PERMAINAN SEPAK
TAKRAW
- Pengertian
Sepak Takraw
Ada beberapa pendapat para ahli dalam
mendefinisikan sepak takraw diantaranya sanafiah (1992) ; mengatakan
sepaktakraw adalah menyepak bola dengan samping kaki, sisi kaki
bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain. Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak
dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara
mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw”
berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan
(Depdikbud, 1992). Olahraga sepak takraw
adalah transformasi dari permainan yang dalam bahasa Melayu disebut Sepak Raga (raga
= keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di Filipina disebut Sipa,
di Burma disebutChinlone, di Laos disebut Kator. Catatan sejarah terawal
tentang sepak raga terdapat dalam sejarah
Melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan
Muzzaffar Shah (1459 - 1477).
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri
membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan. Transformasi
permainan ini terjadi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini
mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi
berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton.
Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak
lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber. Kejuaraan paling
bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World Championships, yang diadakan
di Bangkok, Thailand. (23rd King's Cup SepakTakraw World Championship 2008:
August 25-30th).
Sepak takraw adalah permainan tradisional dari
Asia Tenggara / Rumpun Melayu (Indonesia, Malaysia,Thailand dan Philipina) yang dikenal sebagai sepakraga mengalami
metamorfosis atau telah dimodivikasi untuk dijadikan sebuah permianan yang
kompetitif dan dimainkan oleh dua regu dengan dibatasi jaring/net.
- Sejarah
Permainan Sepak Takraw
Setiap cabang olahraga yang terlahir di dunia ini
tidak luput dari sejarah permainan olahraga tersebut, dan setiap negara di
dunia memiliki olahraga permainan yang khas, baik itu olahraga
ketangkasan,terukur ataupun olahraga yang lainnya.
Begitu halnya dengan cabang olahraga sepak takraw, dari berbagai versi
mengatakan bahwa cabang olahraga sepak takraw berasal dari Asia Tenggara yaitu
Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Philipina. Adapun yang mengatakan bahwa
sepak takraw itu merupakan budaya dari Melayu.
Olahraga sepaktakraw yang pada
awalnya bermula dari permainan yang sangan sederhana dan sering disebut sebagai
bola rotan tidak mempunyai peraturan permainan dan pertandingan yang sekomplit
peraturan seperti sekarang
Negara Asia terutama Asia di wilayah
Asia Tenggara telah mengenal permainan ini dengan nama sepakraga yang
menggunakan bola rotan sudah sejak lama, akan tetapi di setiap negara-negara
nama perminannya berbeda-beda, seperti Malaysia dengn nama Sepak Raga Jaring,
Thailand dengan nama Takraw, di Philipina dengan nama Sipak.
Pada awalnya sepak takraw merupakan
olahraga demonstrasi yang digunakan pada perayaan-perayaan hari tertentu
seperti upacara adat, perkawinan, syukuran, khitanan dsb. Disamping itu juga
olahrga ini sebagai rekreasi dalam mengisi waktu luang, namun yang dilakukan di
Malaysia sekitar tahun 1946 yakni Sepak Jaring Laga di lingkungan masyarakat
Malaysia. Hal ini menjadi pelopor dan sebagai titik awal perkembangan olahraga
Sepaktakraw menjadi olahraga nasional Malaysia yang dipertandingkan.
Sejalan persamaan dan keinginan untuk
mengembangkan olahraga ini maka dibentuklah kerjasama antara Malaysia dan
Muangthai / Thailand sehingga lahirlah
cabang olahraga Sepak takraw. Nama ini merupakan perpaduan antara bahasa Malaysia
dan bahasa Muangthai yaitu : yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan
menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke
sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang
bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992)). Perubahan olahrga
sepak jaring raga ini menjadi sepaktakraw diresmikan pada tanggal 27 Maret 1965
di Stadion Nagara Kuala Lumput pada saat pesta olahraga Asia Tenggara. Pada
saat Sea Games ini untuk pertama kalinya olahraga sepak takraw dipertandingkan
dan Malaysia keluar sebagai juara untuk yang pertamakalinya, sedangkan pada Sea
Games yang selanjutnya pada tahun 1967 Muangthai keluar sebagai juaranya.
C. Perkembangan
Sepaktakraw di Indonesia
Olahraga sepaktakraw di Indonesia pada awalnya disebut
sepakraga, sepaktago dsb, tergantung di daerah mana sepaktakraw dimainkan.
Pada abad XV tepatnya di Semenanjung Malaka dan daerah
pesisir pantai lainnya, di Indonesia sudah berkembang suatu permainan yaitu
sepak raga, namun permainan ini cikal
bakal permainan sepaktakraw atau bukan belum diketahui secara pasti. Namun
apabila melihat jenis, karakter serta bentuk permainannya sepakraga ini bisa
dijadikan sebagai cikal bakal permainan sepaktakraw yang sekarang ini kita
kenal. Pengenalan permainan sepak takraw yang pertama kalinya di Indonesia
adalah ketika tim Malaysia datang dan berkunjung ke Jakarta pada bulan
September tahun 1970, kunjungan ini tidak sebatas di Jakarta akan tetapi sapai
kepada daerah-daerah lain.
Kunjungan dari kedua negara ini telah mendorong
Indonesia untuk berpartisipasi dalam setiap event sepaktakraw. Selanjutnya pada
tahun 1974 atas prakarsa Dirjen Olahraga dan Pemuda khususnya dalam rangka
pengembangan olaraga permainan sepak takraw ini maka didatangkanlah
seorang pelatih dari Malaysia untuk melatih calo-calon peltih di Indonesia.
Sebelum permainan sepak takraw dikenal oleh masyarakat
Indonesia secara umum seperti sekarang, dahulu permainan ini sudah ada dan
berkembanga di daerah-daerah sampai di desa-desa dengan sebutan sepakraga
tujuan dari permainan ini yaitu untuk mendemonstrasikan/ memperlihatkan/
menunjukkan keterampilan atau kemahiran tubuh menguasai bola. Cara
pelaksanaannya yaitu bola yang terbuat dari rotan dimainkan dengan seluruh
anggota badan seperti kakim paha, dada, bahu, kepala dsb kecuali tangan.
Pada awalnya permainan sepaktakraw dimainkan dengan
menggunakan bola yang terbuat dari rotan dengan tujuan memainkan bola selam
mungkin tanpa jatuh ke tanah sehingga permainan ini sangat menarik dan cukup mengasyikan
untuk dimainkan. Dari bentuk permainan ini merupakan permainan merupakan
permainan yang berdifat demonstrasi, dengan lapangan yang digunakan yaitu
sebuah lingkaran. Setiap pemain berdiri di lingkaran tersebut, salah satu
pemain berdiri di tengah lingkaran berfungsi sebagai pengatur bola yang disebut
janang, syarat janang ini haruslah seorang yang sangat mahir dalam menguasai
dan memainkan bola karena fungsinya sebagai pengatur irama permainan dan
pengmbalian bola sehingga permainan ini dapat dilihat sebagai permainan yang
sangat menarik dan cantik. Disamping itu, permainan ini diperagakan hanya pada
saat-saat tertentu atau pada saat ada acara atau keramaian.
Pada periode 1945 – 1986 ada kecendrungan pada
periode ini sepak raga lebih digairahkan beberapa propinsi di SULSEL dan
beberapa daerah di Sumatra tetap terpelihara. Pada tahun 1970 datang rombongan
pemain sepakrakraw dari Malaysia dan beberapa bulan kemudian datang dari
Singapura memperkenalkan sepak raga jaring.
Pemerintah dalam hal ini Ditjen Olahraga yang
dipimpin oleh Mayjen Supardi, mengembangkan sepaktakraw dengan cikal bakal
sepak raga. Pada tanggal 16 Maret 1970 didirikan Organisasi Persatuan Sepak
Raga Seluruh Indonesia (PERSERASI) Ketua Umum Drs. Moh. Yunus Akbar,
dan pada tangal 6-8 Oktober diadakan kongres I semacam munas yang dihadiri 24
PEMDA
Pada periode tahun 1987 salah satu putusan
Kongres I 1986 ialah pemilihan pengurus besar yang baru yaitu Ir. H. Marjoeni.
Dengan hasil keputusan antara lain adalah dirubahnya sebutan “Sepak raga”
menjadi “Sepaktakraw
Perkembangan Sepak takraw di beberapa daerah di
Indonesia
1. Sulawesi
Selatan
Di masyarakat Sulawesi Selatan
permainan sepakraga ini merupakan permainan yang sangan populer dan merakyat.
Pada waktu itu Sulawesi Selatan di kenal dengan nama kerajaan Bugis; permainan
ini disukai dan digemari oleh para pemuda bangsawan bugis dan hal ini mendapat
restu dari rajanya, selain itu juga permainan ini banyak dilakukan oleh para
pedagang bugis yang bersandar di pelabuhan-pelabuhan. Didaerah ini permainan
sepakraga dimainkan oleh beberapa orang dengan berbagai variasi gerakan tubuh.
Pada zaman ini, permainan sepakraga mengindentifikasikan tingkat kematangan dan
kecakapan seorang pemuda pemudi bugis, apabila sorang pemuda yang sudah mahir
barmain sepakraga ini maka ia dianggap sebagai pemuda yang sudah cakap. Variasi
permainan sendiri terutama dalam menunjukan kemahiran memainkan bola, seperti
memainkan bola dengan sikap berdiri, sikap jongkok, sikap duduk, sikap tidur
dsb. Di masyarakat mandar menyebut sepakraga dengan marragang (sepak ragang)
yang dimainkan secara melingkar oleh para pemuda mandar, selain dimainkan
secara berdiri,duduk,sikap jongkok bahkan para pemain juga menggunakan sarung.

