Sabtu 29 April 2017 rombongan Mahasiswa Pasca Sarjana Ekonomi Syariah IAIN Samarinda melakukan kunjungan ke Masjid Sirathal Mustaqiem dan makam La Mohang Daeng Mangkona, kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Pendekatan Studi Islam.
Dalam kunjungan ini ditemani oleh Dosen Pengampuh Dr. Iskandar. Kegiatan di awali dengan berkunjung ke Masjid bersejarah di Samarinda seberang yang didirikan pada tahun 1881 oleh seorang penyebar agama Islam yang bernama Sayid Abdurachman Assegaf dari hadrat maut yang menyebarkan agama islam di Pontianak Kalimantan Barat.
Namun tulisan ini tidak akan membahas Sejarah Masjid sirathal Mustaqiem yang fenomenal tersebut, tapi akan membahas mengenai Makam Daeng Mangkona salah satu penggawa kerajaan Gowa asal Wajo yang memilih mengasingkan diri dari Sulawesi dari pada harus tunduk kepada penjajah Belanda.
Daeng Mangkona Bangsawan Bugis kala itu menghadap Kesultanan Kutai Aji Sulaiman untuk meminta suaka, Aji Sulaiman memberikan Tanah di Samarindah seberang di dataran rendah dan di ijinkan mendirikan rumah panggung atau rumah terapung dipinggir sungai mahakam namun dengan syarat tinggi rumah sama baik yang kaya maupun yang miskin baik bangsawan ataupun masyarakat biasa dengan kata sama rendah, cikal bakal kelahiran Samarinda.

Komentar
Posting Komentar