PRA PORPROV ATAU PORKAB, MANA YANG DISELENGGARAKAN

                                                                                     
Rencana KONI Kutai Timur yang akan melaksanakan PRA PORPROV bagi cabor yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018, harus di kaji ulang, karena PRA PORPROV menurut saya itu merupakan kualifikasi cabor yang akan mengikuti PORPROV dengan kata lain ada cabor dari perwakilan Kabupaten atau Kota yang bisa jadi tidak lolos untuk mengikuti PORPROV.  

Sebagai Tuan Rumah tentunya semua cabor tidak perlu mengikuti pra kualifikasi atau PRA PORPROV karena itu sudah aturan lolos otomatis, hal ini yang harus diperhatikan oleh KONI Kutai Timur, karena PRA PORPROV menurut penilaian kami jika ini tetap dilanjutkan oleh KONI sangat mubazzir buang-buang Anggaran alias tidak tepat sasaran, mending anggaran yang ada digunakan untuk Training Center bagi cabor itu lebih mengena dalam mempersiapkan atlet mengikuti PORPROV.

Wacana Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) pada masa kepemimpinan Harpandi sempat digulirkan, namun sampai akhir jabatan sebagai ketua KONI Kutai Timur tidak bisa terlaksana karena sesuatu dan lain hal. Nah ini yang menurut kami harusnya diselenggarakan oleh pengurus KONI yang sekarang, karena lebih bermanfaat dalam proses pembinaan atlet. PORKAB sejatinya ajang untuk menyeleksi atlet-atlet dari kecamatan, dan ini akan berdampak pada proses pembinaan atlet di Kecamatan-kecamatan.

Jika ini bisa berjalan dan konsisten maka tidak perlu lagi memakai jasa atlet dari luar untuk memperkuat Kutim pada ajang PORPROV, kita tinggal menyeleksi yang dari kecamatan dan ini butuh keseriusan. Kalau ada ketakutan pihak kecamatan akan menggunakan atlet Luar dalam ajang PORKAB tinggal KONI membuat aturan yang mengikat, serta atlet yang mengikuti PORKAB adalah atlet yang usianya masih muda ya Kira -kira  U 20 lah.

Tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan pengurus KONI yang sekarang, tapi tidak lain hanya memberikan sedikit pemikiran demi kemajuan olahraga Kutai Timur ke depan. kita tidak hanya terfokus pada Pekan Olahraga Provinsi ke V tahun 2018 yang sebentar lagi akan diselenggarakan, tapi kita harus merencanakan dan menyiapkan atlet untuk even-even kedepannya. 

Semoga Tulisan ini tidak ditanggapi dengan Bijak demi tercapainya tujuan olahraga Kutai Timur Jaya, Amin.


Rahman,S.Kel
Pemerhati Olahraga Kutai Timur
Ketua PSTI Kutai Timur Periode 2015-2019
Direktur ASTAF -KT
Ilustrasi; Turnamen ASTAF-KT 2016

Komentar