Gambar.1. Ilustrasi
permainan sepak raga jaman dahulu
Sumber : anonim 2014
Agar lebih menarik permainan sepakraga ini sering di iringi
dengan bunyi-bunyian gendang dan alat musik tradisional lainnya, kemudian para
pemain mengiringi irama musik tersebut dengan gerakan-gerakan memainkan bola
seolah-olah bola rotan ini ikut menari di udara sehingga dapat menambah
keindahan permainan sepakraga.
2. Sumatra
Barat
Pada jaman kerajaan dulu, kebanyakan
mata pencaharian masyarakat Sumatra Barat atau yang lebih dikenal dengan
Minangkabau adalah bertani dan berladang. Hampir sepanjang kehidupan mereka
dihabiskan dengan bercocok tanam sehingga tidak banyak bentuk variasi kehidupan
yang mereka rasakan yang pada akhirnya timbul kejenuhan pada mereka.
Dalam mengisi aktivitas rekreasi di keramaian orang ini
mereka bergembira sambil bermain sepakraga; permainan ini dilakukan oleh para
pemuda, orang dewasa. Alat yang digunakan pertama kalinya yaitu sebuah bola
yang terbuat dari rotan.
Permainan sepakraga di Minangkabau dikenal dengan
sebutan Sepakrago atau Barago yang berasal dari kata Rago yaitu bola rotan,
sepak yaitu cara memainkan bola tersebut dengan ditendang-tendang atau
dipantulkan tan jatuh ke tanah.
Pada dasarnya cara permainan sepakrago ini sama dengan
permainan sepakraga pada umumnya, perbedaanya hanya penentuan pemenang dimana
ditentukan dengan lamanya waktu yang digunakan. Pemain yang paling lama
memainkan bola tanpa jatuh ke tanah maka ditetapkan sebagai pemenang.
3. Kalimantan
Didaerah Kalimantan khusunya di
daerah Kandangan olaahraga sepaktakraw ini telah dikenal sebelum perang dunia
pertama, akan tetapi karena situasi dan sesuatu hal yang belum mengizinkan
menyebabkan permainan ini belum dikenal secara luar. Pada saat ini permainan
sepakraga di Kandangan disebut sebagai Bola Rotan. Permaiana ini diadakan
apabila ada upacara adat, pesta perkawinan, syukuran dsb. Permainan ini
bertujuan untuk memeriahkan dan meramaikan acara-acara tersebut.
Permainan di daerah ini sedikit lebih
maju apabila dbandingkan dengan daerah lainnya. Hal ini dapat dilihat dengan
adanya peraturan tertentu yang menjadi pegangan dalam menetukan suatu pemenang, adapaun peraturannya antara lain :
a.
alat-alat dan perlngkapan
bola yang digunakan
adalah bola yang terbuat dari rotan yang dianyam dengan seni anyaman sehingga
berbentuk bulat adapun ukurannya adalah
: diameter 15 cm dengan 2 ons. Perlengkapan yang digunakan adalah kelapian yang
terbuat dari kelopak pinang yang dipasang pada kaki sebelah dalam untuk digunakan
menyepak bola.
b.
lapangan, waktu dan
pemain
lapangan
permainan ini berupa lapangan rumput/kering terbuka dengan ukuran panjang 15 m,
lebar 15 m dengan sasaran tendangan dipancang ditengah-tengah (pusat).
Permainan ini dimainkan oleh dua regu dan masing-masing regunya terdiri dari 10
orang.
c . sistem penilaian
Formasi
pemain membentuk lingkaran mengelilinga tiang bambu yang diletakan
ditengah-tengah, selanjutnya permainan diawali dengan warm up/pemanasan yaitu
dengan menyepak bola rotan dari satu pemain dengan pemain lain yang setelah itu
setiap regu menunjukan keahliannya guna mengimbangi dan mengatasi atraksi
lawannya sehingga terjadilah gaya-gaya memainkan bola rotan yang mengagumkan.
d. Perkembangan Sepak Takraw Internasional (Dunia)
Pada tahun 1965 Sepak Takraw
merupakan satu cabang olahraga yang
dipertandingkan Pesta Olahraga South Asia Peninsulars Games ( SEAP GAMES ) yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali yang
diikuti oleh Laos, Thailand, Singapura dan Malaysia. Pada tahun 1977 jumlah
Negara yang mengikuti SEAP Games diperluas dengan Negara Asia lainnya, yaitu,
Indonesia, Brunei dan Philifina; dan nama SEAP Games diubah menjadi South Asian
Games ( SEA GAMES).
Pada tingkat internasional
Sepak Takraw dipertandingkan pada kejuaraan : SEA Games, ASIAN Games, World
Sepak Takraw Championship, World Woman Sepak Takraw Championship, World Youth
Sepak Takraw Championship, King`s Cup Thailand, Merdeka Games, Arafura Games,
Anniversary Cup dan POM asia tenggara.
Pada tahun 1982 dibentuk organisasi sepak
takraw negara-negara Asia yang di sebut ASTAF (Asian Sepak Takraw Federation)
yang beranggotakan 14 negara asia yaitu, Malaysia, Indonesia, brunei
Darussalam, India, Korea, Myanmar, china , Philipina, Jepang, Laos, Srilanka,
vietnam thailand dan Singapura
Pada Tanggal 5 maret 1992 diresmikan
konstitusi organisasi sepak takraw Internasional dengan Nama “ISTAF”
International Sepak Takraw Federation, yang awalnya beranggotakan 16 Negara
yaitu Amerika dan finlandia dengan 14 Negara anggota ASTAF
Sepak takraw di masing-masing negara
pengembang diberi nama yang beraneka ragam diantaranya:
1.
Di singapura dikenal dengan nama bola sepak raga
2.
Malaysia dikenal dengan nama Sepak takraw jaring
3.
Burnei dikenal dengan nama sepak raga jala
4.
Indonesia dikenal sepak ragang
(Sulawesi)
5.
China dengan nama teng chew
6.
Burma atau myanmar dengan nama ching loong
7.
Ceylon atau sayland dengan nama Raga
8.
Laos terkenal dengan nama Kator
9.
Philipina dikenal dengan sebutan sipa
10. Thailan
dengan sebutan Takraw
11. ASTAF
menyepakati dengan nama SEPAK TAKRAW sampai sekarang.
Turnamen Sepak takraw pada tingkat Internasional dipertandingkan
di SEA GAMES, ASIAN GAMES, Word Sepak takraw Championship, Word women
sepaktakraw International Championship, Youth sepak takraw
international chamnpionship,king’s CUP thailand, merdeka Games, Arafura Games,
Anniversary CUP dan POM Asia Tenggara.
e Perkembangan sepak takraw sekarang
Sepak
takraw adalah olahraga beregu yang jenis permainannya bisa dilakukan oleh 2
orang atau 3 orang dan 5 orang dalam satu timnya. Jenis permainan sepaktakraw
yang terdiri dari 2 orang dalam satu timnya disebut double event takraw, 3
orang dalam satu timnya disebut jenis permainan regu takraw dengan sebutak
pemainnya yaitu apit kiri, apit kanan dan tekong. Apit kiri dan apit kanan
adalah sebutan untuk pemain yang posisinya berada disebelah kiri dan kanan
serta dekat dengan net, sedangkan tekong yaitu sebutan untuk pemain yang
posisinya berada ditengah dan bertugas sebagai server yaitu orang yang
melakukan servis. Permainan takraw yang dimainkan oleh 5 orang dalam satu
timnya disbut hoop yaitu memasukan bola takraw kedalam keranjang yang digantung
pada ketinggian tertenu dengan menggunkan kaki, paha, bahu, sampai kepalah
kecuali tangan.
Permainan Sepak Takraw sampai sekarang ini
masih merupakan salah satu cabang olahraga yang belum memasyarakat, belum
menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan. Permainan Sepak Takraw baru
merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan
permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit lebih besar, dan
masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak Takraw sebagai
olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak Takraw terjadi
sangat pesat sekali. Hal ini dapat dilihat mulai tahun 1983, seluruh daerah di
Indonesia sudah memiliki Pengurus daerah (Pengda) atau sekarang bernama
Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI).
Permainan Sepak Takraw secara internasional telah membentuk induk organisasi
tingkat asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional sekarang ini
sangat hebat. Tidak hanya negara-negara Asia Tenggara yang mengembangkan
olahraga ini, tapi hampir seluruh bangsa di dunia ini mengembangkan permainan
Sepak Takraw, seperti Amerika, Australia, dan sebagainya
f. Perkembangan permainan Sepak Takraw
Bentuk
Permainan Sepak Takraw Sepak Takraw adalah suatu permainan yang menggunakan
bola yang terbuat dari rotan (takraw), dimainkan di atas lapangan yang datar
berukuran panjang 13,40 m dan lebar 6,10 m. Ditengah-tengah dibatasi oleh
jaring/net seperti permainan Bulutangkis. Pemainnya terdiri dari dua pihak yang
berhadapan, masing-masing terdiri dari 3 (tiga) orang. Dalam permainan ini yang
dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali tangan. Tujuan dari
setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di
lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain
salah
Definisi
permainan Sepak Takraw sebagaimana tersebut di atas adalah Sepak Takraw Kompetisi.
Sepak Takraw Kompetisi ini dipertandingkan dalam 3 nomor, yaitu : Tim, Regu dan
Double-event (ketiga nomor ini akan dijelaskan pada bab selanjutnya. Pada tahun
2002 dikembangkan nomor Sepak Takraw baru yang disebut Sepak Takraw Lingkaran
(Circle-game), yaitu sepak takraw yang dimainkan di lapangan berbentuk
lingkaran, masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain, regu tersebut
memainkan bola dengan cara mengoper ke teman secara berhadapan dengan nomor
yang saling berurutan, dengan operan sesuai tingkat kesulitannya (tingkat
kesulitan tinggi nilai 3, tingkat kesulitran rendah nilai 1. Permainan ini di
batasi oleh waktu selama 10 menit untuk masing-masing babak. Regu yang
memenangkan perlombaan adalah regu yang paling banyak mengumpulkan nilai selama
waktu 10 menit tersebut.
Pada tahun
2006 Sepak Takraw Lingkaran digantikan dengan nomor baru yaitu :
Hoop-Takraw,bentuk permainan nomor ini hampir sama dengan sepak takraw
Lingkaran (circle-game), tetapi pemain yang 5 orang tersebut harus memasukkan
bola ke atas “Ring berdiameter 1 meter (bulatan besi) yang dipasang dengan tali
setinggi 4,50 meter untuk puetri dan 4,75 meter untuk putera di tengah bulatan
pemain
Pemain
berusaha memasukkan bola ke ring sebanyak-banyaknya dengan pukulan yang telah
ditentukan dalam waktu 30 menit (bentuk permainan nomor ini akan dijelaskan
lebih lanjut pada bab berikutnya. Ada nomor Sepak Takraw kompetisi yang baru
diperkenalkan mulai tahun 2005 yang dikenal dengan nama “Double-event”, nomor
ini dimainkan oleh 2 orang dalam satu regunya. Aturan permainannya sama dengan
Sepak Takraw kompetisi, hanya pemain yang servis tidak dari daerah circle
(tempat tekong biasa servis), tetapi dari garis belakang (base-line) dengan
bola dilambungkan sendiri dan disepak melewati net. Nomor double-event ini akan
dibahas lebih lanjut pada bab V halaman 56. . Permainan Sepak Takraw kompetisi
dasarnya adalah dari permainan Sepak Raga yang dimodifikasi untuk menjadi suatu
bentuk permainan yang dipertandingkan. Sedangkan permainan Sepak Takraw lingkaran
(Circle-game) adalah kembali kepada bentuk sepak raga yang awalnya muncul
secara tradisional yang diperlombakan. Seperti kita ketahui permainan Sepak
raga merupakan olahraga tradisional , yaitu suatu permainan rakyat sejak dulu
yang terdapat dan populer di beberapa daerah di Indonesia dan Semenanjung
Malaka mulai dari Myanmar sampai perbatasan Singapura. Permainan ini sangat
digemari masyarakat bahkan di Malaysia termasuk olahraga wajib di sekolah.
Permainan Sepak raga di Indonesia dan Malaysia, awalnya dimainkan oleh beberapa
orang ( 6-9 orang) dalam suatu lingkaran yang disebut permainan Sepak raga
bulatan. Pada tahun 1945 di Malaysia permainan Sepak raga bulatan kemudian
dimodifikasi menjadi bentuk permainan yang dimainkan di atas lapangan empat
persegi panjang dan di tengah-tengahnya dipasang jaring yang dikenal dengan
nama : Sepak raga Jaring . Olahrtaga ini juga berkembang di laos, Thailand dan
Singapura
BAB II
ATURAN PERMAINAN
a.
Proses permainan
Seperti halnya dengan
permainan atau cabang olahraga yang lainnya sepak takraw juga mempunyai aturan
dalam bermain.
Aturan permainan sepaktakraw dari
tahun ke tahun mengalami perubahan.
Permainan sepak takraw
adalah jenis olahraga yang dalam permainannya menggunakan kaki untuk menendang
dan menahan bola, kepala untuk menyundul,serta paha untuk menahan bola takraw.
Dalam permainan sepak takraw hanya boleh 3 kali sentuh baik dilakukan satu orang pemain ataupun di oper
keteman yang lain, untuk sentuhan yang ketiga harus dikembalikan ke lapangan
lawan dengan melewatkan bola tersebut di atas net, agar tidak jatuh di lapangan
sendiri, sehingga dalam permainan ini dibutuhkan ketangkasan dan kelincahan
para pemain untuk memainkan bola.
Setiap regu dalam
permainan sepak takraw terdiri atas tiga orang pemain, yaitu tekong, apit kiri
dan apit kanan atau istilah lain (striker/penyemes dan Feeder/pengumpan). Tekong bertugas melakukan service atau
melambungkan bola ke daerah lapangan lawan. Service dilakukan dengan cara apit
kiri atau apit kanan yang bertugas melambungkan bola kepada tekong untuk
diservice
Sebelum melakukan
pertandingan terlebih dahulu dilakukan pemilihan tempat atau bola dengan cara
diundi dengan melempar koin, regu yang menang undian berhak memilih tempat atau
bola untuk melakukan service terlebih dahulu.
Setelah dilakukan
pengundian, kedua regu harus memasuki lapangan pertandingan untuk mengambil
posisi masing-masing untuk memulai pertandingan.
Sebelum melakukan service
setiap regu diberikan kesempatan untuk melakukan pemanasan selama kurang lebih
dua menit. Dalam pemanasan ini hanya lima orang pemain yang diperbolehkan
bergerak bebas di lapangan selama pemanasan berlangsung.
b.
Official
(petugas pertandingan)
Suatu pertandingan
harus dipimpin technikal sebagai berikut :
2 orang Technical Delegotate
6 orang juri (dewan hakim)
1 orang Official Refree
2 orang wasit (wasit utama dan wasit dua)
6 orang penjaga garis samping dan belakang
Sebelum memulai
pertandingan wasit yang memimpin mengecek kesiapan pemain, lines man (penjaga
Garis) dan lapangan. Wasit yang memimpin suatu pertandingan sepak takraw ada wasit utama yang memimpin jalannya
pertandingan dengan duduk di lebih tinggi dari pada net, untuk memantau atau
melihat pemain yang melakukan pelanggaran (menyentuh net). Wasit didampingi
juga asisten wasit yang bertugas membantu wasit utama memantau pelanggaran yang
dilakukan oleh para pemain.
c. Lapangan Permainan Sepak Takraw
Permainan
Sepak Takraw menggunakan lapangan yang sama ukurannya dengan lapangan
badminton, dengan ukuran :
Ø
Panjang Lapangan: 13,42 meter.
Ø
Lebar Lapangan : 6,10 meter.
Ø
Garis Batas: adalah garis (lines) yang lebarnya + 5 cm.
Ø Lingkaran
Tengah: Ditengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan
permulaan (service). dengan garis tengah lingkaran 61 cm.
Ø
Garis seperempat lingkaran: Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat
garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang
melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90
cm.
Tiang: Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Tiang: Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Ø
Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.Jaring
(net):

