MEMPEREBUTKAN KONI

Terpilihnya Pasangan Ismunandar dan kasmidi Bulang menjadi Bupati dan wakil bupati pada pemilihan bupati dan wakil bupati serentak tahun 2015, berdampak pada kepemimpinan KONI kutai timur, dikarenakan Harpandi selaku ketua KONI Kutai Timur 2014-2018 harus bergeser ke Gedung DPRD Kutai Timur untuk menjalankan amanat UU Pilkada, Harpandi menggantikan (PAW) Afian Aswad yang maju dalam pilkada Kutai Timur. 

Jauh hari sebelum pelantikan Harpandi sebagai anggota DPRD Kutai Timur masa bhakti 2016-2019, di tubuh organisasi induk olahraga Kabupaten Kutai Timur mulai bergolak, mulai rencana pleno tertutup yang digagas oleh pengurus teras KONI untuk menunjuk Plt Ketua KONI hingga membahas masalah musyawarah luar biasa (MUSORKABLUB).

Beberapa cabor yang berada di naungan KONI kutim mulai mendapat telpon dan sms dari para calon kandidat Ketua KONI kutim, dengan tawaran-tawaran dan perhatian untuk memajukan olahraga bahasanya. Cabor mulai di eluh-eluhkan di lirik disanjung-sanjung dengan kata-kata manis. dengan harapan mendapat dukungan, ada pula yang bergerilya mendatangi sang pemenang Pilkada dengan membawa beberapa cabor dan surat dukungan. 

yang menarik sebenarnya bukanlah para kandidat yang bertarung, namun adalah orang yang dibalik layar di antara mereka, dan pertarungan sebenarnya adalah pertarungan antara orang yang berada dibelakang mereka, apapun tujuan dari perebutan pucuk pimpinan KONI Kutai Timur, sebenarnya yang perlu di ingat adalah persiapan menuju tuan rumah Porprov VI tahun 2018, sehingga jangan sampai suksesi ketua KONI mengganggu kesiapan sebagai tuan rumah sehingga pembinaan cabor tidak maksimal. Selamat bermusyawarah

Salam Olahraga

Mari junjung tinggi sportifitas sebagai slogan utama dunia olahraga

Jayalah KONI
Bahagia Cabor



Rahman
Ketua Pengcab PSTI Kutai Timur


Komentar