Ramadhan 1440 H tahun 2019 bertepatan malam ke -18, tepatnya subuh sekitar pukul 03.50 Wita, sehabis makan sahur, kala sang imam membangunkan masyarakat untuk sahur melalui pengeras suara masjid, saya meminta sama istri untuk dibuatkan atau diparutkan kunyit dan direbuskan jahe untuk diminum stelah santap sahur, selang beberapa lama air rebusan jahe dan kunyit sudah selesai, selanjutnya saya minum. setelah meminumnya (kunyit dan jahe yang ditambahkan garam dan gula merah) saya kembali istirahat.
Asyik istirahat tenggorokan mulai tidak enak terasa dan mulai batuk, setelah meludah dan mengeluarkan dahak bercampur darah, lama-kelamaan ketika batuk dan ingin mengeluarkan dahak, darah semakin banyak keluar dan berwarna merah tua mungkin darah kotor,semenjak keluarnya darah itu istri selalu mengajak untuk segera ke Rumah Sakit, namun saya bersikap tenang dan menganggap bukan masalah besar, namun lama kelamaan makin banyak keluar darah ketika batuk akhirnya saya mengalah dan mengikuti saran istri untuk segera ke rumah sakit.
Istri mengambil jaket dan mengajak segera ke rumah sakit, saya ikut mencari baju dan memakainya istri mengambilkan jaket dan akhirnya subuh itu juga saya ke rumah sakit dibonceng istri pakai motor, di rumah sakit saya ditanya-tanya dan istri diminta ke bagian pendaftaran untuk mendaftar terlebih dahulu, mata sana diperiksa dada saya juga, petugas jaga UGD menyarankan untuk diperiksakan ke dokter penyakit dalam, saya hanya dibuatkan resep dan diberi obat, antibiotik, obat batuk dan VITAMIN, setelah itu kami pulang, dan akhirnya saya tidak puasa.......bersambung
cerita subuh hari dimalam 18 Ramadhan 1440 H Tahun 2019
Komentar
Posting Komentar