KONI KUTIM SPESIALIS MUSORKABLUB,

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur tidak lama lagi akan menyelenggarakan Musyawarah pemilihan ketua umum, tinggal menghitung hari kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2019. 

Pendaftaran bakal calon ketuapun sudah dimulai sejak tanggal 14 Februari 2019, bertepatan dengan hari valentine, maaf tidak ada hubungan dengan valentaine dengan pendaftaran calon ketua KONI Kabupaten Kutai Timur 2019-2023, hanya tanggalnya aja yang sama.

lupakan tentang valentine kita fokus pada MUSORKABLUB KONI Kutai Timur agar supaya tuntas. Terhitung semenjak  2010- 2019 KONI Kutai Timur sudah 3 kali melaksanakan musyawarah luar biasa disebabkan karena ketua KONI Kutim terpilih dalam satu periode tidak sempat menyelesaikan tugas sampai waktu yang telah ditentukan. 

Pertama Masa Kepemimpinan Sayeed Abdal Nanang Al Hasany dengan sekretaris H. Rudi Hartono lengser dikarenakan 50% +1 anggota KONI Kutim (cabor dan bandan Fungsional) sepakat untuk melaksanakan Musyawarah Luar Biasa untuk memilih Ketua yang baru..selanjutnya periode 2014-2018 Ketua KONI terpilih secara aklamasi pada saat itu bapak Harpandi Umpu Kaka menjadi nahkoda KONI Kutim, lagi-lagi ditengah jalan Harpandi harus mundur dari kursi ketua KONI Kutim periode 2014-2018 dikarenakan dilantik menjadi anggota DPRD Kutai Timur (PAW) menggantikan alpian aswad yang mengundurkan diri karena ikut dalam konstentasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur Periode 2015-2021.

ada beberapa yang ingin mempertahankan Harpandi Umpu Kaka menjadi ketua KONI Kutim, karena ikut terlibat dalam menggolkan Kutai Timur sebagai tuan Rumah Porprov 2018. Namun Harpandi berpegang teguh pada aturan AD/ART KONI yang tidak boleh rangkap jabatan serta UU Sistem Keolahragaan Nasional tentang larangan bagi pejabat publik dan struktural untuk menduduki jabatan di KONI yang diatur Pasal 40 UU SKN. setelah pengunduran dirinya disetujui, maka diselenggarakanlah Musyawarah Luar Biasa dan terpilih bapak Johansyah Ibrahim yang Merupakan pensiunan ASN dengan jabatan terahir kepala dinas perhubungan. 

Kepemimpinan Johansyah Ibrahim tidak sampai akhir periode, dikarenakan beliau keburu wafat menjelang penyelenggaraan PORPROV VI 2018 (sekitar 6 atau 7 bulan sebelum Porprov) sehingga untuk mengisi kekosongan Ketua KONI ditunjuklah PLT yang disepakati melalui rapat yaitu Budiman Hading yang menghantarkan Kutim keluar sebagai juara umum Porprov VI Kaltim 2018 (selamat untuk KONI KUTIM beserta jajaran cabor yang telah berjuang).

Lupakan kegembiraan gelaran PORPROV VI yang KUTIM berhasil meraih juara umum, sekarang kita lanjut membahas MUSORKABLUB yang ke-3. MUSORKABLUB kali ini direncanakan diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2019 di Kantor BPU Sangatta Utara..dan berdasarkan hasil dari penjaringan Bakal Calon Ketua KONI KUTIM periode 2019-2023 hanya ada dua pendaftar yang memenuhi syarat yakni mendapatkan 20% rekomendasi cabang olahraga (Cabor) anggota KONI Kutim yaitu H. Rudi Hartono dengan 24 Rekom serta Heriansyah Masdar dengan 36 rekomendasi Cabor (dari 56 anggota KONI KUTIM 53 cabor dan 3 badan Fungsional, jika di total hanya 56 namun melihat jumlah rekom dari ke dua kandidat sekitar 60 dapat dipastikan bahwa ada yang mengeluarkan dua rekom alias main dua kaki, heheheehe biasa dalam politik).

menarik untuk disimak siapa yang akan menjadi orang nomor satu di KONI Kutai Timur apakah Heriansyah Masdar atau H.Rudi Hartono karena keduanya merupakan putra terbaik Kutai Timur.. semoga cabor dapat memilih dengan hati nurani yang jernih. pemilihan KONI kali ini bakalan menarik hampir dipastikan sama atau bisa jadi lebih rame daripada PILPRES 2019 (hehehe gak papakan kalau lebay dikit) karena ini pertarungan antara 01 dan 02 ( karena memang dua kandidat, hehehehe jangan salah faham ya). dan apakah ketua KONI terpilih nanti bisa menyelesaikan tugas sebagai Ketua KONI terpilih, karena kita ketahui bersama kedua kandidat merupakan Calon Legislatif, jika misalnya ketua terpilih jadi ketua KONI juga terpilih jadi anggota DPR maka harus mundur karena aturan... dan apakah KONI kutim kena kutukan atau ditakdirkan untuk selalu berMUSORKABLUB. (usul klo bisa ada calon alternatif, hanya usul diterima ok tidak juga tidak apa-apa)

Harapannya siapapun yang nanti terpilih dapat memajukan olahraga Kutai Timur karena beban kedepan lebih berat bagaimana mempertahankan capaian pada porprov vi 2018 atau paling tidak dapat meningkatkan perolehan medali emas pada PORPROV VII Tahun 2022 nanti, aamiin. Selamat bermusyawarah junjung tinggi sportifitas sebagai Insan Olahraga. Maju olahraga Kutai Timur.




Komentar