Gambar
2. Lapangan Sepak Takraw
Sumber:
Iyarkus
Ø Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari
nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya
tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita
selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring.
Tinggi jarring 1,55 dari tanah atau lantai.
d.
Bola Takraw

Gambar 3. Bola Takraw
Bola
yang digunakan dalam permainan sepak takraw Terbuat dari plastik dimana awalnya
adalah terbuat dari rotan, merek bola
yang sering digunakan adalah Marathon (buatan Thailan) dan Gajah Mas (buatan
Malaysia) dengan no T 201 untuk putra dan T201j untuk putri. Ukuran bola
takraw adalah sebagai berikut;
- Bola berbentuk bulat, dibuat dari rotan atau plastik
(synthetic fibre).
- berat bola untuk putra 170-180 gram
- berat bola untuk putri 150-160 gram
- lingkaran keliling bola untuk putra 42-44 cm
- lingkaran keliling bola untuk putri 43-45 cm.
- bola terdiri dari 9-11 strains (anyaman). dan mempunyai 12
lubang.
e. Kesalahan-kesalahan dalam
permainan Sepak Takraw
● Kesalahan Pihak Penyepak (Melakukan Service) Bola
Apabila
sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri,
memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
Apabila
mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net
ketika melakukan lambung bola.

Gambar. 4. Kesalahan posisi
kaki pada saat Servis
Tekong melompat saat melakukan service,
kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjank garis lingkaran
servis.
Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan
kepadanya.
Bola menyetuh salah seorang pemain
sendiri sebelum bola melewati net.
Bola jatuh diluar lapangan.
Bola tidak melewati net.
● Kesalahan
Pihak Penerima Service
Berusaha
mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara
keras atau membuat keributan).
● Kesalahan
kedua Pihak
Ada
pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
Menginjak
dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
Ada pemain yang melewati lapangan
lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh
Ball”
Memainkan bola lebih
dari tiga kali.
Bola mengenai tangan.
Menahan
atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
Bola mengenai loteng atau pembetas
lainnya.

Gambar.5. Kesalahan Pemain
menyentuh jaring Net
f.
Posisi Pemain Selama Service
Bagi regu yang mendapat
giliran untuk melakukan service harus memperhatikan posisi masing-masing
pemain, tekong berdiri dalam lingkaran yang berada di tengah-tengah sisi
belakang lapangan, dan apit kiri dan apit kanan berdiri pada lingkaran yang
terdapat disudut kiri dan kanan yang berada di samping tiang net dengan
ketentuan tidak boleh menyentuh net dan keluar dari garis sebelum bola melewati
jaring/net . Saat
permainan dimulai, semua pemain dari kedua regu harus berada pada lapangan dan
menempati posisinya masing-masing. Tekong berdiri dengan salah satu kaki berada
dalam lingkaran service
Pemain apit Kanan dan apit kiri berdiri pada tempatnya
masing-masing, sedangkan pemain lawan diberikan kebebasan untuk bergerak
dilapangan sendiri.

