Bontang, 12 Juli 2026 — Akhir pekan kali ini sejatinya saya dedikasikan untuk keluarga. Bersama istri dan anak-anak, kami berangkat menuju Kota Bontang untuk menikmati suasana liburan sederhana. Tujuannya tidak muluk-muluk, hanya ingin melihat senyum bahagia anak-anak saat bermain di wahana permainan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bontang.
Sejak perjalanan dimulai, wajah ceria anak-anak menjadi penyemangat. Bagi mereka, hari ini adalah hari yang sudah lama dinanti. Sementara bagi saya, perjalanan ini ternyata bukan hanya tentang liburan.
Di waktu yang sama, ada amanah organisasi yang harus dijalankan. Saya mendapat kepercayaan dari Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kalimantan Timur untuk menghadiri Musyawarah Luar Biasa (Mubeslub) pemilihan Ketua PSTI Kota Bontang.
Amanah itu diberikan karena jajaran pengurus provinsi berhalangan hadir. Pada hari yang sama, mereka harus mengikuti agenda penting, yakni pelantikan pengurus KONI Kalimantan Timur. Agar roda organisasi tetap berjalan dan musyawarah tetap mendapat pendampingan dari tingkat provinsi, saya dipercaya untuk mewakili kehadiran Pengprov PSTI Kalimantan Timur.
Maka, liburan keluarga pun berubah menjadi perjalanan dengan dua tujuan. Di satu sisi, menemani anak-anak menikmati masa kecil mereka. Di sisi lain, menjalankan tanggung jawab organisasi yang telah dipercayakan.
Mungkin kalimat yang paling tepat menggambarkan hari ini adalah "liburan tapi tetap bertugas." Di sela-sela tawa anak-anak yang menikmati berbagai permainan, saya harus meluangkan waktu mengikuti jalannya musyawarah yang akan menentukan kepemimpinan baru PSTI Kota Bontang.
Begitulah dinamika ketika mengabdikan diri di organisasi. Terkadang, hari libur bukan sepenuhnya bebas dari pekerjaan. Namun selama amanah itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, setiap langkah akan selalu memiliki makna.
Menjelang sore, saya menyadari bahwa hari ini bukan sekadar perjalanan ke Kota Bontang. Ini adalah pelajaran tentang menjaga keseimbangan antara keluarga dan pengabdian. Karena sesibuk apa pun aktivitas organisasi, keluarga tetap menjadi tempat pulang. Dan seberat apa pun amanah yang diberikan, kepercayaan adalah sesuatu yang harus dijaga.
Hari ini, keduanya berjalan berdampingan. Anak-anak tetap bisa menikmati liburan, sementara amanah organisasi tetap terlaksana. Mungkin inilah makna sederhana dari sebuah pengabdian: tetap hadir untuk keluarga, tanpa mengabaikan tanggung jawab yang telah dipercayakan.
Komentar
Posting Komentar