Pengprov Persatuan Sepak Takraw Provinsi Kalimantan Timur dalam beberapa bulan terahir teus digoyang oleh beberapa oknum yang mengatas namakan pengurus Pengcab dan pengkot PSTI kabupaten kota di Kaltim, oknum tersebut melayangkan mosi tidak percaya kepada Pengprov PSTI Kaltim di bawah komando Hasan,SE.
Alasan mosi tidak percaya itu dilayangkan karena Ketua dianggap otoriter dan tidak mengerti aturan main organisasi Sepak takraw, serta tidak adanya pembinaan yang dilakukan kepada Pengcab dan Pengkot. Dengan adanya mosi tidak percaya tersebut ketua provinsi membekukan kepengurusan pengcab dan pengkot dan menunjuk karateker untuk menjalankan roda organisasi dan bertanggung jawab untuk melakukan musyawarah pemilihan ketua yang baru.
Salah satu Pengcab yang dibekukan adalah pengcab PSTI Kutai Timur di bawah kepemimpinan Muhammad Remba. pembekuan ini menimbulkan perlawanan sehingga, Pengprov PSTI terus di goyang oleh kelompok yang kontra dengan Pak Hasan, Pergolakan di tubuh PSTI Kaltim terus mengisi berita di koran dan surat kabar di Kaltim.
Kelompok yang ingin agar pak Hasan tidak lagi menjabat Ketua PSTI Provinsi terus bermanuver dengan mengatas namakan 7 Kabupaten Kota mereka melakukan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (MUSROVLUB) pada tanggal 8 Agustus 2015 di Samarinda. Dari pengakuan kubu Yang kontra bahwa acara tersebut di hadiri 7 kabupaten Kota, namun ketika pengprov PSTI KALTIM mengadakan konfrensi Pers di hotel grand Sawit pada tanggal 10 Agustus 2015 dihadiri oleh 7 pengcab dan pengkot, yakni Balikpapan, Berau, Kutai Barat, Tutai Kartanegara, Bontang, Samarinda yang dihadiri oleh karateker, dan Kutai Timur. Masing-masing pengurus membawa surat dukungan kepada saudara Hasan untuk tetap memimpin PSTI KALTIM.
Pengkot PSTI Balikpapan bahkan mengancam akan melaporkan ke polisi karena ada indikasi pemalsuan tanda tangan dan stempel yang dilakukan oleh penyelenggara MUSROVLUB. Mereka tidak merasa memberikan mandat untuk ikut acara tersebut.
Dilain sisi kegiatan Musyawara Luar biasa tersebut tidak mendapat rekomendasi dari PB PSTI, dan tidak dihadiri oleh KONI Kaltim, sehingga musyawarah tersebut tidak sah, dengan demikian ketua Pengprov PSTI KALTIM masih dijabat oleh Hasan,SE.
Hasan, SE dengan semangatnya untuk menggunakan 100% atlet Lokal binaan Pengcab dan Pengkot di Kalimantan Timur, sehingga orang-orang yan tidak sejalan mencari cara untuk melengserkan beliau. Selama ini atlet Takraw Kaltim merupakan atlet bayaran, contohnya baru-baru ini mengikuti turnamen di Riau dan Kartini CUP semua atlet sudah disiapkan di jawa tengah dengan sponsor Minyak Goreng SalSa, inilah yang membuat Ketua PSTI mengganti Pelatih karena berdasarkan pantauan manager saat itu, yang menagani anak-anak bertanding bukan pelatih dari Kaltim,tapi pelatih dari Salsa sendiri. seorang atlet Putri juga mengeluh dengan kebijakan pelatih yang terus menggunakan atlet luar.
Dibawakepemimpinan pak Hasan mudah-mudahan sepak takraw Kaltim bisa bangkit dengan misi atlet lokal 100%, dan tentunya misi ini tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat, butuh waktu dan juga dukungan serta kerjasama pengcab dan pengkot serta pemerintah dalam hal pemberian fasilitas dan anggaran yang cukup. InsyaAllah 2017 PSTI Kaltim akan bangkit.Amin



Komentar
Posting Komentar