Gambar.6 Posisi Pemain Pada Saat
melakukan servic
g. Pinalty
(hukuman)
Pemain
yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari
wasit apabila :
Memperlihatkan
sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan
yang diambil.
Menghubungi
wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil. Meninggakan lapangan permainan tanpa permisi kepada
wasit yang memimpin pertandingan. Memberikan
bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan
keras. Berkelakuan tidak sopan selama permainan. Apabila hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain
maka wasit menggunakan kartu sebagai berikut:
1. Kartu Kuning
Sebagai
tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib
seperti yang diatas.
2. Kartu Merah
Apabila
pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama. Sikap kasar dan tidak sopan seperti memukul,
menendang, meludah dan lain-lain.
h. Sistem perhitungan
angka
Apabila
penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus
melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
Angka
kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20,
pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25
poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
Memberikan
kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir set pertama atau
kedua termasuk Tie Break.
Apabila
masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set
“Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan
pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
Sistem
perhitungan angka menggunakan Relly Poin dengan setiap regu melakukan service
sebanyak tiga kali kemudian pindah service
Pergantian
pemain :1.
1. Setiap
“Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu
pertandingan.
2. Pergantian
pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau
pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
3. Setiap
regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah
melakukan pergantian pemain satu
4. Pemain
yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian
pemain sebelumnya.
BAB III
TEKNIK
DASAR PERMAINAN SEPAK TAKRAW
Teknik Dasar
Permainan Sepak Takraw Belajar Bermain Sepak Takraw Pendahuluan Permainan Sepak
Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang olahraga yang
belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua lapisan.
Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah ke
bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau
sakit lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan
Sepak Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan
Sepak Takraw terjadi sangat pesat sekali.
Dalam
permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali
tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa
sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat
pelanggaran atau bermain salah
Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut
untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan yang baik. Kemampuan yang sangat
penting dan sangat perlu adalah kemampuan dasar bermain sepaktakraw. Menurut
Ratinus Darwis dan Penghulu Basa, (1992: 15). Tanpa menguasai kemampuan dasar
atau teknik dasar, maka permainan sepaktakraw tidak dapat dimainkan dengan
baik. Agar dapat melatih penguasaan teknik dan taktik permainan sepaktakraw
harus berpedoman pada gerakangerakan yang mudah ke sulit. Menurut Sudrajat
Prawirasaputra (2000: 24) teknik sepaktakraw meliputi sepakan,
yaitu: sepaksila, sepakkuda, sepakbadek, sepakcungkil, heading
(sundulan kepala), memaha, mendada, menapak, sepakmula (servis), smash, dan blocking”.
Menurut Ratinus
Darwis dan Penghulu Basa (1992:
15) ”teknik dasar sepaktakraw terdiri dari: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil,
menapak, sepakbadek, heading, mendada, menahan, membahu”.
Sedangkan menurut Slamet S.R. (1994: 153-155) Teknik dasar
sepaktakraw antara lain: sepaksila, sepakkuda, sepakcungkil, sepaktelapak kaki,
lemparan sepakmula.
Menurut Sulaiman (2004: 18) untuk dapat bermain sepaktakraw yang
baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan dasar
bermain yang baik. kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan dasar bermain
sepaktakraw.
a. Teknik dasar dalam permainan sepaktakraw antara lain :
1) Sepak sila
2) Sepak kura atau Sepak kuda
3) Sepak badek atau Sepak simpuh
4) Teknik memaha atau main menggunakan paha
Teknik dasar bermain diatas antara satu dengan lainnya merupakan
satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Tanpa menguasai teknik dasar sepaktakraw
permainan ini tidak dapat dimainkan dengan baik. Teknik dasar dimiliki dengan
baik jika berlatih dengan baik.
Namun tidak berararti bahwa prestasi sepaktakraw itu hanya
ditentukan oleh pemilik teknik dasar yang baik saja, faktor-faktor lainpun
banyak lagi yang menunjang peningkatan prestasi, misalnya : fisik, mental,
taktik dan strategi, dan yang lainnya.
1) Teknik
Dasar Sepak sila
Menurut Sulaiman (2004: 18), sepaksila adalah menyepak bola dengan
menggunakan kaki bagian dalam. Sepaksila digunakan untuk menerima dan menguasai
bola, mengumpan untuk serangan smash dan untuk menyelamatkanserangan
lawan.
Teknik melakukan Sepaksila :
a) Berdiri dengan dua kaki terbuka berjarak selebar bahu.
b) Jarak badan terhadap bola kurang lebih sejauh separuh panjang
lengan, jadi badan lebih dekat terhadap bola karena kaki pemukul berada dengan
posisi seperti orang bersila (ditekuk).
c) Kaki sepak digerakkan melipat setinggi lutut kaki tumpu.
d) Bola dikenai atau bersentuh dengan bagian dalam kaki sepak pada
bagian bawah bola.
e) Kaki tumpu agak ditekuk sedikit dan badan dibungkukan sedikit.
f) Kedua tangan dibuka dan di bengkokan pada siku untuk menjaga
keseimbangan.
g) Pergelangan kaki sepak pada waktu menyepak dikencangkan.
h) Bola disepak ke atas lurus melewati kepala.

Gambar.7. Teknik Dasar Sepak Sila
· Fungsi
Sepak Sila:
1.
Sebagai sepakan sajian awal (servis) atau sepak mula.
2.
Untuk menerima smes dan langsung di lambungkan dan di arhkan kepada apit kiri
atau apit kanan.
3. Untuk menyuguhkan umpan
kepada smesser
2)Teknik
Sepak kura atau Sepak kuda
Menurut Sulaiman (2004: 19), sepak kura atau sepakkuda adalah sepakan
atau menyepak dengan menggunakan punggung kaki. Sepak kura atau sepak kuda digunakan
untuk memainkan bola yang datangnya rendah dan kencang (keras) atau
menyelamatkan bola dari serangan lawan, untuk bertahan atau menguasai
bola dalam usaha menyelamatkan bola dari serangan lawan supaya
tidak jatuh.
Teknik melakukan Sepak kura Atau Sepak kuda :
a) Berdiri dengan kedua kaki terbuka selebar bahu.
b) Jarak badan terhadap bola kurang lebih sejauh panjang lengan,
karena kaki pemukul pada posisi punggung kaki, sehingga cenderung kaki agak
lurus.
c) Lutut kaki sepak dibengkokkan sedikit sambil ujung jari kaki
mengarah ke lantai, kaki tendang diangkat ke arah bola yang datang.
d) Bola disentuh pada bagian bawahnya, dengan bagian atas kaki
(punggung kaki).
e) Badan dibungkukkan sedikit, kaki tumpu agak ditekuk.
f) Kedua tangan dibuka dan dibengkokkan pada siku untuk menjaga
keseimbangan.
g) Bola disepak ke atas setinggi lutut.
Fungsi
sepak kuda adalah sebagai sepakan smes yaitu dengan cara melakukan gulingan
badan (seperti salto)dan sentakkan kaki pada waktu melakukan sepakkan.
3)Teknik
Sepak badek atau Sepak simpuh
Menurut Sulaiman (2004: 22), sepak badek atau sepak simpuh adalah
menyepak bola dengan kaki bagian luar atau samping luar. Disebut juga sepaksimpuh
karena menyepak bola sama seperti sikap bersimpuh. Sepakbadek digunakan untuk
menyelamatkan bola dari serangan lawan, menyelamatkan bola dari smash
lawan
dan untuk mengontrol atau menguasai bola dalam usaha penyelamatan.
Teknik melakukan Sepak badek atau Sepak simpuh :
a) Berdiri dengan kedua kaki terbuka dengan jaraknya selebar bahu.
b) Kaki yang digunakan untuk badek digerakkan keluar, berputar
pada paha dengan menghadapkan samping luar kaki ke arah bola.
c) Tinggi gerakan kaki tidak melebihi lutut.
d) Bola disentuh pada bagian bawahnya dengan menggunakan sisi luar
kaki.
e) Untuk keseimbangan, badan dicondongkan sedikit ke arah
berlawanan dari kaki yang digunakan (kalau kaki kiri yang digunakan badan
condongkan ke kanan dan sebaliknya).
f) Untuk keseimbangan, kedua tangan dibuka dan dibengkokkan pada
siku.
g) Lutut sedikit ditekuk, dan pandangan ke arah bola.
4)Teknik
Memaha

Gambar.8. Cara memaha
Menurut Sulaiman (2004: 23),
memaha adalah memainkan bola dengan paha dalam usaha mengontrol bola. Memaha dapat
digunakan untuk menahan dan menerima bola dari serangan lawan, atau untuk
membentuk dan menyusun serangan.
Teknik melakukan Memaha :
a) Berdiri dengan kedua kaki selebar bahu.
b) Kaki diangkat keatas dengan cara lutut ditekuk dan paha tidak
melebihi tinggi pinggang (sesuaikan dengan datangnya bola).
c) Kaki tumpu ditekuk sedikit dan berat badan ada pada kaki tumpu.
d) Kedua tangan terbuka untuk menjaga keseimbangan.
e) Bola dikenakan pada paha di atas lutut, agar bola yang datang
dapat memantul. Perkenaan pada baha tepat di tengah paha, tidak pada pangkal paha
atau pada ujung paha (lutut).
f) Bola yang dikontrol diarahkan lururs ke atas agar dapat
dikuasai lebih lanjut.
5) Teknik
Mendada
Mendada adalah memainkan bola
dengan menggunakan dada, mendada dapat digunakan untuk mengontrol bola, adapun
cara untuk menggunakan dada untuk mengontrol bola adalah sebagai berikut:
a. Berdiri dengan kedua kaki, dengan salah satu kaki berada di
belakang, badan dilentikan
sedikit ke belakang.
b. Pandangan ke arah datangnya bola.
c. Perkenaan bola di usahakan mengenai bagian tengah dada
d. Kedua lengan tangan terbuka untuk menjaga keseimbangan
![]() |
e. Bola yang diterima diusahakan bergerak ke atas untuk dapat di kontrol lebih lanjut.
Gambar. 9.
beberapa tehnik dalam permainan sepak takraw
Sumber: Makalah sepak takraw hidayatul Ashar
SMKN 2 Raha
6) Membahu
Membahu adalah
memainkan bola dengan bagian badan antara batas lengan dan leher, dalam usaha
mempertahankan serangan dari pihak lawan. Membahu digunakan untuk bertahan dari
serangan lawan secara mendadak (tiba-tiba) dimana pihak pemain bertahan dalam
keadaan terdesak dan dalam posisi yang kurang baik.
Tehnik
Membahu
a. Berdiri dengan kedua kaki terbuka dengan jarak selebar bahu
b. Bahu digerakan ke atas saat bola datang
c. Pandangan terfokus ke arah datangnya bola
d. Bola disentuh pada bagian bawah
e. Bola digerakan ke atas untuk gerakan lanjutan
Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk
memainkan sepaktakraw dengan baik, dalam pengertian mampu memperagakan
teknik-tekniknya dengan baik, keterampilan dasar merupakan landasan yang harus
dibina sejak awal. Rangkaian latihannya secara bertahap dalam tata urut yang
logis menuju pembelajaran teknik-teknik dasar sepaktakraw. Karena peragaan satu
teknik dasar suatu cabang olahraga, seperti dalam sepaktakraw misalnya,
didukung oleh kombinasi beberapa
keterampilan dasar. Selain itu untuk dapat bermain sepaktakraw
dengan baik, di samping harus memiliki kondisi fisik prima, keterampilan teknik
dan taktik perlu juga dikuasai secara baik juga. Selain teknik dasar juga ada
teknik khusus dalam sepaktakraw.
b. Teknik Khusus dalam permainan sepaktakraw
Selain teknik dasar dalam permainan sepaktakraw seorang pemain
juga harus mempunyai atau menguasai teknik khusus. Tanpa memiliki teknik khusus
itu, permainan sepaktakraw tidak bisa dilakukan dengan baik dan sempurna.
Teknik khusus tidak lain adalah cara bermain sepaktakraw. Teknik khusus sangat
berperan
didalam sebuah permainan karena setelah bola dikuasai apa yang
harus dilakukan untuk membuat serangan dan serangan itu dapat menghasilkan
angka atau poin. Kemampuan atau ketrampilan yang dimaksud dengan teknik khusus
dalam permainan sepaktakraw di atas adalah:
1) Sepak mula (servis).
2) Menerima sepakmula (servis).
3) Mengumpan.
4) Smash.
5) Block/
menahan.
5. Macam-macam smesh
Serangan
atau smes adalah pukulan bola yang keras dan tajam kearah bidang lapangan
lawan. Smes dalam permainan sepak takraw merupakan teknik yang paling penting
dan harus dikuasai oleh seorang pemain, karena dengan smes ini angka dapat
lengan mudah diperoleh oleh regu yang bertanding dan dapat memenangkan suatu
pertandingan dengan mudah (Sulaiman, 2008 : 36). Smes dalam sepak takraw dapat
dilakukan dengan kepala, bagian punggung kaki, kaki bagian luar, kaki bagian
dalam, dan telapak kaki. Macam-macam teknik smes
dengan kaki yaitu: smes kedeng,
smes gunting, smesh gulung (salto).

