan oleh pengawas sepak takraw hingga komite disiplin bersidang untuk mengambil keputusan akhir tentang masalah tersebut.

* Tindakan Buruk dari Official Tim
Dalam pertandingan sepaktakraw sering terjadi yang namanya perbuatan yang tidak terkontrol atau kurang fair play yang dilakukan oleh para pendukung ataupun dari official tim itu sendiri. Apalagi ketika merasa adanya sikap dari wasit yang menurutnya tidak objektif dalam mengambil suatu keputusan atau dalam memimpin pertandingan, maka para official akan melakukan hal-hal yang kurang terpuji, mulai dari teriakan –teriakan yang mengejek ataupun perbuatan yang bisa mengganggu jalannya pertandingan.

Ketika official melakukan hal-hal yang kurang disiplin, atau tindakan tercela dan mengganggu jalannya pertandingan yang dilakukan di dalam ataupun diluar lapangan, maka official pertandingan dan official wasit akan mengusir official tim tersebut dan dilarang untuk mendampingi timnya dalam pertandingan tersebut.

Aturan permainan yang tertera di atas merupakan peraturan ISTAF 2011 yang sudah mengalami perubahan, penulis sengaja memasukan dalam buku ini sebagai tambahan pengetahuan bahwa sepak takraw sudah sangat maju dan mengalami perubahan aturan menyesuaikan perkembangan jaman.

Untuk aturan yang terbaru tidak mengalami secara signifikan yang mengalami perubahan hanya dalam penghitungan angka atau poin serta jumlah poin tiap setnya dalam aturan ISTAF 2011 angka atau poin sampai pada angka 15 tiap setnya.

Sistem perhitungan angka aturan terbaru yaitu, regu yang melakukan servis (sepak Mula) akan melakukan 3 (tiga) servis berturut- turut, secara bergantian maksudnya adalah setiap regu akan melakukan 3 (tiga) kali servis. Kecuali terjadi douse pada angka 20-20, maka servis dilakukan bergantian satu kali sampai akhir permainan. Perpindahan servis dimulai pada angka 21 dari salah satu regu.  Angka kemenangan tiap setnya adalah pada angka 21, namun ketika terjadi douse maka pemenang ditentukan dengan kemenangan 2 angka sampai batas angka 25 point dan wasit akan menyampaikan hal tersebut kepada masing-masing regu yang bertanding.

Ketika terjadi long set (masing-masing regu menang 1 kali), maka akan dilakukan pertandingan set tambahan dengan 21 point. Pada angka 11,maka akan dilakukan pertukaran tempat dengan terlebih dahulu memberikan waktu istirahat selama 1 menit kepada masing-masing regu. Berhenti pada angka 21 point kecuali douse maka selisih 2 angka dan berhenti pada angka 25 point.

·      Persyaratan Menjadi Wasit

Wasit yang memimpin pertandingan bersama official referee dan menggunakan kebijaksanaannya untuk menyelesaikan masalah yang belum tercantum dalam peraturan ini. Keputusan Official Referee adalah mutlak (tidak dapat diganggu gugat)

Wasit harus cakap dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang penyelesaiannya tidak tercantum dalam aturan yang telah dibuat. Selain itu wasit juga harus memenuhi syarat sebagai berikut.

1.      Standar fisik dan kesegaran jasmani yang baik meliputi
-          Mata (tidak memakai kaca mata)
-          Pendengaran (tidak mengalami gangguan)
2.      Bermoral dan berkarakter baik.
3.      Menguasai peraturan permainan sepak takraw.
4.      Berdedikasi dan inisiatif.
5.      Percaya diri, daya fikir yang baik dan tepat dalam mengambil keputusan.
6.      Memiliki kepemimpinan yang baik.
7.      Berkewajiban ( Commitment dalam menjalankan tugas)

*  Prosedur wasit melaksanakan tugas.

Dalam melaksanakan tugas memimpin pertandingan ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu  memeriksa atau mengecek lapangan pertandingan, garis, bola, tiang Net, posisi kursi wasit. Melakukan briefing dengan para lines man tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta bagaimana memberi isyarat; Masuk atau tidak jiga ditanya oleh wasit.

Seorang wasit harus memastikan regu mana yang akan melakukan sepak mula atau pilih tempat dan pemanasan awal ( Regu yang melakukan sepak mula pertama harus dicatat  pada lembaran skor yang dipegang oleh wasit). Selanjutnya memeriksa pakaian pemain, mereka tidak diperbolehkan memakai : gelang,cincin, jam tangan dan gigi palsu, untuk menjaga keamanan dan keselamatan pemain.

Terahir yang harus dilakukan seorang wasit adalah memperkenalkan : nama kejuaraan yang dipimpin, kategori untuk putra/putri, jenis pertandingan (tim atau regu atau double event), peserta yang bertanding serta menyebutkan set yang dipertandingkan yang dimulai dari sebelah kanan.

Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan kita semua tentang sepak takraw terutama untuk generasi muda, agar bisa menjaga dan melestarikan permainan sepak takraw sebagai warisan budaya. Mari kita perkenalkan olahraga sepak takraw kepeda generasi muda agar tidak punah ditengah gempuran olahraga yang berasal dari luar. Perlu penulis menyampaikan bahwa buku ini hanya fokus mengurai sepaktakraw yang dipertandingkan secara tim dan regu yang dimainkan tiga orang setiap regunya. Tidak membahas terlalu mendalam mengenai permainan sepak takraw yang dimainkan oleh 2 orang pemain tiap regu atau double event.

Penulis menerima krtikan atau masukan yang konstruktif demi perbaikan dan kesempurnaan tulisan ini kedepannya.












DAFTAR PUSTAKA



Altius. Jurnal ilmu Olahraga & Kesehatan.FKIP Universitas Sriwijaya. 2011

Ashar H. Makalah Sepak takraw.SMKN 2 Raha. 2011


Iyakrus. Permainan Sepak Takraw.Unsri Press.2012

Ketut. Pengaruh metode pembelajaran dan tingkat motor Educability terhadap penguasaan keterampilan teknik Dasar bermain sepak takraw. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2010.

Thamrin,H. Olahraga Pilihan Sepak takraw Universitas Negeri Yogyakarta.2008

Rinaldo. Skripsi Upaya meningkatkan keterampilan sepak kuda Melalui penerapan variasi latihan berpasangan Dalam sepaktakraw dikelas viii 7 smp negeri 4 Kota bengkulu. 2014.

Sampara j. Peraturan Permainan Sepak takraw.PB.PSTI 2015.



Komentar