Gambar.10.
Macam-macam Smash
Smes
dalam sepak takraw merupakan teknik lanjutan yang harus dikuasai oleh semua
pemain, terutama pemain pada posisi apit baik apit kanan maupun apit kiri. Smes
dalam sepak takraw memiliki tingkat kesulitan yang relatif lebih tinggi
dibandingkan dengan teknik yang lain. Smes adalah salah satu teknik serangan
yang sangat penting dan merupakan rangkaian gerak yang sangat menentukan dalam
permainan sepak takraw. Jenis smes yang dikenal dalam sepak takraw ada dua;
yaitu smes gulung dan smes kedeng.
Smes gulung adalah jenis smes dalam sepak
takraw yang paling sering dilakukan oleh pemain yang profesional, karena dalam
smes gulung memiliki kelebihan dibanding jenis smes yang lain dalam hal
kerasnya hasil sepakan dalam gerakan smes ini. Namun kekurangannya, jenis smes
gulung memiliki tingkat kompleksitas gerak yang lebih tinggi dan lebih sulit
diterapkan pada level massal atau dasar bagi anak-anak sekolah maupun atlet
pemula di klub-klub sepak takraw yang baru. Smes kedeng adalah jenis smes yang
juga sering ditemukan dalam sepak takraw. Kelebihan jenis smes ini adalah mudah
dilakukan oleh pemain bila dibandingkan jenis smes yang pertama di atas.
Keterampilan olahraga termasuk keterampilan smes kedeng dalam sepak takraw
hanya akan dikuasai dengan baik hanya dengan melakukan latihan yang teratur dan
menganut program latihan yang jelas dan terukur.

Gambar.11.
Smash Gulung
Unsur kondisi fisik yang dominan
dalam melakukan smes diantaranya adalah unsur kecepatan dan ketepatan. Untuk
melakukan latihan kecepatan maka hendaknya latihan dilakukan secara tetap
dengan kekuatan penuh sehingga akan menjadikan hasil gerak smes yang keras dan
pada akhirnya karena gerakan dilakukan secara tetap maka keterampilan motorik
yang didapat menjadi otomatisasi gerakan. Untuk melakukan latihan ketepatan
maka latihan hendaknya dilakukan secara bertahap dan berganti-ganti. Ini
dilakukan dengan tujuan untuk merangsang motorik terbentuk dalam kondisi yang
berubah atau berbeda-beda. Seorang pemain yang telah melakukan gerakan tertentu
dalam cabang olahraga akan memperoleh informasi tentang beberapa aspek mengenai
gerak yang dilakukan melalui beberapa saluran informasi. Mohamad Annas /
Journal of Physical Education, Health and Sport 1 (1) (2014) 37
Bentuk informasi gerak tersebut
sudah terkandung dalam respon tertentu. Respon atau pelaksanaan dan hasil yang
diperoleh merupakan sumber dari umpan balik. Informasi akan terwujud dalam
berbagai bentuk. Dengan menggunakan metode bertahap maka keterampilan gerak
yang diperoleh tidak hanya berlaku pada satu keadaan atau satu kondisi saja,
melainkan dapat ditampilkan pada berbagai situasi yang berbeda-beda.
Keterampilan gerak tersebut diperoleh karena telah dikondisikannya pada situasi
dan kondisi yang berbeda sehingga sensomotorik yang ada pada seseorang terbentuk
sama kuatnya untuk membaca situasi dan kondisi yang berbeda pula.
Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam suatu gerakan kadangkala diketahui
secara jelas, tetapi ada yang sukar dikenal dan karenanya harus belajar untuk
mengevaluasi informasi dan aspek yang terdapat didalamnya. Untuk mengetahui
benar salahnya suatu gerakan dibutuhkan rujukan tentang gerakan yang benar.
Umpan balik pada dasarnya merupakan suatu informasi yang diperoleh dengan
membandingkan rujukan gerak yang telah dipelajari dengan apa yang baru
dilakukan. Itu sebabnya proses deteksi kesalahan sendiri akan menumbuhkan
sensomotorik yang kuat bagi seseorang untuk melakukan gerakan pada berbagai
situasi yang berbeda. Smes kedeng dalam sepaktakraw merupakan penggabungan
komponen kecepatan dan ketepatan, maka timbul permasalahan dalam menerapkan
model latihan yang tepat.
Latihan menurut Suharno HP.
(1985:7) adalah “proses penyempurnaan atau pendewasaan atlet secara sadar untuk
mencapai prestasi maksimal dengan diberi beban fisik dan mental yang teratur,
terarah, meningkat dan berulang-ulang waktunya”. Ini berarti bahwa untuk dapat
meningkatkan dan menyempurnakan kemampuan keterampilan seorang atlet ataupun
keterampilan seorang siswa dalam melakukan gerakan smes termasuk didalamnya
smes kedeng, beban latihan atau beban kerja harus disusun berdasarkan
prinsip-prinsip di atas seperti harus teratur, terarah, meningkat dan
berulang-ulang.
Latihan smes kedeng dengan
pendekatan area yang bertahap pada dasarnya juga merupakan aplikasi dari
prinsip latihan di atas. Dalam penelitian ini latihan smes kedeng dilakukan
dengan mengadopsi salah satu prinsip latihan di atas, bahwa latihan yang baik
salah satu prinsip latihannya adalah dengan memberikan beban kerja latihan yang
bertahap, dari yang mudah dan beranjak ke tahap yang lebih sulit atau lebih
kompleks. Latihan smes kedeng dalam penelitian ini telah didesain berdasarkan
prinsip latihan di atas. Peneliti telah memberikan desain latihan smes kedeng
sedemikian rupa agar latihan smes kedeng ini betul-betul sesuai dengan prinsip
latihan yang memberikan beban kerja dari yang mudah ke yang lebih sulit,
seperti memanipulasi area target dari area atau target yang lebih luas berubah
dengan memberikan area yang lebih sempit secara berjenjang sesuai dengan
manipulatif yang disengaja oleh peneliti.
Bukti bahwa dalam penelitian ini
prinsip latihannya telah mengadopsi prinsip latihan seperti yang dikemukakan
Suharno HP adalah, target atau area smes yang dipasang di atas net didesain
agar latihan-latihan pada periode awal lebih mudah dibandingkan dengan
latihan-latihan pada periode berikutnya. Dalam penelitian ini latihan dilakukan
selama 16 pertemuan ditambah 2 pertemuan yang digunakan untuk pre test dan post
test. Dari 16 kali pertemuan ini terbagi dalam 4 periode latihan. Masing-masing
periode dilakukan selama 4 kali pertemuan. Dalam periode pertama, latihan smes
kedeng dilakukan dengan durasi 4 pertemuan dan didesain siswa melakukan smes
kedeng dengan area target seluas 60cm (tinggi) x 6,1m (panjang) yang dibuat di
atas permukaan bibir net. Pada periode kedua, target yang berupa area di atas
net kita persempit (kita turunkan) luasnya menjadi 50cm (tinggi) x 6,1m
(panjang), periode ke tiga, latihan kita tingkat kesulitannya dengan menurunkan
kembali luas area yang menjadi target latihan menjadi 40 cm (tinggi) x 6,1m
(panjang) dengan durasi yang masih sama yaitu 4 kali pertemuan, dan yang
terakhir pada periode latihan yang keempat, durasi latihan tetap 4 kali
pertemuan dengan meninggikan lagi tingkat kesulitannya dengan jalan memberikan
target area latihan menjadi 30cm (tinggi) x 6,1m (panjang). Manipulatif seperti
inilah yang sengaja dilakukan peneliti untuk memberikan beban latihan
berjenjang meningkat tingkat kesulitannya dengan tujuan akhirnya adalah untuk
membiasakan siswa atau anak coba untuk merespon gerakan pada kondisi yang
berbeda. Mohamad
Annas / Journal of Physical Education, Health and Sport 1 (1) (2014) 38
Smes kedeng adalah pukulan smes
yang dilakukan dengan menjulurkan kaki ke atas mengejar bola, tidak dilakukan dengan
putaran badan (salto) di udara. Smes kedeng dilakukan dengan memukul bola dengan
kaki kanan ataupun kiri. Cara melakukan smes
kedeng:
Sikap awal berdiri membelakangi
net, awalan harus dilakukan dengan cepat dengan cara melangkah atau lari kecil menuju
arah
datangnya bola,kemudian menolak
ke atas dengan bertumpu pada salah satu kaki terlebih dahulu, kemudian segera
diikuti dengan merendahkan badan dengan jalan menekuk lutut agak ke bawah,
tolakan kaki tumpu ke atas secara eksplosif dengan
bantuan lengan, luruskan tungkai
serta putar badan (pinggul, punggung, bahu) ke arah dalam kemudian lakukan
smesh kedeng dengan putaran pinggul dan punggung.Gerakan ikutan dimulai dari
tungkai, tungkai, punggung, bahu dan lengan secara bersamaan berputar ke arah luar,
kemudian tungkai ditarik ke bawah dan mendarat dengan ke dua kaki.
Kesalahan umum dalam melakukan
smes kedeng meliputi: ketepatan antara datangnya bola dengan lompatan, penempatan
bola tidak di atas bahu kiri atau kanan sementara pemain tidak memiliki fleksibilitas
yang baik pada tungkai akibatnya smes bola bisa mengenai kepala sendiri, pemain
terlambat mendaratkan

Gambar .12.
Smes Kedeng
(Sumber,
Sudrajat Prawirasaputra, 2000 : 30)

Gambar.13.
Smes Kedeng
Smash Telapak kaki
Smesh telapak kaki dapat ilakukan dengan atau tanpa awalan.
Tolakan dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu kaki tumpu dan kaki
lainnya melakukan smesh. Sikap badan di atas setelah melakukan tolakan secara
eksplosif, badan tetap tegak lurus dan kaki yang hendak melakukan smesh dengan
cepat menjemput bola, lalu dengan telapak kaki yang dibantu dengan lecutan
pergelangan kaki, bola di sepak

Gambar.14.
Smesh dengan Telapak Kaki
Agar
mendapatkan smesh yang maksimal dan akurat serta tajam, awalan, tolakan, sikap
posisi badan saat melayang di atas dan sikap badan saat mendarat sangat penting
untuk diperhatikan pada saat berlatih.
5. Heading ( Sundulan Kepala )
Heading
atau menyundul bola dengan kepala dapat digunakan untuk bertahan, mengoper
kepada teman dan melakukan smash kepertahanan lawan.
Walaupun
permainan sepak takraw pada dasarnya
dimainkan dengan menggunakan kaki, tetapi bola-bola yang tinggi merupakan
taktik yang berguna dalam situasi yang berbeda (Iyakrus, 2012)
a. Menyundul Bola Tanpa
Menggunakan Awalan
Menyundul
bola tanpa awalan dapat digunakan untuk menahan bola, mengumpan kepada teman,
melakukan smash dengan kepala. Pemain mengambil sikap berdiri dengan kaki
dibuka selebar bahu dan kedua lutut ditekuk, kedua lengan menghadap ke depan
dengan siku ditekuk untuk menjaga keseimbangan badan, dan pada saat mengontrol
bola dengan dahi, dahi menghadap ke atas dengan sudut 90 derajat.
Saat
kontrol dan mengoper bola gerakan dimulai dengan lecutan atau meluruskan kedua
lutut, hingga badan dan kepala terangkat ke atas untuk dapat melambungkan bola
ke atas.
b. Menyundul Bola dengan Awalan
Menyundul
bola dengan melompat dapat dilakukan dengan atau tanpa awalan. Menyundul bola
dengan melompat dalam permainan sepak takraw, biasanya dilakukan untuk smash ke
daerah pertahanan lawan.
Sikap dasar dan pelaksanaan heading :
1.
Berdiri pada kedua kaki menghadap kedatangan bola.
2.
Heading bisa di lakukan dengan dahi samping kanan/kiri kepala,dan belakang
kepala.
3.
Bola datang setinggi kepala, maka kepala menyambutnya dengan suatu gerakan kaki
atau dan kepala guna membantu tenaga pantulan atau arah yang di perlukan.
4.
Bola berkecepatan tinggi cukup di sambut dengan kepala dan mengarahkannya.
5.
Benturan bola pada kepala cukup keras,sehingga si pemain harus memperhitungkan
akan ‘risiko’ yang akan di rasakannya.
6. Fungsi
heading ini sebagai alat pembendung (blocking) atau smes juga di gunakan
sebagai umpan.

Gambar.15. Menyundul bola
7. Sepak
Mula/service
Dalam permainan sepak takraw ada yang dikatakan sepak mula atau sevice
yang dilakukan oleh setiap regu, pemain yang melakukan service/sepak mula
dinamakan tekong yangberdiri dilingkaran tengah sedangkan yang berada di setiap
sudut depan net berdiri di dalam garis d sebut apit kanan dan apit kiri.
Service
atau sepak mula merupakan awal dari permainan sepak takraw, sepak mula
dilakukan oleh tekong yang di arahkan ke areal lapangan lawan dengan cara bola
melewati net/menyebrang kelapangan lawan. Menurut M.Suhud, (1990) sepak mula merupakan cara kerja yang sangat
penting karena poin atau angka dapat diperoleh
oleh regu yang melakukan service / sepak mula. Kegagalan atau kesalahan
dalam melakukan service berarti hilangnya kesempatan regu itu untuk mendapatkan
poin. Tekong harus mendapatkan sasaran yang lemah dan sukar untuk menerima
bahkan mengontrolnya serta tidak bisa dikembalikan oleh lawan
Dalam
permainan sepak takraw juga dikenal beberapa jenis service yaitu service atas
dan service bawah.
a. Service Bawah
Service bawah dilakukan dengan cara berdiri dengan salah
satu kaki di dalam lingkaran sebagai tumpuan sedangkan kaki yang satunya berada
di samping belakang sebagai awalan.
Salah satu lengan menunjukan permintaan bola yang akan
dilambungkan oleh apit sebagai pelambung,
perkenaan dengan bola saat melakukan servis dengan
menggunakan kaki bagian dalam
Bola ditendang saat ketinggian bola setinggi bahu
Setelah melakukan sepakan, gerakan badan mengikuti lanjutan gerakan sepak mula.
b. Servis Atas
Servis atas terdiri servis yang menggunakan kaki bagian
dalam, punggung kaki dan servis dengan menggunakan telapak kaki.
Servis atas dilakukan dengan gerakan sebagai berikut;
1. Saat awalan
Saat akan melakukan servis, terlebih dahulu pemain yang
hendak melakukan berdiri di dalam lingkaran dengan salah satu kaki sebagai
tumpuan dan kaki yang satunya sebagai awalam berada di luar lingkaran bagian
belakang, serta tangan di arahkan ke arah pelambung sebagai tanda permintaan
bola
2. Saat tolakan
Saat bola melambung pada titik ketinggian yang diinginkan,
tolakan tungkai diangkat lurus ke atas dan dilakukan secara eksplosif (cepat
dan kuat) dibantu dengan gerakan lengan ke samping badan.
3. Saat perkenaan bola dengan kaki
Pada saat melakukan servis atas, perkenaan kaki dengan
bola dapat dilakukan dengan kaki bagian dalam, punggung kaki atau telapak kaki.
4. Saat kaki mendarat
Setelah melakukan servis, badan mengikuti gerak lanjutan
tungkai dan kaki mendarat dengan mengeper.

Gambar.16.Posisi
Tekong, Pelambung, serta servis atas menggunakan telapak kaki
8. Bentuk- bentuk tehnik Pertahanan
Bertahan dalam suatu permainan merupakan teknik yang sama
pentingnya dengan kemampuan menyerang.
Pertahanan yang efektif mampu meredam suatu serangan yang dapat diukur dengan
dua aspek. Yaitu, terjadinya pertambahan angka, serta terjadinya penyelamatan
bola secara signifikan ( lebih banyak yang diselamatkan daripada yang lepas).
Ini bisa terjadi ketika pemain memiliki penguasaan bola yang bagus (menguasai
teknik dasar permainan sepak takraw dengan baik) dengan cara berlatih secara
serius dan rutin. Suatu pertahanan yang
baik dan produktif bisa melumpuhkan semangat tanding lawan karena semua servis
lawan dapat dipatahkan dan dikembalikan.
Menurut Iyakrus, (2012). Bentuk tehnik bertahan ada lima
macam, yaitu, block (membendung), heading, memaha, mendada dan membahu, yang
secara terelaborasi dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Block
Block atau
menahan adalah salah satu dari beberapa cara gerak kerja bertahan. Block yang
baik dapat menahan bola smash dan kembali ke lapangan lawan. Kegagalan block
berarti smash lawan berhasil dan bola akan mati di lapangan pihak yang bertahan
yang berarti poin atau angka untuk lawan atau perpindahan servis (jika
menggunakan aturan lama, karena aturan sekarang satu tim mendapat giliran
servis sebanyak tiga kali sebelum pindah servis)atau sebaliknya.. Block dapat
dilakukan dengan menggunakan Tungkai kaki atau punggung badan.

Gambar
17. Jenis-jenis Block
Tehnik block, Bergerak ke dekat net bersamaan dengan
pemain lawan yang akan melakukan smash, yang perlu diperhatikan ketika akan
melakukan block yaitu melihat arah pergerakan bola sehingga mengetahui pemain
mana yang akan melakukan smash. Ketika
pemain lawan melakukan smash, pemain yang akan melakukan blokcking melakukan lompatan tinggi sambil meluruskan
dan membentangkan tungkai ke atas net .Block dapat dilakukan dengan awalan
ataupun tanpa awalan.
Pada saat melakukan block, tungkai digerakkan untuk
membendung atau menahan bola,agar bola yang di smash dapat ditahan. Perkenaan saat melakukan block dapat
dilakukan dengan kaki, betis bagian samping dan paha bagian samping dapat pula dilakukan dengan menggunakan
punggung badan.

Gambar.18. Block menggunakan
tungkai

Gambar.19. block dengan
punggung
b. Heading
Para pemain tidak bisa menghindari
penggunaan kepala dalam permainan sepak takraw, oleh karena itu penguasaan bola
dengan menyundul harus dimiliki oleh setiap pemain. Menyundul bola dapat
dilkukan dengan sikap berdiri di tempat atau melompat di tempat, melompat
sendiri dapat dilakukan dengan awalan ataupun tanpa menggunakan awalan
9. Sistem
perhitungan angka
Apabila
penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus
melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
Angka
kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20,
pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25
poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
Memberikan
kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir set pertama atau
kedua termasuk Tie Break.
Apabila
masing-masing regu memenangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan
set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan
ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
Sistem
perhitungan angka menggunakan Relly Poin
Pergantian
pemain :1.
1. Setiap
“Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu
pertandingan.
2. Pergantian
pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau
pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.3
3. Setiap
regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah
melakukan pergantian pemain kali.4. Pemain yang mendapat kartu
merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.
8.
Posisi pemain pada saat service
Sebelum
permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam
posisi siap bermain.
Dalam
melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran
service. Kedua apit ketika melakukan servis harus berada pada
seperempat lingkaran.

Gambar.20. Posisi Pemain
Ketika melakukan servis
Lawan
atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri. Posisi pemain
ketika lawan melakukan servis ,seperti yang terdapat pada gambar di bawaah ini.

Gambar21. Posisi pemain,
ketika lawan melakukan servis
BAB IV
PERATURAN PERMAINAN ISTAF TAHUN 2011
Setelah bertransformasi permainan sepak takraw yang terjadi pada era 1940-an ketika
permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka,
serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di
lapangan ganda badminton. Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak
lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber
Aturan permainan sepak takrawpun dari waktu kewaktu
mengalami perubahan dan pembaharuan, baik nomor yang diperlombakan ,
penghitungan angka maupun aturan servis.
Berikut ini
akan dipaparkan mengenai aturan permainan sepak takraw secara internasional
(ISTAF, 2011) baik nomor yang diperlombakan, aturan penghitungan angka,
pakaian, hukuman, pergantian pemain, pemakaian kostum dll.
a.
Pertandingan Nomor Regu
1.
Lapangan
*
Untuk pertandingan nomor regu
menggunakan lapangan sepak takraw yang berukuran panjang 13,4 m dan
lebar 6,1 m, tinggi 8 m (di ukur dari permukaan tanah, untuk indor) memiiki
ruang bebas 3 m dari tepi lapangan.
* Garis tepi dan
garis belakang dengan lebar tidak lebih dari 0,04 m diukur ke arah dalam dari
garis tepi terlar ukuran lapangan.
* Garis tengah
selebar 0,02 m di ukur melintasi tengah lapangan dari kedua sisi, membagi
lapangan menjadi 2 bagian yang sama besar.
* setiap sudut
depan lapangan dibuat seperempat lingkaran dengan lebar garis 0,03 m dengan jari-jari lingkaran 0,9 M
diukur dari luar.
* Lingkaran servis
dengan jari-jari 0,3 m diukur dari kedua bagian lapangan titik pusat lingkaran
berjarak 2,45 m dari garis belakang dan 3,05 m dari garis tepi lebar garis
lingkaran tersebut 4 cm diukur ke arah luar dari sisi luar jari-jari.

Gambar 22. Lapangan Sepak tkaraw
2. Tiang Net
Permainan sepak takraw juga menggunakan net
tinggi tiang net yang digunakan
* Untuk pemain putra tinggi net 1,55 m dan putri
1,45 m yang diukur dari lantai dan harus cukup kuat untuk menahan regangan dari
Net. Bahan Pembuatnya harus cukup kuat dan memiliki jari-jari tidak lebih dari
0,04 m atau 1,5 inci
*Tiang Net didirikan 0,3 m di luar batas garis
tepi dan segaris dengan garis tengah
3. Net
* Net yang digunakan dalam pertandingan sepak
takraw terbuat dari tali nilon dengan kualitas baik dengan kisi-kisi 0,06 m
hingga 0,08m
* Lebar Net 0,7 m yang diukur dari atas ke bawah panjang
Net tidak kurang dari 6,1 m (diukur dari tiang ke tiang)
*Net diberikan plester pembatas dengan lebar 0,05
m yang berada dikedua sisi.
* Di kedua sisi atas dan bawah juga diberi kelim
selebar 0,05 m dan diselipi tali atau nilon berkualitas baik sebagai
pengikat ketiang.
* Tinggi bagian tengah atas Net untuk putra 1,52
m dan 1,42m untuk putri diukur dari dasar lantai.
4.
Bola Sepak Takraw
*
* Bola yang digunakan berdasarkan
peraturan ISTAF 2011 yaitu harus berbentuk bulat, terbuat dari satu lapisan
anyaman serta sintetis atau terbuat dari bahan lain yang disetujui ISTAF serta
memiliki 12 lubang (Standar ISTAF)
* Keliling bola tidak boleh
kurang dari 41 cm bagi putra dan tidak lebih dari 43 cm serta tidak kurang dari
42 cm dan tidak lebih dari 44 cm untuk bola putri.
* Berat bola yang dipergunakan
dalam permainan sepak takraw berkisar antara 170-180 gram untuk putra serta berat bola untuk putri berkisar antara
150-160 gr
* Bola yang digunakan boleh
berwarna warni ataupun satu warna saja, yang terpenting warnanya tidak
mengganggu performa pemain.
* Seluruh turnamen resmi yang
mendapatkan ijin dari ISTAF harus menggunakan bola standar ISTAF.
5.
Pemain
*
Pertandingan
sepak takraw dimainkan oleh dua “REGU” yang masing-masing terdiri atas 3
pemain.
*
Satu pemain
berada di dekat bagian belakang, dan disebut “tekong” (server)
*
Dua Pemain
yang lainnya berada di depan, dekat NET, satu pemain berada di sebelah kiri
tekong disebut’ Apit Kiri” dan yang berada disebelah kanan tekong disebut “Apit
Kanan”
Selain pertandingan regu ada juga pertandingan Tim
* Pertandingan Regu
Setiap” Regu” terdiri atas
minimal 3 Pemain dan maksimal 5 pemain
(3 pemain inti dan 2 pemain Pengganti) seluruh pemain harus didaftarkan
seluruhnya
sebelum pertandingan regu
dimulai. Saat ”pertandingan” regu dimulai tiap “regu” harus memiliki setidaknya
3 pemain harus terdaftar untuk berada di lapangan. Regu yang memiliki kurang
dari 3 pemain tidak diperbolehkan mengikuti pertandingan dan dianggap kalah 3 set langsung dengan skor
0-15.
* Pertandingan Tim
Setiap Tim harus memiliki 9
pemain atau 3 Regu yang terdiri dari masing-masing 3 pemain dengan 3 atau lebih
pemain cadangan (maksimal 15 pemain dalam satu Tim) namun yang terdaftar
sebelum pertandingan dimulai hanya 12 orang pemain. Sebelum pertandingan Tim dimulai, setiap tim
harus memiliki 9 pemain yang berada di lapangan. Tim yang memiliki kurang dari
9 pemain tidak diperbolehkan mengikuti “pertandingan” dan setiap pertandingan
dinyatakan kalah 2 set langsung dengan skor 0-15.
* Pakaian Pemain
Semua
atribut atau perlengkapan yang dikenakan pemain harus sesuai untuk permainan
Sepak Takraw dengan tetap memperhatikan Keselamatan pemain. Kostum pemain harus
kontras atau berbeda warna antara regu satu dan regu yang lainnya agar tidak
terjadi pertentangan ke dua regu yang bertanding. Setiap regu harus memiliki
dua stel baju tanding satu berwarna terang dan satunya berwarna gelap. untuk
menghindari terjadinya kesamaan kostum tuan rumah harus mengganti kostum dan
apabila dimainkan di tempat yang netral, maka regu yang pertama disebut nama
regunya harus mengganti kostum.
Dalam Permainan Sepak Takraw Pakaian yang harus
digunakan adalah pakaian seragam berbahan kaos, celana kaos pendek, baju titak
terlalu besar agar tidak menyentuh NET yang dapat mengakibatkan fouls/kesalahan
atau batal karena semua yang dikenakan oleh pemain dianggap sebagai bagian dari
tubuh pemain. Baju yang dipakai harus dimasukan ke dalam celana sehingga
mengurangi resiko menyentuh NET. Baju dan celana yang digunakan oleh pemain
harus memiliki nomor yang jelas. Setiap pemain hanya boleh menggunakan satu
nomor tetap selama pertandingan. Nomor punggung yang diperbolehkan digunakan
yaitu dari 1-36 dan jika memungkinkan nomor dada juga dipasang dengan tingggi
10 cm. Tinggi ukuran nomor punggung tidak boleh kurang dari 19 cm.
Permainan Sepak takraw menggunakan sepatu yang
beralaskan karet tanpa tumit serta memakai kaos kaki, pemain diperbolehkan
memakai celana kaos panjang dan atribut lain seperti pengikat
kepala,bandana,pelindung pergelangan kaki, lutut dan pergelangan tangan ketika
cuaca dingin. Setiap regu harus memiliki kapten dan harus memakai ban
kapten. Para pemain bisa menggunakan
atribut lain yang tidak disebutkan secara spesifik setelah mendapat isin dari komisi Teknik
ISTAF.
* Pergantian
Pemain
Dalam
pertandingan TIM seorang pemain tidak boleh bermain lebih dari satu regu,
pergantian pemain dapat dilakukan kapan saja, namun tidak boleh melakukan
pergantian pemain lebih dari dua kali dalam satu set pertandingan oleh manajer
atau pelatih yang diajukan kepada wasit official pada saat bola mati.
Setiap regu boleh mendaftarkan maksimal 2 pemain
cadangan dalam satu set pertandingan. Setiap ‘Regu’ boleh melakukan
pertandingan yang cedera asalkan belum dilakukan pergantian pemain sebelumnya,
jika sudah dilakukan pergantian sebelumnya. Maka pertandingan tidak bisa
dilanjutkan dan dianggap kalah dengan skor yang terahir diperoleh dan
kemenangan oleh pihak lawan dengan skor 15 (untuk 2 set awal) atau 15 (untuk set penentuan) atau berapapun skor
akhir dari pertandingan apakah saat terjadi long set.
Permainan sepak takraw juga mengenal yang namanya
kartu merah dan kuning, jika salah satu regu pemainnya mendapatkan kartu merah,
maka diperbolehkan melakukan pergantian selama belum ada pergantian sebelumnya.
* Time Out
Time Out dilakukan selama satu menit untuk setiap
set yang dilakukan ketika bola mati. Pada saat Time Out semua pemain berada di
Luar lapangan berada di garis belakang lapangan, yang boleh berada di belakang
garis lapangan pada saat time out hanya 5 orang yaitu 3 orang pemain dan 2 lagi
pelatih dan manger yang memakai kostum yang berbeda dengan pemain.
* Penghentian Permainan
Wasit berhak dan bisa melakukan penghentian
pertandingan jika ada gangguan atau salah satu pemain mengalami cedera dan harus segera mendapatkan
pertolongan. Time Out cedera hanya diperbolehkan selama 5 menit setiap regu.
Pemain yang cedera hanya diberikan 5 menit untuk Time Out Cedera, Jika setelah
5 menit pemain yang cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan dia harus
diganti, namun jika sudah dilakukan pergantian sebelumnya maka regu tersebut
dinyatakan kalah.
Jika terjadi gangguan atau hal lainnya, hanya
oficial reffree yang boleh menghentikan pertandingan dengan persetujuan panitia
pertandingan. Tidak satupun pemain yang boleh meninggalkan lapangan, minum dan
mendapat arahan jika permainan di
hentikan.
* Disiplin
Permainan sepak takraw selain memperhatikan
keahlian/ penguasaan teknik permainan serta penggunaan seragam yang sesuai
aturan para pemain dan juga para manager dan pelatih diharuskan mematuhi semua
aturan pertandingan.
Dalam hal melakukan protes permainan sepak takraw
hanya memperbolehkan kapten regu untuk melakukan protes dan mendekati wasit
pada saat pertandingan dihentikan untuk mendapatkan penjelasan wasit tentang
keputusan yang diambil oleh sang pemimpin pertandingan, begitu pula untuk
menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemain lawan.
Pemain dan tim official ataupun pelatih tidak
boleh membantah keputusan wasit dalam pertandingan ataupun melakukan hal-hal
yang dapat mengganggu jalannya pertandingan, karena akan dianggap melakukan
pelanggaran disiplin yang serius.
* Hukuman
Pelanggaran dalam aturan permainan sepak takraw
akan mendapatkan hukuman.
1.
Pemain akan mendapatkan kartu kuning ataupun sebatas peringatan jika
melakukan pelanggaran sebagai berikut:
a. Pemain berlaku
tidak sportif ; yaitu memperlihatkan sikap atau tindakan yang dapat dianggap
pelanggaran norma etika olahraga pada saat pertandingan
b. Menentang
keputusan wasit baik dengan kata-kata maupun perbuatan/tindakan
c. Menunda
permainan dengan sengaja
d. Tanpa izin dari
wasit meninggalkan lapangan pertandingan
e. Melakukan
pelanggaran secara terus menerus
2.
Pemain diberikan kartu Merah
Bagi pemain yang
mendapatkan kartu merah diminta segera meninggalkan lapangan pertandingan jika
melakukan pelanggaran sebagai berikut;
a. Pemain melakukan
pelanggaran berat (membentak dan memukul wasit)
b. Pemain melakukan
tindakan yang disengaja untuk mencederai lawan.
c. Meludahi lawan
atau orang lain.
d. Pemain menggunakan
kata-kata atau isyarat yang bersifat menyerang atau menghina dan melecehkan
lawan atau wasit
e. Menerima kartu
kuning kedua.
3.
Hukuman atau sanksi pemain yang mendapatkan kartu kuning.
a. Pemain
mendapatkan kartu kuning pertama hanya diberikan teguran atau peringatan biasa
b. Pemain yang
mendapatkan kartu kuning di dua
pertandingan berbeda namun dalam turnamen yang sama, akan mendapatkan sanksi
larangan bermain satu kali.
c. Pemain yang
telah menjalani hukuman karena mendapat kartu kuning ke dua dan mendapatkan
kartu kuning yang ke-3 dalam turnmen yang sama akan mendapatkan sanksi larangan
bermain untuk dua pertandingan ditambah denda
d. Pemain yang
mendapatkan kartu kuning ke empat setelah menjalani hukuman larangan bermain 2
kali, karena sebelumnya mendapatkan 3 kartu kuning, dalam turnamen yang sama.
Sanksi yang diberikan kepada pemain
tersebut adalah larangan mengikuti dua pertandingan berikutnya dan pertandingan
lain dalam rangkaian turnamen. Sanksi tersebut diberikan oleh badan pengawas
sepak takraw hingga komite disiplin bersidang untuk keputusan akhir dari
masalah tersebut.
e. Pemain yang
mendapatkan dua kartu kuning dalam pertandingan yang sama akan dikenakan sanksi
larangan bertanding dua kalipertandingan dan denda $ 100 yang harus dibayar
oleh club ataupun yang diwakili oleh pemain tersebut dalam turnamen. Pemain
akan mendapatkan kartu merah ketika melakukan pelanggaran yang ke tiga pada
pertandingan yang lain dalam turnamen yang sama.
f.
Pemain yang mendapatkan kartu merah, akan dikeluarkan dari pertandingan
dan langsung dilarang mengikuti pertandingan selanjutnya dan pertandingan lain
yang berada dalam satu rangkaian turnamen, sanksi itu diberikan oleh pengawas
sepak takraw hingga komite disiplin bersidang untuk mengambil keputusan akhir
tentang masalah tersebut.
* Tindakan Buruk dari Official Tim
Dalam pertandingan sepaktakraw sering terjadi
yang namanya perbuatan yang tidak terkontrol atau kurang fair play yang
dilakukan oleh para pendukung ataupun dari official tim itu sendiri. Apalagi
ketika merasa adanya sikap dari wasit yang menurutnya tidak objektif dalam
mengambil suatu keputusan atau dalam memimpin pertandingan, maka para official
akan melakukan hal-hal yang kurang terpuji, mulai dari teriakan –teriakan yang
mengejek ataupun perbuatan yang bisa mengganggu jalannya pertandingan.
Ketika official melakukan hal-hal yang kurang
disiplin, atau tindakan tercela dan mengganggu jalannya pertandingan yang
dilakukan di dalam ataupun diluar lapangan, maka official pertandingan dan
official wasit akan mengusir official tim tersebut dan dilarang untuk
mendampingi timnya dalam pertandingan tersebut.
Aturan permainan yang tertera di atas merupakan
peraturan ISTAF 2011 yang sudah mengalami perubahan, penulis sengaja memasukan
dalam buku ini sebagai tambahan pengetahuan bahwa sepak takraw sudah sangat
maju dan mengalami perubahan aturan menyesuaikan perkembangan jaman.
Untuk aturan yang terbaru tidak mengalami secara
signifikan yang mengalami perubahan hanya dalam penghitungan angka atau poin
serta jumlah poin tiap setnya dalam aturan ISTAF 2011 angka atau poin sampai
pada angka 15 tiap setnya.
Sistem perhitungan angka aturan terbaru yaitu,
regu yang melakukan servis (sepak Mula) akan melakukan 3 (tiga) servis
berturut- turut, secara bergantian maksudnya adalah setiap regu akan melakukan
3 (tiga) kali servis. Kecuali terjadi douse pada angka 20-20, maka servis
dilakukan bergantian satu kali sampai akhir permainan. Perpindahan servis
dimulai pada angka 21 dari salah satu regu.
Angka kemenangan tiap setnya adalah pada angka 21, namun ketika terjadi
douse maka pemenang ditentukan dengan kemenangan 2 angka sampai batas angka 25
point dan wasit akan menyampaikan hal tersebut kepada masing-masing regu yang
bertanding.
Ketika terjadi long set (masing-masing regu
menang 1 kali), maka akan dilakukan pertandingan set tambahan dengan 21 point.
Pada angka 11,maka akan dilakukan pertukaran tempat dengan terlebih dahulu
memberikan waktu istirahat selama 1 menit kepada masing-masing regu. Berhenti
pada angka 21 point kecuali douse maka selisih 2 angka dan berhenti pada angka
25 point.
· Persyaratan
Menjadi Wasit
Wasit yang memimpin pertandingan bersama official
referee dan menggunakan kebijaksanaannya untuk menyelesaikan masalah yang belum
tercantum dalam peraturan ini. Keputusan Official Referee adalah mutlak (tidak
dapat diganggu gugat)
Wasit harus cakap dalam menyelesaikan suatu
permasalahan yang penyelesaiannya tidak tercantum dalam aturan yang telah
dibuat. Selain itu wasit juga harus memenuhi syarat sebagai berikut.
1.
Standar fisik dan kesegaran jasmani yang baik meliputi
-
Mata (tidak memakai kaca mata)
-
Pendengaran (tidak mengalami gangguan)
2.
Bermoral dan berkarakter baik.
3.
Menguasai peraturan permainan sepak takraw.
4.
Berdedikasi dan inisiatif.
5.
Percaya diri, daya fikir yang baik dan tepat dalam mengambil keputusan.
6.
Memiliki kepemimpinan yang baik.
7.
Berkewajiban ( Commitment dalam menjalankan tugas)
* Prosedur
wasit melaksanakan tugas.
Dalam melaksanakan tugas memimpin pertandingan
ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu
memeriksa atau mengecek lapangan pertandingan, garis, bola, tiang Net,
posisi kursi wasit. Melakukan briefing dengan para lines man tentang tugas dan
tanggung jawab masing-masing, serta bagaimana memberi isyarat; Masuk atau tidak
jiga ditanya oleh wasit.
Seorang wasit harus memastikan regu mana yang
akan melakukan sepak mula atau pilih tempat dan pemanasan awal ( Regu yang
melakukan sepak mula pertama harus dicatat
pada lembaran skor yang dipegang oleh wasit). Selanjutnya memeriksa
pakaian pemain, mereka tidak diperbolehkan memakai : gelang,cincin, jam tangan
dan gigi palsu, untuk menjaga keamanan dan keselamatan pemain.
Terahir yang harus dilakukan seorang wasit adalah
memperkenalkan : nama kejuaraan yang dipimpin, kategori untuk putra/putri, jenis
pertandingan (tim atau regu atau double event), peserta yang bertanding serta
menyebutkan set yang dipertandingkan yang dimulai dari sebelah kanan.
Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah
wawasan kita semua tentang sepak takraw terutama untuk generasi muda, agar bisa
menjaga dan melestarikan permainan sepak takraw sebagai warisan budaya. Mari
kita perkenalkan olahraga sepak takraw kepeda generasi muda agar tidak punah
ditengah gempuran olahraga yang berasal dari luar. Perlu penulis menyampaikan bahwa
buku ini hanya fokus mengurai sepaktakraw yang dipertandingkan secara tim dan
regu yang dimainkan tiga orang setiap regunya. Tidak membahas terlalu mendalam
mengenai permainan sepak takraw yang dimainkan oleh 2 orang pemain tiap regu
atau double event.
Penulis menerima krtikan atau masukan yang
konstruktif demi perbaikan dan kesempurnaan tulisan ini kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Altius. Jurnal ilmu Olahraga & Kesehatan.FKIP
Universitas Sriwijaya. 2011
Ashar H. Makalah Sepak takraw.SMKN 2 Raha. 2011
Iyakrus. Permainan Sepak Takraw.Unsri Press.2012
Ketut. Pengaruh metode pembelajaran dan tingkat motor Educability terhadap
penguasaan keterampilan teknik Dasar bermain sepak takraw. Universitas Sebelas
Maret Surakarta. 2010.
Thamrin,H. Olahraga Pilihan Sepak takraw Universitas Negeri
Yogyakarta.2008
Rinaldo. Skripsi Upaya meningkatkan keterampilan sepak kuda Melalui
penerapan variasi latihan berpasangan Dalam sepaktakraw dikelas viii 7 smp
negeri 4 Kota bengkulu. 2014.
Sampara j. Peraturan Permainan Sepak takraw.PB.PSTI 2015.



Komentar
Posting Komentar